Tabung Panah-Nya 

Renungan Mei 2018 _minggu ke III 

Tabung Panah-Nya 

Ayat hafalan : Mazmur 127:4-5

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

 

Senin – Tabung Panah Allah (MAz 127:4-5)

Tuhan, ingin agar GerejaNya menjadi tabung anak panahNya. Anak panah adalah orang2 muda,anak anak rohani yang Tuhan percayakan.    Tuhan ingin memakai anak2Nya menjadi alat di tangan Tuhan. Anak-anakNya adalah seperti anak panahNya ditangan Tuhan sebagai pahlawannya. Anak panah dipakai tuk menghancurkan musuh,yaitu kuasa roh jahat. Anak panah digunakan untuk menyampaikan pesan,yaitu Firman Tuhan bagi dunia yg tidak mengenal Dia. Anak panah digunakan untuk berburu bagi jiwa-jiwa yang terhilang

Gereja yg menjadi tabung anak panahNya adalah Gereja yang terus memberitakan injil, memuridkan dan terus pergi mengutus anak panahNya ke bangsa2

Umat Tuhan mari menjadi anak panahNya, jadi busur anak panahNya dan jadilah Gereja yg menjadi tabung anak panahNya (Sbr : Pdt. Dr. Ir. Rachmat T Manullang, M.Si).

Oleh sebab itu gereja Tuhan harus terus menata diri dan persiapkan segala keperluan untuk peperangan akhir zaman yakni melakukan pemuridan yang terencana dengan baik untuk melahirkan murid-murid Kristus yang siap diutus untuk melayani banyak orang, kota dan bangsa Indonesia.

 

Selasa – Anak-anak Panah (Maz 127:4)

Dalam bahasa Inggris, anak panah disebut “arrow”, yang berguna sebagai senjata untuk berperang atau berburuh. Alkitab mengumpamakan anak muda seperti anak-anak panah di masa mudah. Hal ini menggambarkan daya energik dan  mematikan jika anak panah mengenai sasaran lawan. Sesungguhnya alkitab menyiratkan dan menyuratkan bahwa setiap orang Kristen harus selalu menjadi pribadi yang “bertenaga rohani” dan sanggup menghancurkan kekuatan musuh yakni pemerintahan iblis yag berada di bumi.

Ayat kunci misi di Matius 28:19-20 tentang pergi dan menjadikan semua bangsa Murid Kristus, menunjukkan satu perintah kepada para murid Yesus pada zaman itu dan kepada orang Kristen di masa kini. Setiap orang Kristen haruslah mau dibentuk menjadi satu anak panah lewat proses pembuatan yang sesuai dengan pola kerja Tuhan. Untuk menghasilkan satu anak panah, bahan-bahannya harus berasal dari kayu pilihan dan kemudian dipertajam dengan alat tertentu dan diukur panjang dan tebal serta diuji berat bahan anak panah agar sesuai dengan standar. Prosesnya tentu dilewati dengan teliti dan sistematis. Dalam aplikasi di gereja, bahwa setiap jemaat harus bersedia dan setia tertanam dalam pemuridan agar dapat menjadi anak panah yang bermata tajam atau kehidupan rohani yang mengalahkan semua bentuk kehidupan duniawi. Jadilah anak-anak panah , yakni semua anggota jemaat bersedia dan komitmen untuk menjadi berkat kepada dunia.

 

Rabu – Integritas – Ketajaman Anak Panah (Kej 6:5-9)

Mata sebuah anak panah haruslah tajam dan terbuat dari bahan yang kuat atau tidak mudah patah dan tidak terlalu berat. Syarat-syarat itu harus ada pada sebuah anak panah. Jika bahan tidak mudah patah atau ringan dan memiliki keseimbangan tetapi matanya tidak tajam, maka sia-sialah hal tersebut karena anak panah tidak dapat berfungsi. Sesungguhnya strategi umat Tuhan dalam menghancurkan semua bentuk ekspresi kuasa jahat adalah dengan hidup berintegritas, yakni semua prinsip firman Tuhan yang kita percayai juga kita lakukan secara akurat. Integritas yang Alkitabiah seperti mata anak panah yang tajam untuk menaklukan dan merubuhkan musuh.

Alkitab berkata, firman Tuhan itu seperti pedang bermata dua yang tajam dan dapat menghancurkan musuh. Kehidupan anak Tuhan sebagai anak –anak panah haruslah memiliki integritas Alkitabiah, bukan integritas palsu atau duniawi yakni integritas yang mengandung pengajaran-pengajara duniawi/sesat. Kekuatan daya tembuh atau penetrasi ke daerah-daerah untuk diinjili, ditentukan bukan dari strategi dan peralatan canggih yang digunakan, tetapi ditentukan seberapa sungguh-sungguh kita menghidupi firman Tuhan.

Mari, pertajam pikiran, perasaan dan kehendak kita dengan menghidupi firman Tuhan secara akurat agar setiap perkataan dan tindakan kita sanggup menghancurkan semua benteng pertahanan iblis.

 

Kamis – Rumah Rohani sebagai Tabung Panah (Kej 14:14-20)

Kita tentu sudah belajar tentang rumah rohani, yakni komunitas dimana yang terdiri dari anak-anak Tuhan yang hidup bersama secara rohani untuk bertumbuh dalam firman Tuhan dan mengejar panggilan Tuhan di masa hidupnya.

Perhatikanlah komunitas dimana Abraham membangun rumahnya sebagai pusat pelatihan secara rohani dan jasmani. Sebanyak 318 orang yang lahir di rumahnya menerima visi dan kemampuan dari Abraham untuk menaklukkan musuh. Musuh menggambarkan penghalang untuk merealisasikan tujuan Tuhan untuk menaklukkan bangsa-bangsa kepada Tuhan. Kejadian penaklukan Kedorlaomer oleh Abraham dan timnya, menjelaskan tentang kesiapan sebagai Rumah Rohani dimana peran sebagai tabung Panah telah terjadi. Komunitas ini dipersiapkan untuk menjadi pemenang dan memperluas kebenaran visi Tuhan bagi Abraham kepada bangsa Israel.

Perhatikanlah bahwa gereja lokal sebagai Rumah Rohani dibangun adalah untuk menaklukan dunia kepada Kristus. Artinya, sebagai anggota rumah rohani, ayo kita selalu belajar dan bekerja untuk Rumah Tuhan supaya nama dan kuasa Tuhan Yesus dapat memulihkan banyak orang.

 

Jumat – Rumah Pemuridan dan Pengutusan (Kisah Para  Rasul 2:41-47)

Tabung Panah adalah sebagai ilustrasi  tempat penyimpanan anak-anak panah yang siap dilesatkan ke sasaran yang tepat. Gereja Tuhan adalah sebagai sekolah melahirkan para pekerja Kristus dan utusan misi bagi dunia. Jadi bukan sekedar untuk menerima pengajaran, bantuan sosial-ekonomi kejemaatan. Sesungguhnya gereja adalah sekolah pencetak pengubah-pengubah dunia karena gereja Tuhan menerima Kristus sebagai Kepala Gereja yang memiliki hati untuk pemulihan segala sesuatu yang ada di bumi.

Untuk itu diperlukan proses di dalam rumah rohani untuk menghasilkan hamba-hamba Tuhan yang sanggung bersaksi kepada dunia. Proses yang dimaksud adalah Pemuridan. Pemuridan adalah proses Ilahi (Mat 28:19-20) yang harus terjadi di dalam gereja Tuhan karena hal tersebut sebagai pelatihan jangka panjang dan bermuatan pembinaan terpadu , secara rohani, jiwani dan jasmani.

Apa yang harus diresponi? Sebagai anggota rumah rohani diperlukan respon yakni penundukan diri dan ketaatan kepada Tuhan dan pemimpin rohani, kelemahlembutan dan kerendahan hati serta kemauan belajar yang tinggi. Ayo, manfaatkan secara optimal rumah rohani Anda sebagai Ruma pemuridan untuk pengutusan kepada dunia.

 

Sabtu – Tiap-Tiap Hari Tuhan tambahkan jiwa-jiwa (Kis 2:47b)

Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis 2:47b)

Untuk menjadi anak-anak panah/orang Kristen yang berhasil guna, kita harus disenangi oleh orang di sekitar kita tinggal atau diantara orang-orang yang selalu bersama-sama dengan kita, dimana iman mereka belum beriman kepada Yesus Kristus. “Disukai semua orang” memiliki arti positif, dimana kehadiran gereja sangat membantu orang-orang untuk keluar dari persoalannya masing-masing.

Jika kita sudah disukai semua orang, maka pintu penginjilan terbuka lebar. Untuk bisa disukai orang, kita harus belajar membangun relasi tanpa batas dengan semua orang tetapi tetap menjaga diri di dalam prinsip-prinsip kekudusan dalam pergaulan (I Kor 9:19-20). Belajarlah semakin terampil dalam bergaul. Yang pertama harus dimiliki adalah belas kasihan kepada jiwa-jiwa, kemudian miliki  visi tuaian jiwa-jiwa dan akhiri dengan pemberitaan Injil Keselamatan, supaya pertemanan yang kita bangun bermakna dan mengubahkan banyak orang.

 

Minggu – Visi Multiplikasi (Kej 1:26-27; Kis 2:47b)

Saatnya kita sebagai gereja Tuhan kembali siapkan barisan misi untuk memberitakan Injil Keselamatan secara bersama-sama, sesuai dengan karunia rohani masing-masing. Mengapa? Karena Tuhan memberikan Roh Kudusnya sebagai tenaga rohani untuk melakukan misi penginjilan dimanapun dan kapanpun.

Kita harus selalu merindukan di dalam hati dan pikiran kita yakni pertobatan jiwa-jiwa, sebab itulah sesungguhnya identitas Roh Allah yakni Roh yang missioner. Mari, buka mata, buka hati dan segeralah melangkah sebelum tidak ada lagi waktu untuk bekerja dalam hal pemberitaan Injil.

 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/05/21/1088">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
SHARE