HUKUM KELIMPAHAN

Renungan Minggu Ke-2_Februari 2018

HUKUM KELIMPAHAN

Ayat hafalan : Amsal 11:25

Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan,

siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum

Senin – HUKUM KELIMPAHAN (Amsal 11:25)

Kelimpahan adalah  kehidupan yang Tuhan janjikan bagi umatNya.  Kelimpahan akan dialami ketika UmatNya memenuhi hukum atau ketetapan yang sudah diFirmankanNya.

Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap mereka yang suka memberi berkatlah yang akan mengalami kelimpahanNya. Karena orang yang senang memberi dan menolong orang lain, adalah mereka yang memiliki kasih.

Kasih adalah Allah sendiri. Ketika umatNya memiliki kasih maka seluruh penyediaanNya akan dilimpahkannya bagi UmatNya.  Sebaliknya orang-orang yang pelit dan kikir akan semakin berkekurangan. Pemberian karena kasih Allah adalah pemberian karena iman dan ketaatan kepada FirmanNya. Mereka  yang dipenuhi dengan kerelaan dan selalu memberi yang terbaik. Umat Tuhan yang kekasih, mari hidup dalam hukum kelimpahanNya dan alami senantiasa mujizatNya. Amin!

 

Selasa – KUALITAS HIDUP BERKELIMPAHAN (Ulangan 11:13-16)

Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu (Ul 11:13)

Ayat di atas sangat jelas mengajarkan tentang kualitas kehidupan pengikut Kristus yang sejati. Dan cermatilah Amsal 11:14-15. Untuk mengalami berkat tanpa batas dalam hidup kita, kita tidak diminta untuk terlebih dahulu sungguh-sungguh bekerja atau berusaha mencari nafkah atau mengerjakan pekerjaan demi pekerjaan pelayanan rohani. Yang terlebih dahulu kita harus memiliki mentalitas atau pola pikir berkelimpahan yakni “Beribadah kepada Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa”. Beribadah berarti mengabdikan hidup, hidup yang benar kepada Tuhan, menjadi hamba Tuhan, bukan hamba pekerjaan/bisnis atau hamba pekerjaan. Memang setiap kita harus bekerja dan melayani Tuhan sesuai dengan talenta kita. Namun yang harus kita periksa adalah, adakah hati kita beribadah kepada Tuhan? Adakah jiwa yakni segenap pikiran, perasaan dan kemauan (willing) kita bersujud menyembah kepada Dia? Tanggung jawab manusia umumnya adalah bekerja. Tetapi tanggung jawab anak Tuhan adalah beribadah kepada Tuhan dan bekerja. Ketika hati kita mengasihi Tuhan, maka sukacita ada dalam hati kita, ketika hati kita bersukacita, maka perbuatan kita akan berhasil guna dan bermakna mulia kepada Tuhan dan sesama. Kelimpahan akan menjadi bagian anak Tuhan ketika gaya hidup beribadah kepada Tuhan dengan semua keberadaan kita bisa terjadi. Sekali lagi, ketika hati dan pikiran kita fokus kepada Tuhan, maka kita tidak akan pernah berpikir dan berencana untuk mencari uang dan atau prestasi jabatan dengan cara duniawi. Ayo, tetap fokus dan semakin dewasa dalam sikap ibadah kepada Tuhan.

 

Rabu – JANGAN SALAH! KELIMPAHAN ADA HARGANYA (Mat 25:20-29)

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Mat 25:29)

Mari kita belajar kembali tentang kesetiaan. Kisah seorang majikan yang memberikan tugas dan tanggung jawab dalam bentuk pengeloaan talenta kepada 3 orang hambanya. Kisah ini adalah satu bentuk pembelajaran diri untuk membangun mentalitas hidup berkelimpahan. Bahwasannya ukuran kelimpahan itu datangnya bukan dari dunia, tetapi dari Tuhan sendiri setelah didapatiNya kualitas seorang yang layak mengalami hidup berkemenangan atas keinginan daging dan hidup berkelimpahan dalam pemikiran, emosi dan tindakan.  Apakah kita sudah memiliki pondasi atau prasyarat untuk menerima kelimpahan?

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Mat 25:13)

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Mat 25:29)

Mungkin kita sudah berjuang habis-habisan untuk meningkatkan prestasi studi atau karir atau pendapatan hidup. Bahkan sampai menghabiskan waktu lebih dari biasanya. Tetapi mungkin Anda merasa hasil yang didapatkan tidak seberapa dibandingkan perjuangan yang sudah dikerjakan. Marilah kita melihat sebentar. Baiklah kita refleksikan diri kita. Impian kita untuk mengalami keberhasilan, haruslah memiliki dasar atau pondasi yang benar. “Setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil” adalah karakter seorang penerima kelimpahan. Jika kita sudah dapat mengalahkan tabiat berasumsi (buruk) dan bahkan berdalih terhadap ketidakadilan yang mungkin Anda alami karena mungkin ketidakpahaman akan jati diri dan kapasitas diri (Mat 25:24-25), maka Anda layak menjadi pribadi yang siap mengalami kelimpahan. Jika tidak demikian maka hidup kita akan kehabisan modal (talenta) bahkan bisa tidak memiliki lagi potensi kelimpahan itu.

Bersyukurlah dengan tanggung jawab kecil yang Anda terima saat ini. Dan belajarlah setia dalam tanggung jawab Anda.

 

Kamis – MENABUR DAN MENUAI DI TANAH TUHAN (Kejadian 26:3-6,12-13)

Tahukah Anda dengan Tanaman Bakau? Kumpulan tanaman ini disebut hutan Mangrove. tumbuh di air payau, dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Jikalau 1 tanaman ini ditanam di daratan  maka sudah barang tentu tanaman Bakau tidak akan tumbuh, apalagi berharap dapat menghasilkan anakan (bserkembangbiak). Ada ketentuan minimal yang sangat penting bagi tanaman Bakau untuk dapat tumbuh. Itulah yang disebut prasyarat produktivitas tanaman.

Demikian halnya jikalau kita bisa memahami konteks cerita Alkitab dalam Nats pembacaan renungan hari ini. Ishak ditetapkan untuk menjadi pewaris janji atau pemegang janji Tuhan kepada Abraham. Pada satu hari Tuhan perintahkan Ishak untuk menetap di Gerar. Tempat transit Ishak bukanlah sembarang tempat. Ada kandungan janji dan berkat jasmani bagi Ishak. Dan Ishak sangat memahami Gerar sebagai kota transit yang penuh kelimpahan berkat, Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. (Kejadian 26:12-13)

Ishak bukanlah petani ulung dengan sejumlah sertifitas dan kompetensi tinggi (sangat ahli). Dan bahkan dia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha atau petani sukses. Namun sangat jelas kita dapat melihat bahwa kunci satu-satunya adalah Ishak menabur di tanah yang Tuhan berkati dan menuai juga di tanah yang Tuhan berkati.

Perhatikanlah baik-baik. Selama kita taat dan menyelaraskan pikiran, perasaan dan tindakan kita dengan ketentuan, ketetapan dan hukum-hukum Tuhan, maka apa yang kita pikirkan, rasakan dan laksanakan pasti akan berhasil. Apa yang kita tabur, akan dilipatgandakan oleh Tuhan. Di sini berlaku hukum Eksponensial atau hukum pelipatgandaan atau Hukum Kelimpahan. Temukanlah tanah kelimpahan Anda yakni tanah perjanjian Tuhan yang bisa berupa lapangan pekerjaan, studi atau lading pelayanan rohani Anda.

 

Jumat – BEBAS DARI PERASAAN BERSALAH ADALAH PINTU MENUJU BERKAT (Ibrani 10:22-23)

Kebangkitan Hidup membebaskan kita dari kesalahan atas dosa kita. Kita telah percaya pada pengampunan Kristus dan kita tahu Dia akan mengampuni kita karena ketika Dia bangkit dari kematian Dia memperlihatkan pada kita bahwa Dia telah menanggung dosa kita. (#/TB 1 Ko 15:17) Paulus menulis, ‘Demikian sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus’. (#/TB Rom 8:1)

Perasaan bersalah merupakan salah satu kekuatan yang merusak dalam hidup seseorang. Tekanan yang secara terus menerus, sering terjadi di alam bawah sadar kita, ‘Kamu tidak baik!’ Para psikolog telah menulis banyak buku mengenai perasaan bersalah yang dapat merusak jiwa seseorang. Beberapa psikolog tersebut mengatakan ‘Jangan menambah perasaan bersalah pada seseorang dengan membicarakan dosa.’ Namun demikian, kita tetap berbicara tentang dosa karena kita telah tahu jawaban dari rasa bersalah tersebut. Kita menghadapi fakta bahwa kita adalah orang yang berdosa dan kemudian membiarkan Yesus Kristus menghapus dan membersihkan dosa kita dengan darah-Nya. (#/TB Ibr 10:22 1 Yoh 1:7). Hal yang menggembirakan adalah Allah tidak mengingat dosa kita lagi, (#/TB Yer 31:34) dan membebaskan kita dari perasaan bersalah.

Saat Paulus merasakan bagaimana Allah begitu murah hati pada orang yang paling berdosa seperti dirinya, Paulus secara spontan menyambut dengan sorak sorai seperti dalam sebuah syair, ‘Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.’. (#/TB 1Ti 1:17). Bersiaplah untuk menerima tuaian yang melimpah. (Sumber : SABDA, OLB)

 

Sabtu – MEMBERI AWAL MENUJU KELIMPAHAN (Amsal 11:24; 2 Korintus 9:6)

Dunia selalu mengajarkan kepada orang-orang bahwa kekuatan untuk memperoleh harta adalah dengan MENGHEMAT DAN MEMPEROLEH. Prinsip Kerajaan adalah sebaliknya. Dalam kehidupan Kerajaan Allah justru orang yang diberkati berlimpah adalah orang yang MENYEBAR DAN MENABUR HARTA. 

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. (Amsal 11:24)

Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (2 Kor 9:6)

Memberi adalah sebuah kekuatan untuk mengalami kelimpahan. Namun banyak orang Kristen tidak mamahami rahasia ini.  Sesungguhnya adalah fatal bagi orang Kristen yang tidak membangun karakter memberi dan menjadikannya gaya hidup. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Mal 3:10)

Allah ingin kita mengalami kebenaran tentang kelimpahan. Bukan saja untuk dipelajari sebatas pengetahuan. Sebab kelimpahan datang jikalau kita berani dengan iman melakukan kebenaran Tuhan secara utuh dan akurat. Tuhan pasti memberkati hidup kita sampai berlimpah-limpah tanpa berhenti, jikalau kitapun bersedia belajar setia member kepada orang lain. Jangagn kuatir, Anda tidak akan pernah menjadi berkekurangan setelah Anda memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. (Diadaptasi dari Buku Perjanjian Berkat, Penerbit Metanoia, 2005)

 

Minggu – MENGELOLA MODAL, MENGELOLA KELIMPAHAN (Markus 6:30-44)

Allah tidak memberikan kekayaan kepada kita dengan cara-cara instan (cepat). Ada pengajaran teori kemakmuran yang mengatakan bahwa cara memperoleh kekayaan  mistik, seperti pergi ke dukun untuk memperoleh mujizat melipatgandakan uang. Oleh sebab itu tidak sedikit orang Kristen yang imannya tidak tahan uji.

Memang Tuhan sanggup memberikan mujizat keuangan kepada kita. Tetapi ada perbedaan antara mujizat dan sulap. Sulap didasarkan pada trik dan ketidakbenaran. Sedangkan mujizat didasarkan pada kebenaran. Sulap mengabaikan tanggung jawab, sedangkan mujizat mengamalkan tanggung jawab. Setiap kali Yesus membuat mujizat, Ia meminta manusia untuk melakukan tanggung jawabnya. Perhatikan kisah Yesus member makan 5000 orang. Ada modal 5 roti dan 2 ekor ikan. Bagian Yesus membuat mujizat dengan menghasilakan roti yang berlimpah jumlahnya, sedangkan bagian murid-murid mengatur orang-orang yang ada dan membagikan roti kepada mereka. (Diadaptasi dari Buku Perjanjian Berkat, Penerbit Metanoia, 2005)

Ketika kita dapat mengelola modal atau kekayaan kita maka kita akan menjadi orang yang siap untuk memperoleh harta. Allah akan memberkati hidup kita, ­­seiring dengan seberapa bertanggung jawabnya kita akan harta yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

(Sumber : Pdt. Dr. Ir. Rachmat T Manullang, M.Si)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/04/23/hukum-kelimpahan">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram