KUASA YANG TAK TERBATAS

Renungan Minggu Ke-2_Maret 2018

KUASA YANG TAK TERBATAS

Ayat Hafalan :Kis 4:33  Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

 

Senin, 

MUJIZAT VS LOGIKA (Ibr 2:1-4)

Pada zaman now, manusia cenderung semakin mengandalkan logika. Survey menunjukkan bahwa manusia mulai semakin tidak mempercayai hal-hal supranatural, juga mujizat. Kesaksian tentang mujizat kesembuhan, ditanggapi dengan logika bahwa segala hal ada penjelasan rasionalnya. Strategi iblis untuk menjauhkan manusia dari Tuhan tidak lagi melalui intimidasi atau kekerasan, melainkan dengan humanisme atau rasionalisme. Ketika manusia mulai skeptis menanggapi mujizat, mereka semakin tidak mempercayai Tuhan.

Tuhan gemar melakukan mujizat. Tuhan menyatakan kuasa-Nya dengan mujizat. Di saat manusia mulai tidak mempercayai mujizat, batin terdalam mereka menantikan penyataan kuasa Tuhan. Tuhan mempertontonkan kuasa-Nya di hadapan mereka. Mungkin pada mulanya mereka menolak percaya (percaya akan hal-hal supranatural dianggap bodoh), tetapi pada akhirnya mereka akan takluk pada kuasa Tuhan.

Bagian kita, orang percaya, adalah jangan terbawa arus yang cenderung mengandalkan logika melainkan tetap percaya pada Tuhan bahwa mujizat kuasa Tuhan masih berlaku hingga sekarang. Kemudian ketahuilah bahwa Tuhan menyertai kesaksian kita dengan mujizat-mujizat-Nya dan tanda-tanda kuasa-Nya, sehingga setiap orang yang menerima kesaksian kita tidak dapat membantahnya, melainkan menjadi percaya.

 

Selasa,

SALURAN MUJIZAT (Kis 19:11-18)

Peristiwa kebangunan rohani di Soe, NTT pada era 60-an menyaksikan bagaimana kuasa Tuhan bekerja dengan dahsyat menyertai penginjilan yang diwartakan. Suatu kali para penginjil masuk ke sebuah kampung dan ditentang dengan keras oleh kepala dusun yang adalah seorang dukun terkenal. Dukun itu menyerang para penginjil dengan kuasa gelap tapi tidak mempan, sehingga dia bertanya dengan kuasa siapa mereka gunakan. Seketika itu kepala dusun percaya kepada Yesus dan seisi kampung bertobat dan dibaptis.

Allah bisa melakukan mujizat-Nya tanpa kita tetapi Dia TIDAK MAU. Dia ingin menggunakan kita, anak-anak-Nya, sebagai kepanjangan tangan-Nya untuk menyatakan kuasa mujizat-Nya. Pada masa gereja mula-mula, Paulus mengabarkan Injil dan Tuhan melakukan mujizat-Nya melalui Paulus, sehingga mereka yang menerima Injil menjadi percaya. Percaya pada nama Yesus dan percaya bahwa Paulus adalah utusan Tuhan. Tuhan tidak mau mempermalukan hamba-Nya.

Saudaraku, Tuhan mau memakai kita dan meninggikan kita supaya semua orang tahu bahwa kita adalah hamba-Nya. Bagian kita adalah memberitakan Injil dengan berani dan Tuhan akan melakukan mujizat melalui kita.

 

Rabu,

TRANFORMASI BUDAYA (Kis 2:41-47)

Cara hidup jemaat mula-mula sungguh luar biasa. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang percaya pada Yesus melalui penginjilan yang dilakukan oleh para rasul. Roh Kudus mengubah mereka, bukan hanya iman dan hati nurani mereka, melainkan juga cara hidup mereka. Terjadi transformasi budaya, dimana ego dan kesombongan ditanggalkan menjadi sebuah komunitas yang saling memperhatikan dan mendukung.

Transformasi budaya itu benar-benar menjadi shock therapy bagi masyarakat Yahudi pada umumnya. Mereka tercengang melihat jemaat yang kaya menjual miliknya dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Belum lagi sukacita yang tulus ditampilkan oleh jemaat itu dari hari kehari. Tuhan membuat perbedaan yang menyolok antara orang yang percaya dengan yang tidak. Tak ayal ini membuat semakin banyak yang tertarik untuk menjadi percaya. Ini menjelaskan bahwa tidak sedikit orang yang percaya kepada Injil setelah melihat kesaksian hidup kita. Mereka menantikan bukti bahwa kita adalah anak-anak Tuhan yang memiliki pola hidup alkitabiah.

Saudaraku, perkabaran Injil secara lisan adalah perlu, yaitu supaya mereka mengerti kebenaran Tuhan. Akan tetapi perubahan pola hidup atau kesaksian hidup kita adalah magnet pertama mereka untuk tertarik pada kebenaran Injil.

 

Kamis,

SISI MATA UANG (Kis 4:29-35)

Pada masanya, Yesus memberikan suatu revolusi mental dan spiritual bagi masyarakat Yahudi. Mereka yang selama ini terkungkung di bawah hukum Taurat dengan pengawasan ketat kaum ulama, mendapatkan kelegaan dan pencerahan. Firman Tuhan yang penuh kuasa mendobrak tembok hukum Taurat dan aturan kaum Farisi. Seperti sekeping uang logam: di satu sisi kaum Yahudi mendapatkan kemerdekaan spiritual, tetapi di lain sisi itu menjadi ancaman bagi kaum ulama dan Farisi.

Ternyata itu berlanjut pada masa para rasul. Mereka memberitakan Injil dengan berani disertai tanda-tanda dan mujizat yang mencengangkan. Jumlah orang percaya pun melesat tajam. Roh Kudus memberikan keberanian pada mereka untuk menginjili dan memperlengkapi mereka dengan mujizat. Akan tetapi kaum ulama tidak berhenti memburu dan membunuh orang percaya, karena mereka takut kehilangan pengaruh. Akan tetapi kuasa Tuhan tidak dapat dibendung. Semakin ditindas, Injil semakin menyebar.

Saudaraku, jangan heran jika di dalam memegang iman kita terkadang banyak tantangan. Tetapi apa yang kita takutkan? Bukankah kita harus lebih takut akan Allah semesta alam lebih dari segala ancaman manusia. Mari beritakanlah Injil Kerajaan-Nya dan nikmatilah kasih karunia Tuhan.

 

Jumat,

MENJAUHI KASIH KARUNIA (Ibr 12:12-17)

Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa kita akan terbebas dari benih kepahitan dan kekecewaan. HIdup kita dikepung dengan orang-orang yang mengecewakan dan menyebalkan. Maka benih kekecewaan dan kepahitan pun jatuh ke dalam hati kita. Seperti benih yang jatuh ke tanah, benih baru bisa tumbuh jika jatuh ke tanah yang subur. Jadi meskipun benih kepahitan jatuh, asalkan tanahnya tidak cocok benih itu tidak akan tumbuh. Tanah yang cocok untuk benih kepahitan dan kekecewaan adalah hati yang senantiasa dipenuhi ketakutan, pikiran negative, penyesalan dan segala kebencian. Sedangkan hati yang senantiasa dipenuhi pengucapan syukur, puji-pujian kepada Tuhan, pikiran positif dan kasih adalah tanah yang tidak cocok dengan benih itu.

Firman Tuhan menjelaskan bahwa hati kita menjadi tanah yang cocok untuk benih kepahitan jika kita menjauhkan diri dari kasih karunia Allah. Kasih karunia Tuhan seperti matahari yang tidak pernah berhenti memancarkan terangnya. Sebagian bumi menjadi gelap bukan karena matahari berhenti bersinar, melainkan karena bumi membelakangi matahari. Demikian pula kasih karunia Tuhan tidak pernah berhenti mengalir, tetapi kita tidak bisa merasakannya bukan karena kasih karunia Tuhan berhenti melainkan karena kita menjauhkan diri darinya.

Penuhilah hati kita dengan pengucapan syukur dan puji-pujian kepada Tuhan, maka benih kepahitan dan kekecewaan yang diterbarkan oleh roh jahat tidak akan tumbuh dan menjadi akar pahit.

 

Sabtu,

KAYA MUJIZAT (Luk 5:17-26)

Apakah mujizat yang terbesar? Bukan kesembuhan atau kebangkitan orang mati, melainkan anugerah keselamatan dari karya Kristus di kayu salib. Jadi, jika kita sudah menerima mujizat keselamatan, adalah mudah bagi Tuhan untuk menyembuhkan dan memulihkan kita. Akan tetapi pikiran manusia hanya mengakui bahwa yang dinamakan mujizat adalah kesembuhan atau pemulihan instan, sehingga tanpa sadar kita sering merendahkan nilai mujizat keselamatan. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ciri jemaat mula-mula adalah kaya dengan mujizat.

Mereka kaya dengan mujizat karena ada beberapa ciri gaya hidup mereka, yaitu:

  1. Ada kesehatian dan kesatuan, dimana mereka sama-sama menyadari bahwa mereka adalah satu tubuh
  2. Ada kerelaan dan ketulusan, dimana mereka menjual miliknya dan membagi-bagikannya tanpa pamrih atau motivasi lainnya
  3. Ada komunitas ibadah, dimana mereka senantiasa memecah roti dan memuji Tuhan
  4. Percaya, yaitu tidak ragu akan kuasa Tuhan

Jika saudara merindukan kekayaan mujizat di dalam komsel atau keluarga saudara, ikutilah gaya hidup jemaat mula-mula, yaitu sehati, tulus, senantiasa beribadah dan percaya!

 

Minggu,

IMAN DI AKHIR ZAMAN (Ibr 10:19-39)

Beberapa waktu terakhir ini sempat viral di social media tentang 2 aliran ‘kepercayaan’ baru yang berkembang di Amerika: yaitu gereja atheis dan luciferian. Gereja atheis melakukan ibadah layaknya gereja Kristen, dengan MC, nyanyian dan kotbah. Hanya saja yang mereka nyanyikan dan kotbahkan tidak tentang Tuhan (atau iblis) melainkan tentang kekuatan manusia (humanisme). Lalu, sebuah gereja yang terang-terangan memuja iblis dengan simbol-simbol anti Kristus (salib terbalik). Pemimpinnya bahkan memberikan target jemaatnya untuk ‘memurtadkan’ anak-anak Tuhan dengan imbalan mobil atau harta.  

Ini bukan tentang ancaman bagi gereja Tuhan, melainkan peringatan bahwa manusia zaman now cenderung ‘nyeleneh’ dan mencari alternative lain yang lebih memuaskan hasrat mereka. Mungkin kita tidak bisa memberangus gerakan mereka melainkan kita harus menguatkan iman kita dan umat yang kita layani sehingga tidak terpengaruh dengan aliran-aliran yang baru ini. Tantangan gereja Tuhan ke depan tidaklah lebih mudah, melainkan justru harus semakin kreatif untuk mematahkan kreatifitas mereka. Ini bukan ikut-ikutan, melainkan kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Harus ada yang membedakan antara Gereja Tuhan dengan di luar Gereja Tuhan. Goncangan akan Tuhan  izinkan untuk membuktikan bahwa Gereja Tuhan tetap tegak berdiri sehingga orang akan melihat dan datang menyembah Allah yang hidup. Mari kita semakin menguatkan iman kita di akhir dari akhir zaman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/04/23/kuasa-yang-tak-terbatas">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
SHARE