MUJIZAT-NYA ADALAH MILIKMU

Renungan Minggu Ke-4_Maret 2018

MUJIZAT-NYA ADALAH MILIKMU

 

Ayat hafalan : Markus 9:23-24

 23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat?

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”  24 Segera ayah anak itu berteriak:

 “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”

 

SENIN : Apa itu mujizat

Bacaan Kejadian 1:1-31

Mujizat merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang luar biasa atau di luar kebiasaan yang dikerjakan oleh Tuhan atau oleh Allah atau oleh Kuasa Roh Kudus dengan tujuan tertentu, misalnya untuk meneguhkan pengutusan seorang Nabi Tuhan, seorang Rasul Tuhan maupun seorang hamba Tuhan.  Firman Tuhan mencatat begitu banyak kejadian atau peristiwa yang secara meyakinkan dapat digolongkan sebagai mukjizat.  Dalam perikop yang kita baca hari ini, bahwa dengan kuasa Firman Tuhan maka langit, bumi dan segala isinya tercipta. Tuhan memulai sejarah dunia ini dengan sebuah mujizat yang luar biasa.  Bagaimana terjadinya semua itu, pikiran kita tidak dapat menyelaminya. Peristiwa ini harus kita terima dengan iman, mujizat harus kita terima dengan iman.

Coba pandang ke langit, siapa yang menempatkan matahari, bintang, bulan dan benda benda langit lainnya, itu adalah suatu mujizat yang luar biasa yang Tuhan kerjakan. Kalau hal yang luar biasa Tuhan kerjakan, terlebih terhadap apa yang kita alami saat ini, Tuhan sanggup melakukan dan mengadakannya. Yang penting kita harus mengerti rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Dia sanggup mengadakan apa yang kita perlukan seturut dengan kehendakNya.

Jikalau Tuhan menciptakan bumi dan segala isinya dalam enam hari, kita juga percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan mujizat untuk mengadakan apa yang kita perlukan hari ini.  Hari ini bawalah semua pergumulanmu dan keperluanmu kepada Tuhan dalam doa, pandang betapa hebatNya mujizat yang sudah Dia kerjakan, kuasa yang sama itu juga bekerja dalam hidup  kita hari ini. Biar melalui mujizat yang kita alami kita semakin percaya kepada Tuhan dan nama Tuhan semakin dimuliakan melalui hidup kita. Salam Tahun TUAIAN.

 

SELASA: MujizatNya adalah milikmu

Bacaan: Matius 14:13-21

Tahun ini adalah Tahun TUAIAN, tahun dimana Tuhan ditinggikan melalui kesaksian dan pujian umatNya, Tuhan membukakan pintu-pintu mujizat dan umat Tuhan menuainya dengan sorak sorai.  Umat Tuhan mengalami kemenangan atas semua musuhnya (musuh apa yang ada dalam hidupmu saat ini, bisa saja ketergantungan atas dosa tertentu, kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan, kondisi kesehatan atau ekonomi yang tidak baik, atau ketidakharmonisan dalam keluarga).  Tahun ini adalah tahun mujizat bagimu, mujizatNya adalah milikmu.

Mungkin selama ini seolah-olah pintu tertutup dan tidak ada jalan keluar, ini waktunya Tuhan membuka pintu-pintu mujizat, Tuhan yang menentukan semua yang ada, Dia Alfa dan Omega yang awal dan yang akhir. Dia mau melakukannya dalam hidupmu. Tuhan membutuhkan persembahan dari yang kita miliki, yaitu lima roti dan dua ikan.  Kita harus mempersembahkannya dengan penuh ketaatan, tidak ada yang disisakan, semua diberikan kepada Tuhan.  Tuhan mau agar semua bagian hidup kita, kita persembahkan kepada Tuhan, kita berikan untuk rencana Tuhan.

Selanjutnya murid-murid dengan penuh ketaatan melakukan seperti yang Tuhan Yesus perintahkan dan orang banyak itu menantikan makanan dengan penuh kesabaran.  Jadi untuk kita mengalami mujizat, Tuhan mau lihat ketaatan dan kesabaran kita.  Kita harus melatih hidup kita untuk mengikuti kehendak Tuhan daripada kehendak diri sendiri, memilih untuk percaya kepada Firman daripada kata orang atau kenyataan yang kita lihat. Kita harus sabar menantikan pertolongannya, tanpa ragu dan tanpa sungut-sungut atau tanpa mencari jalan keluar alternatif.

Mari kita bawa persembahan kita kepada Tuhan dengan penuh ketaatan kepada FirmanNya dan sabar menantikan pertolongannya.  MujizatNya tidak pernah terlambat, Tuhan akan kerjakan tepat pada waktunya.

 

RABU: Percaya Saja.

Bacaan: Markus 9:14-29.

Pernahkah kita mengalami satu pergumulan yang berat untuk lepas dari sakit penyakit, atau keluarga kita mengalami pemulihan dari kelemahan tubuh yang sudah lama dialami? Tentunya kita sangat berharap agar kesembuhan segera terjadi.  Selain berdoa, kita pasti mencari tenaga medis dan meminum obat yang disarankan. Bagaimana perasaan kita tatkala semua usaha sudah dilakukan uang sudah banyak dikeluarkan, tetapi belum ada hasilnya, atau kesembuhan belum terjadi.

Perikop di atas menjelaskan diskusi Tuhan Yesus dengang keluarga yang sakit, dijelaskan juga bahwa murid-murid sudah mencoba untuk menyembuhkan anak yang sakit tersebut tetapi tidak bisa. Di dalam kitab yang lain di Matius 17:17, Tuhan Yesus juga menjelaskan kenapa murid-murid tidak bisa melakukan mujijat, karena mereka tidak percaya. Yesus menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Dia dan bukan hanya bagi Tuhan saja tidak ada yang mustahil, tetapi juga bagi mereka yang percaya kepada Yesus tidak ada yang mustahil.

Kepercayaan yang mendatangkan mujizat adalah kepercayaan karena mendengar perkataanNya secara pribadi. Kepercayaan karena menyadari otoritasNya sebagai anak-anak Allah di atas penyakit, masalah dan atas setan.  Kepercayaan dibuktikan Dengan memperkatakan nama Yesus atas segala masalah atau “gunung” yang menghalangi janjiNya.

Mari umat Tuhan, bangkit,percaya Dan perkatakan FirmanNya sampai MujijatNya terjadi, karena mujijatNya adalah milikmu.  PERCAYA SAJA MUJIZAT TERJADI.

 

KAMIS: Mujizat Zaman Now

Bacaan: Kisah Para Rasul 3:1-10

Sekarang ini istilah “zaman now” sangat popular di masyarakat, yang artinya zaman ini, istilah yang mengajak kita bisa hidup sesuai dengan kondisi dimana kita hidup tidak ketinggalan zaman. Saya juga percaya karya Tuhan dalam hidup kita tidak ketinggalan zaman dan bahkan zaman harus menyesuaikan dengan kehendak Tuhan. Jadi karyaNya dan mijizatNya benar-benar terkini “mujizat zaman now” artinya mujizat ada di zaman kita sekarang ini. Di akhir zaman ini, dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan manusia, jangan pernah berpikir semua bisa diselesaikan dengan itu.  Tuhan mau agar kita senantiasa meninggikan Tuhan dan memberikan pujian kepadaNya, dimanapun kita berada, kita menjadi saksiNya, itulah tujuan mujizat itu.

Di dalam Perjanjian Lama mujizat bisa berupa penghukuman karena memang saat itu umat seringkali keras kepala dan tidak mau mendengarkan Tuhan, memilih untuk tidak taat kepada perintah Tuhan dan memilih jalannya sendiri, sedangkan di Perjanjian Baru banyak sekali kita baca mujizat untuk tujuan menyelamatkan manusia.

Tuhan melakukan mujizat dalam bentuk yang berbeda sesuai dengan kemajuan peradaban dan kebutuhan saat itu.  Kebutuhan manusia yang semakin kompleks di zaman now ini, Tuhan pasti melakukan mujizatNya melalui apa yang kita butuhkan, yang bertujuan supaya nama Tuhan ditinggikan. Kebutuhan setiap orang sangat berbeda-beda (coba berhenti sejenak dan merenungkan apa yang kamu butuhkan, apa yang kamu gumulkan), dan Tuhan mau agar kita mendapatkanNya oleh pertolongan Tuhan, itulah mujizat zaman now, kita mau hidup dari mujizat ke mujizat di zaman ini, dimanapun kita (di rumah, di kantor, di bisnis, di sekolah, kampus) kita mau mengalami mujizat.

Seperti yang dialami oleh orang lumpuh dalam perikop yang kita baca, ketika Petrus berkata, demi nama Yesus Kristus orang Nazaret itu berjalanlah, seketika itu mujizat terjadi.  Mahasiswa dan pelajar mengalami mujizat dalam nilai studinya, keluarga mengalami pemulihan dalam ekonomi dan keuangan, demikian juga prakarsa mengalami pemulihan dalam bisnisnya oleh karena kuasa nama Yesus Kristus dari Nazaret itu.

 

JUMAT: Fokus Kepada Tuhan bukan kepada Mujizat.

Bacaan: Lukas 17:11-19

Mujizat adalah sebuah fenomena, mujizat banyak sekali kita lihat didalam komunitas orang percaya. Kadang muncul pertanyaan, kenapa dia bisa mengalaminya sementara kita tidak bisa, kenapa dia bisa terbebas dari penyakit dan kemenangan dalam keuangan, sementara kita masih terus dililit hutang atau sakit penyakit. Sekali lagi ditengah pergumulan yang kita alami, kita melihat orang lain mengalami mujizat, dan kadang kita fokus kepada mujizat yang terjada.

Di tengah  kondisi seperti ini kita harus selalu waspada karena iblis bisa menggunakan hal ini untuk mengintimidasi dan menjauhkan kita dari Tuhan. Kadang kala ketika mujizat terjadi kita fokus adalah orang yang mengalami mujizat atau kepada mujizatnya sendiri. Karena kita fokus kepada mujizat, bisa saja menyeret kita kepada mujizat palsu yang dipaksakan yaitu harus berhasil dan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Percayalah, kalau memang itu bukan kehendak Tuhan, Tuhan tidak akan memberikan mujizat.

Biarlah kita tidak terfokus kepada mujizat tetapi berfokus kepada Tuhan sang pemberi mujizat, kalau Tuhan berkehendak maka Ia mampu lakukan dengan caraNya sendiri dan memakai segala sarana untuk menyatakan kuasanya kepada kita, bahkan dengan cara-cara yang melampaui akal dan pikiran kita.

Sama seperti kisah yang kita baca hari ini, sepuluh orang kusta disembuhkan dengan cara ajaib, satu orang fokus kepada pemberi mujizat, dia kembali kepada Yesus dan memuliakan Allah dengan suara nyaring sementara yang lain tidak, yang menurut saya mereka puas dengan mengalami mujizat. Nikmati setiap karya Tuhan di dalam hidupmu, hal yang besar atau kecil, karena semuanya itu membuat kita bisa bersyukur dan memuliakan Allah dengan suara nyaring. JANGAN FOKUS KEPADA MUJIZAT TETAPI FOKUSLAH KEPADA TUHAN YANG MELAKUKAN MUJIZAT.

 

SABTU : Penghalang Mujizat

Bacaan : Markus 6:1-6a

Dalam Perjanjian Baru, kita membaca bahwa sejak Yesus memulai pelayanannya di bumi, Yesus selalu melakukan hal-hal yang ajaib diluar akal dan pikiran manusia, diluar kebiasaan dan kondisi alam, manusia dibuatnya terheran-heran. Dia mulai dengan mengubah air menjadi anggur, yang lumpuh berjalan, yang buta melihat, menyembuhkan orang yang sakit kusta, serta meredakan angin rebut. Dia melakukannya dengan perkataanNya dan semua jadi sesuai dengan perintahNya.

Tetapi ada yang menarik dalam kisah pembacaan kita hari ini dikatakan bahwa Tuhan tidak mengadakan satu mujizat pun, yakni ketika ia berada Nazaret kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit. Padahal Nazaret merupakan kampung halaman Yesus, tempat Yesus dibesarkan dan di kota itu Yesus dan keluarganya tinggal dan bekerja sebagai tukang kayu artinya Dia sangat dikenal di Nazaret.

Ketika Yesus mengajar di Nazaret, mereka tidak bisa menerima dan mempercayai apa yang Yesus sampaikan, memang mereka takjub atau heran, tetapi dalam pikiran mereka ada pertanyaan yang didasari dengan latar belakang keluarga Yesus, mereka berkata  bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, mereka menolak Dia. Akibat penolakan atau ketidakpercayaan mereka tersebut, Alkitab mencatat bahwa Yesus tidak dapat melakukan mujizat di sana kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan di atas mereka.

“Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka” Mari jemaat Tuhan kita, jangan hanya takjub dan heran melihat karya Yesus, tetapi kita harus percaya kepadaNya. Hari ini  singkirkan ketidakpercayaan kita kepada Yesus, mujizat pasti terjadi.

 

MINGGU: MujizatNya terjadi sekarang.

Bacaan: Matius 9:27-31

Shalom semua, saya percaya bahwa kita semua sering mendengar orang menceritakan pengalaman yang ajaib bersama dengan Tuhan apakah itu di acara komsel atau ibadah, bisa juga dalam percakapan sehari-hari atau melalui media televisi.  Mereka berpikir bahwa kejadian itu tidak mungkin terjadi, hal itu mustahil, tetapi karena kekuatan dan kemurahan Tuhan, mereka mendapatkan jalan keluar, mereka mendapatkan kekuatan baru atau kesembuhan. Mereka mengalami kejadian diluar perkiraan mereka.  Mereka berkata “mujizat terjadi dalam hidupku”.  Tidak jarang juga kita dengar orang menceritakan, bahwa dia sudah begitu lama bergumul, berdoa tetapi sampai sekarang belum mendapat jawaban, lalu dia berkata kapan mujizat-mujizat terjadi dalam hidupku. Saudaraku mujizat tidak selamanya berbicara hal fisik, keuangan atau yang lainnya yang kita pikirkan. Hidup kita hari inipun itu sudah mujizat, kita bisa bernafas, kita bisa beraktifitas, kita bisa bersekutu dengan Tuhan itu adalah suatu mujizat. Bersyukurlah kepada Tuhan untuk apa yang Dia lakukan hari ini.  Mujizat bukan berbicara apa yang kita ingin atau butuhkan, tetapi apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup kita hari ini.

Bisa saja kita seorang yang setia berdoa dan berharap kepada Tuhan, tetapi ketika kita berdoa yang terpikirkan adalah apa mungkin mujizat terjadi, apa mungkin Tuhan jawab doaku hari ini? Kebimbangan dan ketidak percayaan muncul, kita berdoa tetapi kita tidak percaya.  Percayalah hari ini mujizat terjadi dalam hidupmu, Tuhan mau melakukannya asal kita percaya.  Seperti perkataan Tuhan kepada orang buta itu, percayakah kamu bahwa aku dapat melakukannya.  Orang buta itu menjawab, aku percaya dan seketika itu dia mengalami kesembuhan.  Mujizat terjadi sekarang ini. Haleluya. 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/04/24/mujizat-nya-adalah-milikmu">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
SHARE