KUASA KEBANGKITAN

Renungan Minggu Ke-2_April 2018

KUASA KEBANGKITAN

 

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya

Filipi 3 : 10

  

SENIN – MENGENAL KUASA KEBANGKITAN -1

(Filipi 3 : 10, Hosea 6 :2-3, Mazmur 25 ; 14)

 Kuasa kebangkitan Kristus membuktikan bahwa kita memiliki hidup yang berkemenangan, memiliki pengharapan masa depan yang pasti dari Tuhan.  Ketika menyadari bahwa apa yang dialami oleh Yesus memberikan teladan dan bukti yang nyata bahwa hanya Yesus satu-satunya penebus, membayar lunas segala dosa dan pelanggaran kita. Yesus mati, di kubur, bangkit pada hari yang ketiga.

Kuasa kebangkitan memberikan kita kepastian bahwa ada kuasa yang mampu membawa setiap kita yang percaya berpindah dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib.  Kuasa kebangkitan juga memberikan kita suatu Pengharapan iman, bahwa tidak ada yang mustahil di dalam Dia.  Pertanyaan Utama yang penting adalah bagaimana kita hidup dalam kuasa kebangkitan tersebut, ada 3 hal yang harus kita alami ;

  1. Kita harus memiliki kerinduan untuk senantiasa mengenal Allah dan seluruh kuasa rencanaNya atas kita, dengan memiliki kerinduan ini, maka kita mengalami “kedalaman hubungan” Alkitab mengatakan dalam kitab Hosea 6:3 “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hos. 6:3)

Dengan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, maka Ia berjanji untuk memberitahukan seluruh rancangan/rencanaNya serta perjanjianNya kepada kita “Mazmur 25 : 14 “Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka.  Langkah awal untuk mengenal kuasa kebangkitanNya adalah dengan mengenal Dia secara Pribadi.

 

SELASA  –  MENGENAL KUASA KEBANGKITAN -2

(Yakobus 1 ; 12, 1 Yohanes 2 : 6, Kolose 3 :1-3)

Langkah selanjutnya untuk kita dapat mengenal kuasa kebangkitanNya, adalah ;

Miliki Persekutuan dalam PenderitaanNya (Yak. 1: 12)

Yesus sebagai manusia mengalami keseluruhan penderitaan, baik roh, jiwa dan tubuh, tidak ada satupun manusia didunia ini yang pernah menderita seperti Yesus menderita.  Yesus mengalami penderitaan terberat ketika menyelesaikan karya terakhir di kayu salib. Ekspresi dari puncak penderitaanNya adalah ia  berteriak pada jam tiga,  “Eloi, Eloi, lama sabaktani?”  yang berarti:  Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34).   Segala penderitaan sejak Ia difitnah, disiksa dan disalibkan, Ia tidak berteriak.   Tetapi ketika Ia di “tinggalkan oleh Bapa”, karena dosa manusia, hal itulah yang membuat Ia berteriak karena itulah penderitaan terberatNya.

Miliki pikiran dan perasaan seperti Yesus alami (dalam penderitaan), apapun tidak akan membuat Ia berteriak, kecuali ditinggalkan Bapa (kehilangan hubungan yang intim)

Menjadi Serupa dengan Kristus (1 Yoh. 2: 6)

Ketiga, Menjadi serupa dengan Kristus berarti hidup kita harus memiliki gaya hidup yang sama.    Menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, artinya hidup kita harus berani mematikan perkara-perkara duniawi atau hal-hal daging, dan  siap menjalani hidup dengan memiliki pikiran dan perasaan Kristus, bahkan siap memikirkan perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi, seperti rasul Paulus katakan kepada jemaat di Kolose, demikian   “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. (Kol. 3: 1-3).

 

RABU  – KUASA KEBANGKITAN MEMBERIKAN PENGHARAPAN

(I Korintus 15: 12-20)

 Kebangkitan Kristus memberikan pengharapan akan kebangkitan orang mati.    Jika Yesus tidak dibangkitkan maka firman Tuhan katakan maka sia-sialah semua kepercayaan atau iman kita saat ini,  bahkan dikatakan bahwa kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.    Untuk itulah kepercayaan pada kuasa kebangkitan memberikan kita kepastian bahwa kita akan bangkit dari kematian dan hidup berkemenangan bersama Kristus (sebagai yang sulung)  Dan hidup yang kita jalani hari adalah sementara, karena kuasa kebangkitan akan membawa kita hidup dalam kemenangan kekal.

Seperti apa yang telah dikatakan oleh kitab suci dan disaksikan oleh Kefas, kedua belas murid serta disaksikan kembali oleh 500 murid, di tambah oleh Yakobus kemudian oleh semua rasul.  Demikianlah kita hari ini sekalipun kita tidak menyaksikan oleh mata jasmani kita, tetapi oleh kasih karuniaNya kita dapat menyaksikan kuasa kebangkitanNya dengan iman. Dan iman di dalam Kristus Yesus tidak akan pernah sia-sia, amin !

 

KAMIS  – NAMUN AKU HIDUP BUKAN LAGI AKU SENDIRI YANG HIDUP

(Galatia 2 : 20)

Bagaimana agar kita dapat hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus?

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:20a).

Rasul Paulus telah menyalibkan segala keinginan daging dan segala hawa nafsunya di dalam dirinya.  Walaupun dibesarkan dan hidup sebagai orang terpelajar dan mengetahui serta menguasai banyak hal (berwawasan luas), tetapi dia menanggalkan segala keberadaannya dan membiarkan Kristus menguasai hidupnya.

Segala hal yang sebelumnya dia anggap berharga, justru dia anggap sampah (rugi)  oleh karena pengenalannya akan Kristus. Pengenalan akan Kristus menjadi prioritas utama dalam hidupnya sehingga Tuhan memimpin dan menuntun hidupnya, serta memakai kehidupan Paulus dengan luar biasa.  Biarkan Kristus yang hidup dan menjadi raja dalam hidup kita.  Singkirkan segala keangkuhan dan kesombongan hidup kita agar Kristus dapat menjadi nyata dalam hidup kita.

Tuhan akan membawa kita masuk ke dalam rencana-Nya yang indah dan memakai kehidupan kita menjadi saksi dan teladan bagi banyak orang

Sudah siapkah saudara?

 

JUMAT  –  KUASA KEBANGKITAN MENGALAHKAN MAUT

(Wahyu 1 : 17-18, 1 Korintus 15 : 54-55)

 Kebangkitan Kristus sekaligus mendeklarasikan bahwa kematian dan maut tidak dapat menguasai diri-Nya. Kebangkitan-Nya dari kubur menyatakan bahwa Kristus dapat menaklukkan kuasa maut. “… Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Wahyu 1:17b-18).

Iblis adalah bapa penipu, dan dia akan selalu menipu kita dengan segala tipu muslihatnya. Iblis tidak suka jika kita menerima keselamatan dari surga, dan dia akan berusaha dengan segala cara untuk dapat menarik kita untuk jatuh kembali kepada dosa.

Segala tuduhan yang muncul dari dalam pikiran kita merupakan salah satu cara Iblis agar kita tidak menggunakan kuasa yang telah diberikan kepada kita (Kisah Para Rasul 1:8). Iblis akan selalu membuat kita merasa tidak layak dan kalah dalam setiap pergumulan kita. Jangan mau diperdaya oleh Iblis karena Yesus Kristus telah menang untuk memberi kita kemenangan.

Cukup satu kali saja karya salib Kristus, dan kita menjadi menang untuk selamanya. Singkirkan segala keraguan dan tudingan yang muncul dalam pikiran kita, yakinlah dan gunakan kuasa yang telah diberikan kepada kita untuk mengalahkan musuh sehingga kita dapat berkata, “Hai Iblis, kau tidak berhak lagi menganggu hidupku!”

“… Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Korintus 15:54b-55).  Kebangkitan Kristus memberikan kita keselamatan sekaligus kuasa untuk menjalani hidup ini sebagai pemenang. Mari raih kemenangan itu dengan hidup berjalan bersama Kristus. Haleluya!

 

SABTU  – FAKTA-FAKTA KUASA KEBANGKITAN

(Roma 6, 8,11 ; Wahyu 3 :21)

Sebagaimana Kristus telah bangkit, demikianlah sekarang kita hidup di dalam Dia. Camkan firman-Nya: “Supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian jugalah kita akan hidup dalam hidup yang baru. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. …. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” (Roma 6:8,11).

Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.” (Wahyu 3:21).

Kebenaran-kebenaran apakah yang terkandung di dalamnya? Renungkanlah fakta-fakta  kebangkitan Tuhan Yesus ini:

  • Kematian tidak berkuasa atas diri-Nya.
  • Berada dalam alam kemuliaan surgawi.
  • Sebagai Pribadi yang telah menaklukkan kuasa iblis secara mutlak.
  • Sebagai pemegang otoritas atas segala yang ada.
  • Menantikan kemenangan gerejaNya yang sempurna, bahwa segala yang ada di bumi akan  bertekuk lutut di hadapan-Nya, mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Sebagai Raja segala raja, Dia akan  mengajak kita gerejaNya, orang-orang yang mengasihi-Nya dengan murni, untuk memerintah Bersama denganNYa.

 

MINGGU – BETAPA HEBAT KUASA KEBANGKITAN-NYA

(Efesus 1 : 19-22)

 Kuasa kebangkitan-Nya membuat kita selalu memiliki keberanian dan pengharapan bahwa kita pasti bangkit kembali. Ketika kita mengalami salib (ujian, tantangan, masalah, bahkan ketika nyawa kita terancam). Maka kita pasti akan mengalami kuasa kebangkitan.

 “Jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.”

Apapun yang sedang kita alami, kuasa kebangkitan sudah ada di dalam kita.  Dan itulah yang membuat kita tidak pernah gentar dengan apapun yang ada dihadapan kita. Muliakanlah Tuhan dengan apapun yang terjadi atas hidup kita. Orang yang memuliakan Allah akan segera melihat manifestasi kemuliaan Allah.

Ingatlah, bahwa Kuasa kebangkitan Kristus menjadikan kita berotoritas di bumi untuk mengeksekusikan kuasa kebangkitan-Nya. “Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, ….membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.” (Efesus 1:19-21 ).

Kuasa-Nya yang telah bekerja membangkitkan Kristus dari antara orang mati itu disediakan bagi kita yang percaya. Betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya. Kristus telah bangkit, kita juga bangkit. Hiduplah senantiasa dalam kuasa kebangkitan-Nya. Amin!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA