TAHUN TUAIAN 2

TAHUN TUAIAN

 

“Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN

Mazmur 27 : 6

 

 

SENIN – TAHUN TUAIAN 1 – MENABUR

(Mazmur 126 : 1-6 )

 

Tahun Tuaian berbicara tentang masa dimana kita memperoleh semua apa yang kita harapkan pada masa kita menabur, Tuaian (harvest) artinya kita mengalami kelimpahan janji Tuhan. Sama seperti seorang petani yang menabur, pasti ia mengharapkan hasil dari jerih lelah (korban) selama ia menabur, maka tuaian berbicara penggenapan semua harapan petani semasa menabur.  Dan tahun 2018 adalah tahun dimana Tuhan akan menggenapi janjiNya bagi kita. Untuk dapat mengalami tahun tuaian, ada bagian yang harus kita kerjakan yaitu menabur atau bekerja/ambil bagian.  Bagian ini yang sering kita lupakan, karena kita ingin selalu instan (tanpa proses), kita ingin semua kita peroleh tanpa bertindak.  Menabur adalah bagian yang paling sulit (baca ; tidak mudah ) dari petani,  dimana ia harus menyiapkan ladang/sawah, membersihkan ladang/sawah, ia membungkukan diri pada saat menabur, men-cangkul/membajak  (masa-masa berkorban).  Proses menabur adalah proses yang sangat tidak mudah, tetapi Tuhan berjanji bahwa setiap orang yang menabur (berkorban) dengan air mata akan memperoleh tuaian (Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai Mazmur 126 :6)

Apa yang pernah kita tabur lewat doa/permohonan/harapan, korban dan air mata, maka Tuhan berjanji kita akan menuai atau memperolehnya.

Jangan pernah berhenti berharap, karena Tuhan akan menyediakan yang terbaik bagi mereka yang mengasihi Dia, “Tuhan akan melakukan perkara besar kepada orang percaya (Ayat 2 dan 3)

 

SELASA  – TAHUN TUAIAN 2 – KELIMPAHAN

(Yoel 2 : 18-27)

 

Tuhan berjanji akan ada masa atau momen dimana kita akan mengalami apa yang  Ia janjikan, hari kemaren kita belajar tentang menabur/berkorban, hari ini kita diteguhkan bahwa apa yang kita tabur tidak pernah kembali dengan sia-sia.  “Sesungguhnya Aku akan mengirimkan kepadamu gandum (berkat jasmani), anggur (berkat sukacita) dan minyak (berkat urapan) dan kamu akan kenyang memakannya” (kelimpahan)  (Yoel 2: 19)

Tuhan juga berjanji untuk kita tidak dipermalukan (ayat 19), bahkan Ia akan mengusir semua musuh kita, untuk itu mari kita bersorak-sorai dan bersukacita, karena Tuhan akan melakukan perkara besar (mujizat) atas hidup kita (ayat 21).

Ada berkat yang Tuhan sediakan dimana tanah gembalaan di padang gurun menghijau (berkat kesegaran), pohon menghasilkan buahnya (berkat pelipat gandaan), pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaan.

Untuk itu jangan pernah berhenti berharap dan percaya pada Tuhan, Ia yang berjanji maka Ia akan menggenapi, kerjakan yag terbaik, dengan tetap berharap dan focus pada Allah.   Engkau akan melihat mujizat terjadi dalam hidupmu dan keluargamu,  “Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak (Yoel 2 ; 24)

 

RABU  – KETIDAKPASTIAN VS KEPASTIAN

(Ibrani 13 : 1-25)

 

Tahun 2018 bukanlah tahun yang mudah bagi mereka yang mengandalkan kekuatan diri sendiri, tantangan secara ideologi, politik, ekonomi, social dan keamanan menjurus pada ketidakastian (disruptive),  Perubahan yang membingungkan (disruption) akan menjadi tantangan sendiri, tantangan politik dan keamanan dengan adanya pilkada di 171 daerah/kota, akan penuh berita hoax yang memancing SARA dan pertentangan kelompok,  ekonomi akan naik turun (roller coaster) karena dunia retail masih terguncang. Geopolitik (politik yang terjadi diluar negeri ) juga masih akan hangat dengan pernyataan presiden TRUMP mengenai Yerusalem dan adanya batasan brexit (Inggris akan keluar dari Uni Eropa).   Tapi bagaimana dengan kita orang percaya, apapun kata dunia, mari kita percaya bahwa kepastian hanya di dalam Kristus Tuhan, didunia mengalami ketidakpastian, tetapi di dalam Kristus ada kepastian.  Ia berjanji bahwa Ia tetap sama dahulu sekarang dan selamanya (Ibrani 13:8).   Kita mungkin akan menghadapi tantangan/cobaan, di fitnah/disalahmengerti, di tipu atau mungkin di tinggalkan, tetapi ada kepastian bagi kita bahwa orang-orang benar tidak akan pernah di tinggalkan (Ibrani 13 : 5b) “Karena Allah telah berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”

Kepastian inilah yang meyakini kita ditengah ketidakpastian dunia, marilah kita bersandar kepada yang pasti dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri (Amsal 3 ; 5)

Berharaplah pada yang pasti yang tetap sama dahulu sekarang dan selamanya!

 

KAMIS  – GENERASI DI MASA TUAIAN

(Mazmur 1 : 1-3)

 

Jika manusia diperhadapkan pada dua pilihan antara hidup sukses  atau gagal, sudah pasti kita memilih yang pertama, tetapi ironisnya, masih banyak orang yang hidup dalam kegagalan, ada yang gagal membina rumah tangga, membangun usaha, pekerjaan, studi dll.  Jelas bahwa kegagalan bukan kehendak Allah, karena Dia mempunyai rencana yang terbaik bagi kita (Yer 29 :11).  Jika hari ini  kita masih gagal, maka pasti ada sesuatu yang keliru dalam hidup kita :

Dari ayat saat teduh pagi  ini ada beberapa hal penting, yang menjadi rahasia agar kita meraih kemenangan dalam masa tuaian :

  1. Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik (ayat 1a)

Orang fasik adalah orang yang telah mengetahui kebenaran tetapi tidak mau melakukan (dengan sengaja tidak mau hidup dalam kebenaran atau memungkiri atau mengabaikan kebenaran firman Tuhan/janji Tuhan)

  1. Tidak berdiri di jalan orang berdosa (ayat 1b)

Artinya hiduplah dalam kekudusan dan tidak serupa dengan dunia ini (hawa nafsu), hiduplah berbeda dengan standar kebenaran firman Tuhan, Hidup dalam tuntunan Roh Kudus.

Ingatlah bahwa pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan yang baik.  Kita harus melakukan kebiasan-kebiasaan para pemenang, berpikir, bertindak dan berperilaku seperti seorang pemenang.

  1. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Ayat 1c)

Janganlah bergaul dengan atau menjadi pencemooh.

  1. Bertekun dalam merenungan firman Tuhan (ayat 2)

Artinya menjadikan firman Tuhan kesukaan dalam hidup dengan merenungkannya siang dan malam.  Ingat orang yang hidup dalam kebenaran firman Tuhan tidak akan tersesat, dan Firman itu akan memerdekan kita dari dosa dan kegagalan.  Firman adalah pelita bagi kaki kita, yang akan menuntun kita menapaki jalan kehidupan.

Ingin mengalami generasi ber-kemenangan pada masa tuaian, kita harus senantiasa di tuntun oleh terang kasih Tuhan yang berjalan dihadapan kita sebagai tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari….Amin

 

JUMAT  –  BAGI MEREKA YANG MENGASIHI DIA

(1 Kor 2 : 9 dan Roma 8 : 28)

 

Mungkin bagi sebagian kita masih bertanya, “apakah janji Tuhan itu ya dan amin, karena acapkali dalam kehidupan kita berlaku sebaliknya, janji-janji yang Tuhan sampaikan lewat khotbah minggu dan sharing di Komunitas Sel, tidak kita alami sepenuhnya.  Pada pagi jumat yang indah ini saya mau yakinkan kepada kita semua bahwa JanjiNya tetap Ya dan Amin ,  “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 Kor 2 :9) dan Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8 : 28)

Janji Allah tidak otomatis terjadi dalam kehidupan kita, coba perhatikan kedua ayat yang terkenal di atas (khusus pada kalimat yang saya garis bawahi) ada sebuah prasyarat yang harus kita lakukan supaya seluruh janji Tuhan kita boleh alami ditahun 2018 (tahun tuaian) yaitu bagi mereka yang mengasihi DIA.  Yuk kita semakin mengasihi Tuhan lebih dalam di tahun 2018 ini. Dan hidup dalam ketaatan yang sempurna dalam kebaktian minggu, komsel, saat teduh, doa, pemuridan, komitmen dalam baca 3-5 pasal perhari dan terlibat dalam pelayanan masing2 kelompok usia.  God bless you all.

 

SABTU  – TUAIAN (TUhan Atas PujIan dan KesaksiAN  

(2 Raja 3 : 15-19)

 

Ada sebuah kisah di 2 Raja-Raja 3:15-19, dimana Raja Israel (Yoram), Raja Yehuda (Yosafat) dan Raja Edom pergi berperang untuk mengalahkan raja Moab (Mesa), dan melalui perjalanan yang berat selama 7 hari melalui padang gurun Edom yang kering/tidak terdapat air dan mengelulah raja Israel dengan berkata, “Tuhan telah menyerahkan mereka kepada raja Moab (ayat 8-11).  Mereka frustasi karena ada kekeringan.  Tetapi kemudian Yosafat berkata, ”Tidak adakah disini seorang nabi?”, dan kemudian mereka dapati ada Elisa bin Safat, dan meminta tolonglah mereka pada Nabi Elisa.  Berkatalah Elisa, Jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi, dan pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan Tuhan meliputi dia, dan berkata ia begini  “Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. Dan itu pun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu. Kamu akan memusnahkan segala kota yang berkubu dan segala kota pilihan; kamu akan menumbangkan segala pohon yang baik; kamu akan menutup segala mata air dan kamu akan merusakkan segala ladang yang baik dengan batu-batu.”

Di tengah-tengah menghadapi situasi kekurangan air dan kepungan musuh-musuh yang hebat (tantangan dan masalah), Firman Tuhan meneguhkan kita semua, bahwa Pujian dan Penyembahan adalah solusi, dalam pujian dan penyembahan ada nasehat dan inspirasi yang kemudian membawa mereka mengalami kemenangan.  Bukan kuat dan gagah tapi RohKu kata Tuhan, demikian lah kisah ini dapat menjadi penuntun dalam kehidupan kita di tahun 2018. Selamat mengalami tahun TUAIAN!

 

 

MINGGU – PUJIAN DI RUMAH dan TARIAN di Jalan-jalan

(Yesaya 61 : 11)

 

“Sukacita pujian dirumah rumah dan tarian dijalan jalan,

Kota dan penduduknya bergembira semua,

Tuhan melawat neg`riku”

 

Adalah sebuah refrain lagu lama yang berjudul “Sukacita Transformasi” karya Ir Johan Handoyo, sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana sebuah negeri/kota mengalami tahun Tuaian, dimana kota dan penduduknya bergembira semua, ada sukacita pujian dirumah-rumah dan tarian di jalan-jalan.

Apakah ini mungkin terjadi bagi kita semua di tahun 2018?.

Jawabannya …Ya sangat mungkin sebab Firman Tuhan katakan, “Apa yang pernah ada, akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi. Tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.” Pengkhotbah 1:9

Sebuah lagu ini pernah dinyanyikan oleh banyak gereka di awal tahun 2000, dan kita yakin apa yang Tuhan janjikan atas gereja lewat pujian ini akan terjadi atas gereja, akan ada sukacita transformasi  terjadi atas Bogor, dan menjadi kesaksian atas Jawa Barat dan Indonesia,  Amin

Mari kita percaya bahwa tahun TUAIAN terjadi atas kita !  haleluyah Bangkitlah Kota BOGOR!

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/04/11/tahun-tuaian-2">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram