RUMAH KEMULIAAN

Renungan Minggu Ke-5_April 2018

RUMAH KEMULIAAN

 

“Setelah Salomo mengakhiri doanya, apipun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu”

2 Tawarikh 7 : 1

SENIN – PERNYATAAN PERKENANAN

(2 Tawarikh 7 ; 1-3)

 Tahun Tuaian berbicara tentang masa dimana kita memperoleh semua apa yang kita harapkan pada masa kita menabur, Tuaian (harvest) artinya kita mengalami kelimpahan janji Tuhan. Sama seperti seorang petani yang menabur, pasti ia mengharapkan hasil dari jerih lelah (korban) selama ia menabur, maka tuaian berbicara penggenapan semua harapan petani semasa menabur.  Dan tahun 2018 adalah tahun dimana Tuhan akan menggenapi janjiNya bagi kita. Untuk kita dapat mengalami semua yang Tuhan janjikan, kita harus mengalami perkenananNya. Tanpa perkenananNya, maka sia-sia supaya yang kita usahakan. Keberhasilan kita bukan ditentukan oleh  manusia tetapi ditentukan oleh kehadiranNya dalam setiap yang kita lakukan.  Dan apa yang dilakukan oleh Salomo dalam nas alkitab yang kita baca hari ini, ia mengalami perkenananNya dengan dibuktikan “api turun dari langit memakan habis korban bakaran dan sembelihan dan kemudian tampak kemuliaan Tuhan.  Kemuliaan Tuhan adalah manifestasi kehadiran Tuhan.

Mari kita belajar dengan perikop ini, ketika Salomo merendahkan dirinya dan berdoa maka kemuliaan Tuhan nyata dalam hidupnya, dan Salomo mengalami semua yang Ia janjikan.

Marilah  kita semua merendahkan diri dan meminta kemurahanNya turun atas apa pun yang kita kerjakan, baik dikeluarga, pekerjaan, usaha dan pelayanan, maka kita akan lihat kemuliaan Tuhan nyata dalam seluruh aspek kehidupan kita. Amin!

 

SELASA  – KEMULIAAN-NYA MENUNTUN

(Keluaran 13 : 21-22)

“Apa yang dimaksud dari kata kemuliaan?” Menurut bahasa Alkitab Perjanjian Lama, maka istilah/arti ”Kemuliaan” itu diambil dari kata ”Kabod” (Bhs. Ibrani), artinya: “Mulia, Agung, Makmur, Berlimpah, Kaya.” Dan menurut perjanjian baru diambil dari kata ”Doxa” (Bhs. Yunani), artinya: “Semarak, Kecemerlangan, Kemasyuran, Terkenal”.

Kemuliaan adalah manifestasi dari kehadiran Tuhan.  Dampak  yang dihasilkan dari “Kemuliaan” adalah, yang pertama adalah memberi tuntutan atau arah, Keluaran 13:21-22 berkata: ”TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.”

Kemuliaan Tuhan menuntun umatNya, di padang belantara untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan-Mesir ke negeri yang dijanjikanNya, maka ini merupakan sebuah perwujudan adanya kehadiran Allah di tengah umatNya. Ketika  Allah hadir maka disana ada pernyataan ”KemuliaanNya”. Yang akan membawa/memindahkan umatNya dari gelap (perbudakan dosa) kepada terangNya yang ajaib (kemenangan, pemulihan dan kesembuhan). (1 Petrus 2 :9)

Marilah kita hidup dalam kemulianNya karena itu akan membawa kita dalam perubahan dan kemenangan yang sejati? Amin  !

 

RABU  – KEMULIAAN-NYA MEMBAWA PERLINDUNGAN

(Keluaran 33 ; 22, Ayub 1 ; 10)

Keluaran 33:22 berkata: ”Apabila kemuliaan-Ku lewat maka Aku akan menempatkan dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi (melindungi) engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.”   Ayat ini menegaskan pada kita bahwa kemuliaanNya membawa perlindungan, perlindungan dalam segala aspek kehidupan kita.   Ketika manusia mengandalkan “dunia” ini untuk memberikan rasa aman, manusia mengandalkan harta, uang, pekerjaan, tetapi firmanNya berkata seperti pada Ayub 1 ; 10 bahwa yang sebenarnya memberi perlindungan atau memagari kita, bahkan apa yang kita anggap sebagai perlindungan (harta, uang, rumah, pagar) adalah AllahAllahlah yang memagari Ayub!.   Menghadirkan kemuliaan Allah di dalam hidup kita akan membawa perlindungan yang teguh, harta dan  dana  akan habis (berlalu), tetapi perlindunganNya akan tetap selama-lamanya.

Jadi, kemuliaanNya membawa perlindungan. Perlindungan dalam segala jalan hidup kita.

Ketika Allah menyatakan kemuliaanNya, maka Allah memberi Ayub ”pagar perlindungan” terhadap sekeliling dia, rumahnya dan segala yg dimilikinya, diberkati dan dan makin bertambah.

Mulai hari ini hadirkan kemuliaan Tuhan melalui Doa serta pujian penyembahan yang berkenan, maka perlindunganNya yang hebat akan senantiasa tinggal tetap dalam kehidupan kita.  “Ingatlah bukan dengan kuat dan gagah, tetapi RohKu kata Tuhan

Jadi, kemuliaanNya membawa perlindungan. Perlindungan dalam segala jalan hidup kita.

 

 KAMIS  – KEMULIAN-NYA MEMBAWA KEMAKMURAN

(1 Tawarikh 13 : 1-14)

1 Taw.13: 14 berkata: ”Tiga bulan lamanya tabut Allah itu tinggal pada keluarga Obed-Edom di rumahnya, dan TUHAN memberkati keluarga Obed-Edom dan segala yg dipunyainya.”

Banyak kita sudah mengerti kisah ini, ketika Tabut Allah tersebut dititipkan (disimpan) Daud di rumah keluarga Obed  Edom, maka tampaklah mujizat terjadi dimana keluarga ini mengalami kelimpahan berkat yang luar biasa.  Kehadiran tabut yang menggambarkan kemuliaan Allah hadir di rumah Obed Edom, kehadiran Allah membawa Allah turut campur tangan dalam segala aspek kehidupan keluarga ini,  Dan Allah adalah Allah yang turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan”

KemuliaanNya yang merupakan manifestasi kehadiran Allah membawa kemakmuran dalam keluarga yang mau menerima Ia menjadi Tuhan.   Kehadiran Tuhan sangat kita perlukan untuk kita mengalami semua yang Ia janjikan di tahun tuaian ini.  Ia akan membuat kita semua tercengang dengan apa yang Ia buat.

Mari kita undang “KemulianNya atau kehadiran Tuhan masuk dalam seluruh aspek kehidupan kita, maka engkau akan mengalami sama seperti Obed Edom alami, yaitu tahun tuaian !

Sudaj siapkan saudara?

 

JUMAT  –  KEMULIAAN-NYA MEMIKAT DAN MENGUBAHKAN

(Yesaya 60 ; 1-22, Hagai 2 ;10, 2 Korintus 3 ; 18)

Di dalam Yesaya Pasal 60 dikatakan kalau kemuliaanNya menjadi nyata atas kita (Yes.60:2), maka bangsa-bangsa akan datang berduyun-duyun kepada kita…bahkan, kelimpahan dan kekayaan bangsa-bangsa akan beralih kepada kita, dan Allah akan meninggikan (mempermuliakan) kita.   Ayat menegaskan bahwa janjiNya ya dan amin dan Ia berjanji, jika kita meninggikan Dia, maka Ia akan membawa semua bangsa menyembahNya  dan kemuliaanNya akan menarik atau memikat banyak bangsa-bangsa.

Bukan saja memikat tetapi juga kemuliaanNya akan mengubahkan bangsa-bangsa.

2 Kor.3:18 berkata:  ”Dan kita semua mencerminkan kemuliaan TUHAN dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari TUHAN yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”

Jadi, kemuliaan Allah itu berkuasa untuk mengubah hidup kita dan bangsa-bangsa dalam kemuliaan yg lebih besar dan dahsyat.

Hagai 2 : 10 katakan bahwa rumah ini (Gereja) kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula. Haleluyah.

Ketika Gereja meninggikan Dia dan membawa kemulianNya, maka Gereja akan bangkit dan jadi pemenang.

Sudahkan kita mengundang kemuliaanNya hadir di rumah kita dan digereja?

 

SABTU   –  KEMULIAAN-NYA  MEMBAWA KEGENTARAN DAN PERTOBATAN

(2 Tawarikh 7; 3, Kis 9 ; 1-19)

2 Tawarikh 7:3 berkata: ”Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: ”Sebab Ia baik! Bahwasanya utk selama-lamanya kasih setia-Nya.”    Jadi, kemuliaan Allah itu membawa ketakutan, kegentaran dan rasa hormat yang tinggi terhadapNya.

Ketika kemuliaan Tuhan hadir maka tidak seorang pun dapat bertahan, kita hanya dapat tersungkur, penuh penghormatan dan kegentaran.  Mulut kita hanya bisa berkata dan menyembah : Sebab Engkau baik!, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya

Kisah Pertobatan Saulus/Rasul Paulus (Kis.9) menegaskan pada kita bahwa tidak suatu hal yang dapat dilakukan oleh Saulus. Ketika ia mengalami perjumpaan dengan Allah, ia hanya bisa bersujud dan bertobat dari jalan-jalannya yang jahat.  Perjumpaan dengan Tuhan membuat Saulus mengalami pertobatan sejati, dan ia pun mengubah namanya, menjadi Paulus.

Dan ketika kemuliaan Allah hadir dalam hidupmu, maka Ia akan mengubah hidupmu dan memindahkannya dari gelap kepada terangNya yang ajaib

 

MINGGU – JALAN MENUJU KEMULIAAN

(2 Tawarikh 7 : 1-2, Imamat 10 : 3 )

2 Taw.7:1-2 berkata: ”Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun dari langit memakan korban bakaran dan korban2 sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu.

Jadi, jalan menuju kemuliaanNya …rahasia melihat kemuliaanNya adalah dengan DOA.

Doa membawa kita menikmati kuasa dan kasihNya yang dicurahkan atas kehidupan kita. Doa adalah nafas kekristenan kita, yang membawa kita tetap untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah. Doa selalu membawa kita masuk lebih dalam lagi masuk ke dalam keintiman dan komunikasi yang erat dengan Allah. Doa mendatangkan anugerah, jawaban, mujizat, kesembuhan, dan jalan keluar/alternatif yang lain yang sanggup diberikan oleh Allah. Selain doa, yang Allah rindukan adalah puasa, penyembahan, hidup dalam kekudusan dan ketaatan  dan yang terakhir adalah hidup bergaul erat /karib dengan Allah

Imamat 10:3 berkata: ”Berkatalah Musa kepada Harun: ”Inilah yang difirmankan Tuhan: Kepada orang yang karib kepadaKu, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku.

Marilah kita kembali kepada hidup dalam kualitas yang Allah inginkan, dan berkata, “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan (Yos 24;15)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA