JADILAH KEHENDAKNYA

Renungan Minggu Ke-1_April 2018

JADILAH KEHENDAKNYA

 

Ayat hafalan : Matius 6:9-10

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

 

 

Senin – GOD’S PERFECT WILL (2 Pet 3:9)

Mungkin kita pernah berpikir bahwa ada orang-orang yang akan diselamatkan dan ada yang tidak diselamatkan. Atau bisa juga kita merasa bahwa Tuhan membiarkan suatu nasib buruk, kesengsaraan atau kemalangan terjadi atas hidup kita atau atas dunia. Namun kebenarannya adalah Tuhan tidak pernah merancangkan satupun yang buruk atas manusia. Dari sejak semula Dia hanya ingin memberikan yang terbaik bagi umat manusia. Seperti seorang bapa yang mempersiapkan kelahiran anaknya, Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya agar menjadi tempat yang terbaik bagi manusia.

Bila ada yang menginginkan kebinasaan umat manusia, itu adalah si Pencuri. Kegagalan manusia mengerti maksud hati Allah atas hidupnya membuat manusia jatuh terhadap tipu muslihat si jahat. Pengkotbah mengatakan manusia tidak dapat memahami pekerjaan Allah dari awal hingga akhir. Namun kita dapat memilih untuk mempercayai Dia. Janji-janji-Nya Dia sampaikan melalui firman-Nya juga hamba-hamba-Nya agar kita memiliki pengharapan dan bertekun hingga pemulihan segala sesuatu.

Masihkah kita meragukan maksud hati Allah atas hidup kita? Masihkah kita mempertanyakan kasih-Nya atas dunia?Apakah kita memilih untuk mencari jalan kita sendiri ketika kita merasa Allah tidak bertindak? Saudaraku jangan biarkan ketidakmengertian kita atau Paulus katakan kebodohan kita mensabotase rencana Tuhan yang sempurna atas hidup kita.

 

Selasa – BUKAN KEHENDAKKU MELAINKAN KEHENDAK-MU (Mazmur 40:8)

Daud dicatat sebagai seorang yang melakukan kehendak Allah di generasinya. Pantaslah Yesus kemudian disebut sebagai Anak Daud. Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia tidak melakukan sesuatu apapun selain dari apa yang Bapa lakukan dan bahwa makanannya ialah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikannya. Bagaimana Daud dapat melakukannya? Karena ia senang melakukannya. Bagaimana ia bisa senang melakukannya? Karena dia menyimpan Taurat Tuhan dalam hatinya yaitu merendam pikirannya dengan merenungkan hukum-hukum Tuhan.

Kehendak adalah bagian dari jiwa dan dipengaruhi oleh pikiran kita. Seseorang yang tidak suka makan sayur dan buah dapat berubah menjadi seorang penyuka sayur dan buah ketika dia mulai belajar mengenai manfaat dan mengalami sendiri dampak dari mengkonsumsi sayur dan buah secara rutin. Manusia lahir baru masih memiliki jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) yang belum dibaharui, sehingga seringkali masih ada keinginannya yang tidak sesuai dengan kodratnya yang baru sebagai orang benar. Lalu bagaimana? Paulus mengatakan agar kita tidak hidup sama lagi dengan dunia ini, pikiran-pikiran kita harus diubah secara permanen yaitu melalui firman. Perenungan dan ketaatan kepada firman akan menghasilkan pewahyuan yang akan mentransformasi akal budi kita.

Aspek apakah dalam hidup kita yang masih kita hidupi menurut kehendak kita sendiri? Apakah hidup dalam firman-Nya masih menjadi sesuatu yang berat atau sebenarnya itu hanya dalam pikiran kita saja? Menyangkal diri atau menyalibkan kedagingan kita akan dapat menjadi suatu hal yang enak dan ringan ketika keinginan-keinginan atau kehendak kita ditransformasi menjadi seturut dengan kehendak-Nya.

 

Rabu – MENEMUKAN KEHENDAK ALLAH (Mat 13:45-46)

Kehendak (will-bhs Inggris) adalah maksud, tujuan, cita cita, keinginan atau kemauan, sesuatu yang mengekspresikan hati seseorang. Kehendak seseorang adalah gambaran hati orang tersebut. Sehingga untuk mengetahui kehendak Allah pertama kita butuh mengenal Dia. Pengenalan akan membuat seseorang dapat mengetahui kehendak sahabatnya meskipun tidak diucapkan. Pengenalan akan menumbuhkan kepercayaan. Kepercayaan kita kepada Allah akan menolong kita melihat melampaui apa yang kelihatan.

Kehendak Allah selalu bertentangan dengan kehendak kerajaan dunia ini. Kita tidak dapat hidup berkenan kepada Allah namun sambil mengejar kesuksesan yang ditawarkan dunia ini. Untuk menemukan tujuan Allah berarti melepaskan tujuan, cita cita dan keinginan kita semula sebelum kita mengenal Tuhan. Seseorang yang menemukan mutiara berharga dalam kitab Matius menjual seluruh miliknya karena baginya mutiara tersebut seharga dengan seluruh hidupnya. Jadi apakah dia kehilangan segalanya? justru sebaliknya, dia telah memperoleh sesuatu yang jauh lebih berharga.

Apa yang sangat berharga bagi hidupmu? Apakah terkadang sulit bagi kita untuk menemukan kehendak Allah? Bila menemukan kehendak Allah tidak menjadi sesuatu yang paling berharga lebih dari segala sesuatu di dunia ini maka kita akan melewatkannya.

 

Kamis – REALITA KERAJAAN ALLAH VS KONDISI DAN SITUASI (Kolose 3:2)

Rasul Paulus mengatakan bahwa “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Roma 14:17-18). Iblis berusaha untuk menyamarkan realita Kerajaan Allah dalam hidup kita dengan memanfaatkan kondisi dan situasi yang sedang kita alami. Masalah, tekanan, kekhawatiran, kesibukan, status, dsb bisa Iblis pakai untuk mengubah fokus kita kepada Kerajaan Allah tersebut.

Karya Kristus di kayu salib telah menyelesaikan segala hal tentang penghidupan kita di dunia. Tuhan ingin kita, sebagai orang yang telah dibangkitkan bersama denganNya, terfokus dan mengejar perkara yang diatas (yang kekal), bukan perkara yang dibumi (fana). Nyatakan Kerajaan Allah dalam hidup kita dengan terus menghidupi kebenaran dan mendeklarasikannya FirmanNya dalam setiap kondisi yang sedang kita alami (baik/buruk).

Roh yang ada di dalam hidup kita lebih besar daripada setiap roh yang ada di dunia ini. Yakinlah bahwa dunia Roh mempengaruhi dunia nyata, bukan sebaliknya. Jangan biarkan kondisi dan situasi mendikte iman kita. Mari penuhi hati dan pikiran kita dengan perkara yang kekal, sehingga realita Kerajaan Allah (kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus) nyata dalam hidup kita.

 

Jumat –  RUMAH ALLAH TEMPAT MANIFESTASI KERAJAAN ALLAH (Kej 28:17)

Rumah Allah adalah pintu gerbang sorga, tempat Allah memanifestasikan kerajaanNya di muka bumi ini. Di rumahNya dilahirkan dan dipersiapkan anak-anak yang terlatih untuk mengalahkan musuh (kej 14:14), menyiapkan anak-anak panahNya yang siap dilesatkan (Maz 127:4), menjadi tempat dimana kasih Allah dinyatakan (Yoh 13:35). KerajaanNya akan dimanifestasikan melalui kita yang adalah baitNya,  sehingga dunia akan mengenal Allah melalui kita sebagai umatNya. Karena itu, mari saudara, pastikanlah saudara tertanam dalam rumahNya, memberikan diri untuk dipersiapkan, bergerak dan bekerja bersama-sama menjadi alat Tuhan untuk memanifestasikan kerajaan Allah di dunia ini.

 

Sabtu – GUNUNG RUMAH TUHAN (Yesaya 2:2-3)

Tuhan memberikan otoritas penuh kepada kita anak-anakNya untuk berkuasa atas dunia, seperti  tujuan Tuhan menciptakan manusia pada mulanya, “… supaya mereka berkuasa…” (Kej 1:26) dan otoritas itu terealisasi diberikan kepada manusia ketika Tuhan membentuk mereka menjadi satu keluarga (Kej 1:28). Demikianlah di hari-hari ini, Tuhan akan menyatakan kehendakNya melalui rumahNya. Era ‘one man show’ sudah selesai, ini waktunya semua orang ada di dalam rumahNya untuk menerima otoritas yang Tuhan sediakan bagi GerejaNya, karena gunung rumah Tuhan harus berdiri tegak dan menjulanh tinggi diatas bukit-bukit. Mari saudara pastikan saudara terlibat bersama-sama dalam apa yang sedang Tuhan kerjakan didalam rumahNya.

Renungkanlah: Apakah saudara sudah dan sedang ambil bagian dalam mengerjakan Visi rumah rohani (jemaat)?

 

Minggu – MENGHADIRKAN KERAJAAN ALLAH DI BUMI (Mazmur 2:6-8)

Sion adalah gambaran gereja. Otoritas atas dunia ini Tuhan kembalikan kepada manusia yaitu kepada gereja-Nya yaitu raja-raja-Nya dan anak-anak-Nya. Otoritas yang kita miliki adalah pertama-tama otoritas atas hidup kita. Yesus mengatakan bahwa penguasa dunia ini tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Nya (Yoh 14:30). Hal ini adalah benar juga bagi gereja-Nya yang telah menjadi satu dengan Kristus. Hukum Kerajaan dunia ini tidak berlaku lagi atas hidup umat-Nya melainkan hukum Kerajaan Allah. Dosa, sakit-penyakit, masalah, bahkan maut tidak lagi punya kuasa atas hidup kita, sebaliknya kita diberi otoritas untuk menghardiknya dan mengalahkannya. Otoritas ini juga tidak hanya terbatas atas diri kita pribadi. Tetapi Tuhan menghendaki kita bertindak sebagai raja yang memerintah dunia dari Sion. Dari Sionlah keputusan-keputusan dan kebijakan-kebijakan atas kota, bangsa bahkan atas bangsa-bangsa harus ditetapkan.

Namun untuk dapat bertindak atas otoritas tersebut kita harus memiliki kualitas seorang raja dan seorang anak. Seorang raja memiliki kehormatan seorang raja, keberanian dan bertindak dengan otoritas. Dia membuat sesuatu terjadi ketika dia memberi perintah, ketika ia berkata-kata. Lepaskan otoritas dan kuasa ilahi melalui perkataan kita untuk setiap perkara yang terjadi di sekitar kita dimanapun Tuhan menempatkan kita.

Selanjutnya, kesadaran kita akan identitas kita sebagai anak Allah menjadi kunci untuk manifestasi gambar dan kuasa Allah semakin nyata dalam hidup kita. Anak memiliki benih bapanya dan berpotensi bertumbuh menjadi seperti bapanya asalkan ia tinggal dan dibesarkan oleh bapanya. Seorang anak juga berhak atas warisan dari bapanya. Bangsa-bangsa dan ujung-ujung bumi adalah warisan yang Tuhan sediakan bagi anak-anak-Nya.

Apakah ada perkara dalam hidup kita yang sepertinya masih menguasai hidup kita? Apakah kita ingin melihat belenggu dosa dipatahkan, sakit-penyakit menyingkir, pemulihan ekonomi, sosial, dan keadilan ditegakkan atas kota dan bangsa kita? Mari tempatkan diri kita sebagai seorang raja dan anak dari Kerajaan Allah, perintahkanlah dan mintalah apa yang harus terjadi menurut kehendak Bapa kita maka kita akan melihat otoritas dan kuasa Kerajaan Allah mengintervensi dan mengubahkan kota dan bangsa kita.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA