KRISTUS SEBAGAI KEPALA

Renungan Minggu Ke-4_April 2018

Kristus sebagai kepala

Ayat Hafalan: Matius 8:20 (TB) Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”


SENIN – KRISTUS SEBAGAI KEPALA (MAT 8:20)

Sejak manusia jatuh dalam dosa, sepanjang sejarah dunia, Tuhan terus mencari manusia sebagai tempat untuk Dia meletakkan diriNya. Yesus sebagi Tuhan seharusnya adalah yang memerintah dan memenuhi hidup mereka dengan kehendak, ide dan isi hatiNya. Melalu manusia Tuhan hendak menyatakan kehadiranNya di bumi. Kristus setelah naik ke surga juga mencari tubuhNya yaitu umatNya untuk menjadi tempat kediamanNya dibumi, menyatakan dan menjadi Tuhan yang berkuasa atas tubuh manusia yang taat bersedia menjadi bait kudus Tuhan. Tuhan rindu untuk meletakkan kepalaNya atas umatNya sehingga dapat secara bersama-sama menyatakan kemulian, kuasa dan kehadiran Tuhan di generasi ini. Sebelum bertobat, setiap manusia akan dipimpin atau yang menjadi kepalanya adalah kepala manusia Adam yang penuh dengan kedagingan dan telah berdosa; dan ketika kita lahir baru maka secara de jure secara hukum seharusnya Kristuslah yang menjadi kepala (yang memimpin) atas hidup tersebut. Tetapi secara defacto kenyataannya didalam manusia lama kita masih tersimpan memori tentang sifat, perilaku dan respons manusia lama dan yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba muncul menunjukkan respons asli diri kedagingan tersebut, walau sudah jadi anak Tuhan, masih ada paradigma dan tabiat dosa.

Jadi, bagaimana agar paradigma dan tabiat dosa dapat dipulihkan dan dibaharui? Disiplin diri setia berdoa, membaca Firman Tuhan, bersekutu dan beraksi ternyata adalah solusi untuk berubah dan dipulihkan, apakah saudara mau mengambil keputusan untuk membangun gaya hidup kerajaan Allah yang taat dan setia dalam doa, firman, bersekutu dan bersaksi sampai Kristus memerintah, karakter Kristus terlihat nyata dalam hidupmu?

SELASA – KRISTUS HIDUP DI DALAM HIDUPKU (1 Korintus 6:19-20)

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! Hidupmu sudah bukan milikmu lagi, melainkan milik Kristus. Sebagai jaminan atas segala sesuatu, Tuhan memberikan Roh KudusNya untuk tinggal didalam kamu. Roh kudus untuk menuntun dan menolong agar dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Ibadahmu yang sejati adalah dengan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah dan   tidak meniru keserupaan dengan dunia ini, melalui perubahan pembaharuan budimu. Artinya adalah, Kristus hidup didalam hidupmu untuk secara bersama-sama mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang besar, adil, dahsyat dan mulia, dan memuliakan Tuhan. Ketika saudara menyerahkan hidup kepada Tuhan itu artinya Kristus yang sungguh-sungguh memegang kendali atas hidupmu sebagai bait kudusNya, Rasul Paulus katakan: Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Fil 2:12-13).

Tuhan hendak memakai saudara untuk menjadi baitNya yang menyatakan hadirat, kasih dan kuasaNya yang penuh kuasa untuk menyembuhkan dan memulihkan hidupmu dan orang-orang di sekelilingmu, apakah saudara menyadari bahwa Kristus sungguh nyata hidup didalam hidupmu supaya hidupmu dapat menjadi sumber jawaban dan pertolongan bagi dunia-mu?

 

RABU – KRISTUS SUMBER SEGALANYA (Efesus 1:22-23; Yohanes 14:10-12)

Mengapa Kristus disebut sebagai kepala gereja? Apakah makna Kristus sebagai kepala maksudnya dalam posisi seperti tubuh jasmani manusia? Yang disebut sebagai “kepala” adalah bagian “leher ke atas,” seangkan tubuh itu mulai dari “leher sampai ke telapak kaki.” Kepala yang dimaksudkan Alkitab adalah berbicara tentang pusat kendali yang terditi dari otak, pikiran, dan nyawa (roh) manusia yang sesungguhnya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Otak berfungsi seperti hardware pada komputer, pikiran sebagi softwarenya, sedangkan nyawa (roh) adalah sebagai sumber kehidupan yang menjalankan dan mengendalikan otak dan pikiran manusia tersebut. Seperti otak, pikiran, dan nyawa (roh) berdiam di dalam tubuh dan mengendalikan seluruh tubuh, demikian pula Allah berdiam di dalam Gereja sebagai Tubuh Kristus dan mengendalikan tubuhNya untuk Tuhan pakai menjadi wujud kehadianNya dibumi. Secara kasat mata, kita tidak bisa melihat bagian otak, pikiran, dan nyawa (roh) seseorang, tapi wujud ekspresinya dapat dilihat dari ekspresi & respons tubuh tersebut, demikianlah seharusnya kehadiran Kristus ditengah-tengah umat Tuhan, kehadiran Tuhan haruslah terlihat dari respons kasih kebaikan dan pengorbanan yang nyata dalam kepedulian, empati, rela menolong orang lain dengan penuh sukacita.

Jadikanlah Kristus sebagai yang berkuasa, sebagai sumber segala sesuatu, dan kepala dari setiap sel tubuhmu untuk mewujudkan kehadiran Kristus, mengerjakan perkerjaan Bapa, secara nyata Kristus mengendalikan, mengerjakan dan mengekspresi diriNya, Yesus hidup didalam hidupmu (Baca: Efesus 2:10)

KAMIS – IMAM BESAR KEPALA RUMAH ALLAH (Ibrani 10:19-23)

Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Imam besar adalah orang yang memimpin ibadah untuk membawa korban persembahan kepada Allah dan juga sebagai juru bicara antara manusia dengan Allah dan juga sebaliknya sebagai penyampai pesan Allah kepada umat Tuhan. Tuhan Yesus adalah imam besar kepala Rumah Allah, sebagai yang berkuasa yang oleh kematiannya telah menjadikan setiap orang yang percaya diperdamaikan dan dipulihkan didalam Tuhan. Sebagai kepala, artinya Kristus sebagai pemimpin yang berkuasa dan yang menentukan setiap korban persembahan umat Tuhan dapat diterima dengan baik dan berkenan. Ibrani 10:22-23 mengatakan Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Apakah saudara masih ragu atas jaminan kasih kesetiaan pengampunan dan penerimaan Tuhan atas hidupmu? Apapun keadaanmu hari ini, jangan biarkan Iblis merampas dan mengintimidasi kemerdekaan dan statusmu sebagai anak-anak Tuhan yang terkasih didalam Kristus.

 

JUMAT – BERTUMBUH KEARAH KRISTUS (Efesus 4:15-16)

Tuhan telah menyusun agar seluruh tubuhNya rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. Tuhan mau agar setiap umatNya bertumbuh dalam segala hal dan terarah kepada Dia, menjadi pusat dari segala hal dan dalam seluruh kehidupan umatNya. Semua talenta, potensi, karunia, karakter, kasih haruslah bertumbuh dalam segal hal diarahkan kepada Kristus, dikembangkan dan digandakan untuk menjadi buah kehidupan.

Sikap menjadikan diri sendiri sebagai pusat atau tujuan hidup bukanlah gaya hidup kerajaan Allah. Kita bersyukur karena proses pertumbuhan iman dan jasmani kita Tuhan yang mengerjakannya, bagaimana terjadinya pertumbuhan itu tidak diketahui orang. Firman Tuhan: Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu (Mark 4:26-28). Pertumbuhan kita bukanlah karena perbuatan manusai (hamba Tuhan), lembaga gerejawi, organisasi pelayanan atau keluarga, tetapi Tuhan kerjakan ketika kita memilih untuk hidup dalam kebenaran dalam kasih yaitu, oleh karena kasih kepada Tuhan memilih tetap teguh dan tunduk kepada Allah dari pada harus melakukan dosa; ketika mendisiplin diri untuk hidup jujur, tidak berdusta, tidak mencuri; ketika rela berkorban memilih untuk beribadah daripada melakukan kegiatan duniawi, dan ketika kita sungguh-sungguh haus dan lapar akan firman Tuhan.

Bagaimana agar bertumbuh ke arah Kristus? Caranya adalah, Percaya segenap hati bahwa Kristus telah mati untuk menyelamatkan dan melayakkanmu menjadi warga kerajaan Allah; Kasihi Tuhan dan FirmanNya dengan setia doa, baca Alkitab & bersaksi; Berbuah dalam buah-buah pertobatan dan buah-buah Roh, setia bersekutu dalam komunitas anak-anak Tuhan, dan menyangkal diri, mendisiplin diri untuk berani hidup berbeda dengan dunia ini (Roma 12:1-2). Mari terus bertumbuh ke arah Kristus sampai rupa dan kemuliaan Kristus semakin nyata terlihat melalui karakter & hidupmu!

SABTU – KRISTUS KEPALA ATAS ANGGOTA TUBUHNYA (Efesus 5:29-33)

Pada Efesus 5:32-33, dikatakan bahwa Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Dalam Firman Tuhan Efesus 5:32-33 ini Rasul Paulus menjelaskan pengertian bahwa dia tidak sedang membicarakan secara khusus tentang suami dengan istri, tetapi sedang membicarakan hubungan Kristus dengan jemaat. Yaitu kebenaran ilahi tentang hubungan Kristus dengan jemaatNya. Pada ayat 32 kata ‘rahasia’ berasal dari kata‘musterion’ (Yunani), kata yang sering digunakan untuk menjelaskan tentang informasi-informasi rahasia dari organisasi yang tertutup, yaitu informasi-informasi yang akan diberikan hanya kepada anggota-anggota saja. Dan makna rohani dari kata musterion’ ini menjelaskan bahwa Rasul Paulus sedang mengajarkan kepada Gereja Tuhan untuk dapat memahami kebenaran ilahi bahwa Kristus sebagai kepala Gereja digambarkan sebagai kepala dan Jemaat sebagai tubuhNya yang sebagai kepala dari jemaat, Kristus hanya akan berkomunikasi dan berkoordinasi serta membukakan kebenaran-kebenaran yang murni yang di Alkitab secara khusus hanya kepada jemaatNya, anggotaNya yang percaya, dan yang tinggal didalam Dia.

Sebagai rekan sekerja Allah, sejatinya Tuhan sangat berkeinginan untuk menyatakan rahasia kerajaan dan kebenaran-kebenaran ilahiNya kepada orang-orang yang sunggguh-sugguh mengasihi dan mengharapkannya. Tuhan rindu agar kita siap dan layak untuk setiap janji, kuasa dan kasih Tuhan, seberapa haus dan antusiaskah saudara untuk melekat kepada Kristus dan FirmanNya?

 

MINGGU – YESUS KEPALA DARI TUBUH (Kol 1:18)

Hubungan Kristus dengan jemaat-Nya seringkali juga di gambarkan atau analogikan seperti kepala dan tubuh. Firman Tuhan katakan, Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Jemaat haruslah mengikuti, meneladani Kristus sebab karena Kristus setiap orang yang percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan jurus selamat telah diperdamaikan dan dikembalikan kepada tujuan Allah atas hidupnya. Kristus telah membuat kita layak dan berkenan atas segala berkat-berkat Abraham, karena Kristus adalah Kepala dengan segala keutamaan-Nya dan yang berhak memimpin dan mengarahkan umatNya. Dia ingin menjadi kepala atas umat yang adalah tubuhNya, Dia rindu menjadi raja yaitu memerintah, mengontrol tubuhNya, tubuh yang siap menjadi budak bagi Yesus, apapun, kapanpun, kemanapun, yang Dia kehendaki tanpa pamrih, tanpa batas, dan menjadi kepala atas tubuhNya, ketika tubuh, yaitu Gereja atau umatNya dengan pemahaman yang benar dan sukarela melepaskan segala ambisi, kehendak untuk dirinya sendiri. Mari umat Tuhan, rindukanlah Dia sepenuhNya memerintah atas hidupmu, Yesus menjadi Raja atas hidupmu.

Pada saat kita lebih mementingkan aktivitas rohani lebih dari sebagai penyembah-penyembah dalam Roh dan Kebenaran maka sesungguhnya kita telah mengabaikan yang terutama; dan ketika umat Tuhan sudah lebih bergantung kepada kekuatan dan pengalaman pelayanannya dalam melayanai Tuhan, maka sesungguhnya kita telah kehilangan yang paling utama dalam ibadah kita, jadikanlah Yesus sebagai pusat (kepala) yang memerintah disetiap aktivitas dan penyembahanmu dan didalam kehidupan seluruh jemaat Tuhan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/04/25/kristus-sebagai-kepala">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram