TUBUH KRISTUS

Renungan Minggu Ke-3_April 2018

TUBUH KRISTUS

Ayat hafalan : Efesus 5:29

 

Senin – TUBUH KRISTUS (Efesus 5:29-30)

Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. (Ef 5:29-30)

Tuhan Yesus datang kedunia untuk mendapatkan  tubuhNya, yaitu GerejaNya tuk menggenapi tujuan kekalNya di bumi. Gereja adalah komunitas umat Tuhan yg dipersatukan oleh dan bagi Kristus sebagai kepala bagi tubuh Kristus.

Kristus sebagai kepala, artinya Dia pusat otoritas, kontrol dan perintah bagi seluruh anggota tubuh Kristus.

Sesama anggota tubuh harus memiliki tujuan yg sama, gerak langkah yg harmonis, walaupun benda, posisi dan  fungsi yang berbeda. Sebagai tubuh Kristus, setiap anggota harus bertumbuh bersama menjadi dewasa dan setiap anggota tubuh harus saling melengkapi dan melayani satu dengan yang lainnya. Ketika tubuh Krustus dewasa,maka kepenuhan Kristus dinyatakan dan Kuasa dahsyat akan terjadi melalui Gereja bagi dunia dan generasi ini. Marilah menjadi bagian tubuh Kristus yang dewasa dan berfungsi di generasi ini. (Sbr : RTM)

 

Selasa – Kristus Membutuhkan TubuhNya Untuk Mengekspresikan KeberadaanNya (Ef 4:11-12)

Tubuh Kristus adalah kelanjutan dari hayat Kristus di bumi. Ketika Dia datang dan hidup di bumi, Dia mengekspresikan diri-Nya melalui sesosok tubuh jasmaniah. Hari ini Dia masih membutuhkan satu Tubuh untuk mengekspresikan diri-Nya. Sebagaimana seorang manusia memerlukan satu tubuh untuk mengekspresikan segala apa adanya dia, Kristus juga memerlukan sebuah Tubuh untuk mengekspresikan diri-Nya. Fungsi dari Tubuh ini adalah untuk menjadi ekspresi yang penuh dari Kristus. Kita tidak dapat menyatakan kepribadian kita hanya melalui salah satu dari anggota tubuh kita , telinga, mulut, mata, tangan, atau kaki. Demikian pula, Kristus tidak dapat menyatakan kepribadian-Nya melalui satu anggota Tubuh-Nya. Perlu seluruh Tubuh-Nya menyatakan Dia.

Oleh karena itu, mari setiap kita tinggal dalam satu tubuh Kristus melalui rumah rohani dengan komitmen saling menghargai dan saling melengkapi. Tidak ada kompetisi yang menjatuhkan dalam tubuhNya karena setiap anggota memiliki status dan peran yang unik.

 

Rabu – JANGAN BERIKAN CELAH KEPADA IBLIS (I Kor 12:14-23)

Tubuh Kristus adalah kepanjangan dan kelanjutan Kristus di bumi. Dia memakai lebih dari 30 tahun di bumi untuk menyatakan diri-Nya; itu adalah Kristus yang individual. Hari ini Dia menyatakan diri-Nya melalui gereja; inilah Kristus yang korporat. Dulu, Kristus terekspresi secara individual; kini, Ia terekspresi secara korporat melalui gereja. Namun setelah gereja terbentuk, ada satu pihak yang menentangnya, yakni Iblis. Dari sejarah kita tahu bahwa Iblis terus berusaha merusak gereja dengan agama, pengetahuan, dan organisasi. Sasaran Iblis ialah memecah belah Tubuh Kristus dan merusak fungsi‑fungsi anggota Tubuh. Jika Tubuh Kristus terpecah-belah dan kaum imani tidak menunaikan fungsi mereka masing-masing, maka tidak ada ekspresi Kristus, tidak ada pembangunan, dan tidak akan ada penggenapan tujuan kekal Allah.

Salah faktor kritis yang menyebabkan seseorang tidak mau bergabung dan mengikatkan diri kepada satu komunitas Kristen adalah ketakutan disinggung orang lain atau takut mengalami konflik. Konflik adalah hal yang lumrah dalam kehidupan berkomunitas, apakah di rumah tangga , sekolah, kantor ataukah di gereja lokal. Namun akan menjadi racun bagi orang lain dalam komunitas jikalau konflik tersebut tidak diselesaikan segera. Iblis tidak akan bisa memecah belah tubuh Kristus jikalau setiap bentuk konflik diselesaikan dengan cepat dan penuh kasih. Jadi jangan berikan celah sedikitpun kepada iblis dalam kehidupan kita.

 

Kamis – GEREJA YANG SEHAT, GEREJA YANG ANGGOTANYA BERFUNGSI (I Kor 12:14-31)

Mari kita bayangkan : jika di satu perusahaan ada Direktur, manager, staf, sekuriti (pengamanan), mereka berkumpul setiap hari di kantor dengan aktivitas hanya duduk-duduk sambil berbincang-bincang ditemani oleh sejumlah makanan dan minuman enak. Dari pagi sampai sore, waktu kerja kerja hanya dipakai untuk santai dan membicarakan segala sesuatu yang tidak menunjang tanggung jawab jabatan masing-masing. Sangat tidak produktif, sebaliknya menjadi gudang masalah.

Tuhan Yesus membangun tubuhNya yakni gereja di bumi dengan diberikan karunia-karunia yang khusus supaya dapat berfungsi di dalam tubuh Kristus, bukan sebaliknya.

Satu I Korintus 12:14-31 membicarakan dua konsep yang tidak seharusnya dimiliki oleh anggota: (1) “Karena aku bukan . . . maka aku tidak termasuk tubuh” (ay. 15). Ini adalah memandang rendah diri sendiri dan menginginkan pekerjaan anggota lain. (2) “Aku tidak membutuhkan engkau” (ay. 21). Ini adalah kesombongan diri, menganggap satu orang bisa melakukan segalanya, dan merendahkan yang lain. Kedua konsep ini membahayakan Tubuh.

Kita tidak seharusnya meniru anggota lain atau menginginkan pekerjaan anggota lain, mengira diri sendiri tidak bisa seperti yang lain sehingga merasa rendah diri, juga tidak seharusnya memandang rendah anggota lain dan berpikir bahwa diri sendiri lebih baik dan lebih berguna. Inilah kunci sukses membangun tim pelayanan dalam gereja.

 

Jumat – SINERGI ADALAH YANG TERBAIK (I Kor 12:22-26)

 Arti sederhana dari Sinergi adalah yang kuat menanggung yang lemah. Dalam setiap organisasi atau komunitas selalu ada kategori orang-orang yang sulit bekerja sama atau tidak siap bekerja sama. Di dalam gereja lokal pun Tuhan izinkan ada saudara seiman yang berpotensi dan mungkin sudah melukai hati bahkan sampai ke level konflik yang tinggi. Ibarat “duri dalam daging” yang Tuhan izinkan dalam diri Rasul Paulus. Tidak ada istilah mengusir anggota tubuh, karena merekapun yang bermasalah harus tetap ada dalam tubuh Kristus, supaya mereka tetap dapat bertumbuh dan berfungsi secara dewasa.

Solusi terbaik adalah sinergi. Kasih adalah landasan untuk terjadinya sinergi Ilahi, sebab tanpa kasih akan terjadi sinergi palsu alias sinergi yang bersyarat “(jika kamu baik dengan saya, saya pasti mau jadi tim kamu”, “jika pemimpin saya tidak otoriter, maka saya mau mengikuti dia”). Wujud sinergi dalam tim adalah menolong anggota  tubuh yang kelihatan lemah (tidak mampu atau tidak bergairah kerohaniannya) dan menghormati mereka sebagai bagian tim yang sangat penting.

Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.  Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. (I Kor 12:22-23)

Perbedaan adalah motivasi untuk ber-sinergi dalam kasih.

 

Sabtu – SEPERTI LEBAH ATAU KUPU-KUPU? (1 Kor. 12:26; Rm. 12:15).

Dalam hidup gereja, kita pun harus belajar memiliki perasaan Tubuh (1 Kor. 12:26; Rm. 12:15). Ketika kita bermasalah dengan saudara atau saudari, itu berarti kita bermasalah dengan Allah. Ada orang Kristen seperti kupu-kupu, mereka bertindak sendiri; ada orang Kristen seperti lebah, mereka hidup dan bergerak bersama. Seekor kupu-kupu terbang dari satu bunga ke bunga lainnya, menempuh jalan yang manis untuk diri sendiri; tetapi lebah bekerja untuk sarangnya. Kupu-kupu hidup dan bekerja sendiri-sendiri, tetapi lebah memiliki perasaan kebersamaan.

Kita semua harus seperti lebah, memiliki perasaan Tubuh dan hidup bersama dengan anggota Tubuh Kristus yang lain. Di mana ada wahyu akan Tubuh, di situ ada perasaan akan Tubuh; dan di mana ada perasaan akan Tubuh, pikiran dan tindakan individual akan tersingkir secara otomatis.

 

Minggu – KEBERSAMAAN YANG KUAT (I Kor 12:12-14)

Kebersamaan umat Tuhan adalah kebersamaan yang menggerakkan orang percaya untuk saling melayani. Inilah prinsipnya. Tidak ada seorangpun yang ada dalam tim hanya menonton dan diam. Jika suasana ini terjadi, maka telah terjadi perlawanan terhadap kodrat kesatuan Tubuh Kristus.Di dalam I Korintus 12 tersebut Pelayanan Satu Tubuh, dimana di dalamnya ada anggota-anggota tubuh yang memiliki status dan fungsi yang berbeda-beda tetapi saling bekerja sama dan saling melengkapi secara terorganisir, layaknya system tubuh manusia. Dalam tubuh manusia ada pusat kendali syaraf tubuh yakni di bagian otak manusia. Sistem kendali bekerja menghubungkan masing-masing organ tubuh secara harmonis untuk menyelesaikan satu kegiatan.

Kebersamaan umat Tuhan hanya bias tercapai jikalau beberapa hal ini dipahami dan diterapkan dalam kehidupan pribadi :

  • Memiliki visi kesatuan : kesatuan untuk menjadi saksi Kristus di dunia.
  • Mengenali talenta/potensi diri masing-masing dan bersedia menggunakannya untuk kepentingan bersama.
  • Kasih Kristus menjadi landasan untuk saling melayani sesuai talenta atau potensi diri (karunia).
  • Jangan membuka diri pada semangat persaingan (menjatuhkan orang lain, dengan mengganggap rendah karunia rohani/kemampuan/peran orang lain dalam tim).
  • Berpikirlah : anggota tubuh tidak dapat hidup di luar tubuh (kematian) (Ibr 10:25). Anggota ditakdirkan harus selalu ada dan bekerja di dalam tubuh Kristus. Jikalaupun ada konflik diantara anggota, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan komunitas karena hal itu hanyalah sebuah kerugian yang besar. Selalu belajar berespon benar terhadap konflik atau fase badai yang anda alami.

 Jadilah bagian dari Rumah Rohani anda secara proaktif. Lepaskan karunia anda untuk saling melayani agar hubungan anda menjadi kuat dengan anggota keluarga rohani anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/04/25/tubuh-kristus">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram