RUMAH KEMENANGAN SEJATI

Renungan Minggu ke 2, Juni 2018

RUMAH KEMENANGAN SEJATI
Ayat hafalan : Kejadian 32:28

 

Senin KEMENANGAN ADALAH BUKTI PERUBAHAN (Kej 32:27-31)

Shalom. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang sudah menggenapi janjiNya yakni kemenangan atas semua bentuk dosa. Oleh sebab itu jika kita percaya akan kemenangan yang telah terjadi 2000 tahun lalu di atas kayu salib, maka ini saat dimana kita hidup dalam musim kemenangan Kristus.

Apa yang terjadi dalam hidup Yakub yakni satu gambaran pergulatan dan perjuangan hidup untuk meraih terutama dan terbaik yakni satu perjuangan untuk bertemu dan berhadapan dengan Allah. Keyakinannya membuat dia mengalami kemenangan secara rohani dan meraih satu perubahan kehidupan yakni perubahan identitas diri di hadapan Tuhan. Modal Perjanjian Allah kepada Abraham, Ishak dan pada gilirannya tiba dalam diri Yakub yakni satu janji berkat bagi bangsa-bangsa. Keyakinannya akan janji Tuhan mendorongnya berjuang untuk menjadi pemegang janji Tuhan. Itu sebabnya Yakub meraih kemenangan dan perubahan kehidupan yang ditandai dengan perubahan nama dari Yakub menjadi Israel.

Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kej 32:28)

Kemenangan adalah pencapaian apa yang Tuhan janjikan dalam hidup kita. Jika kita ingin mengalami kemenangan sejati, miliki dan imani selalu janji Tuhan dalam hidup Anda dan jalani kehidupan secara konsisten dan komitmen penuh.

Selasa – Pemenang adalah Pribadi Tidak Mempersalahkan keadaan (I Korintus 15:57)

Inilah perkataan yang diucapkan ibu Teresa sebelum Berpulang Kehadapan Allah BAPA.

“Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat – kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.”

Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah.Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan.Dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk.Saya memberitahu para suster : “Kalian merawat yang tiga; saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk.”Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan, dengan kasih tentunya.Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata :” Terima kasih ” lalu ia meninggal.Saya tidak bisa tidak harus memeriksa hati nurani saya sendiri.Dan saya bertanya : ” Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia ?” dan jawaban saya sederhana sekali.Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri.Mungkin saya berkata :” Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya”.Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih.Dan ia mati dengan senyum di wajahnya.Lalu ada seorang laki-laki yang kami pungut dari selokan, sebagian badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah perawatan ia hanya berkata :”Saya telah hidup seperti hewan di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan.”Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang ia katakan dengan senyum ialah :”Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan” – lalu ia mati.Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain.Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya secara rohani sedangkan miskin secara materi.(Sumber : Perkataan Ibu Teresa)

Kemenangan sejati hanya diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus karena Dia telah memberikannya kepada kita (I Kor 15:57)

Rabu – Berpikir sebagai Pemenang Sejati (Kel 14:13-14; Filipi 2:13)

TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Kel 14:14)

Jikalau kita sudah mengaku dan percaya bahwa kita pengikut sejati dari Kristus, maka sudah barang tentu tidak ada alasan untuk tidak berpikir secara Alkitabiah di dalam semua aspek kehidupan yang saat ini kita jalani. Bangsa Israel, dalam hal ini Musa yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel menuju tanah perjanjian, memiliki pola berpikir seperti apa yang di pikiran Allah. Dia sangat meyakini di dalam perjuangannya bahwa Tuhan bukan hanya ada di pihak bangsa Isarel, tetapi juga Tuhan berperang untuk bangsa Israel, sementara itu bagian mereka adalah hanya diam. Ini berarti jika Tuhan yang adalah Pribadi yang paling sempurna dan paling perkasa di Bumi, maka sudah barang tentu, kemenangan itu sudah dapat diraih, karena Tuhan sendiri yang berperang.

Sebagai anak Tuhan, tidak jarang kita berkata “aku lebih dari pemenang” tetapi pola berpikir kita berpusat kepada ego (Egocentris). Kita pikir kita sedang beriman sebagai seorang yang lebih dari pemenang, tetapi pada kenyataannya kita berjuang mengatasi permasalahan, rintangan dengan cara duniawi (mengerahkan segenap kekuatan diri kita) sehingga akhirnya tidak jarang kita menjadi stress alias babak belur. Mungkin kita mampu meraih kemenangan atau penyelesaian masalah demi masalah. Namun jikalau kita tidak berpikir “bahwa Tuhan yang berperang kita diam saja”, maka kita belumlah menjadi seorang yang lebih dari pemenang. Tetapi jangan salah, seorang pemenang bukanlah seorang yang pasif. Pengertiannya adalah di dalam meriah kesuksesan hidup, ada bagian Tuhan dan ada bagian orang Kristen. Ada kerjasama Ilahi diantara keduanya. Bagian manusia adalah berdiam, artinya percaya saja dan hiduplah sesuai dengan keyakinan anda.

karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya (Filipi 2:13)
Jadi, bentuklah pola pikir kita sebagai seorang penuh iman bahwa Tuhan berperang untuk kita dan bagian kita adalah berdia.

Kamis – TUHAN YANG MEMBERI KEMENANGAN (2 Tawarikh 20:17)

Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.”

Prinsip Hukum Rimba adalah siapa kuat dia menjadi penguasa. Prinsip ini telah terjadi di dunia kerja, keluarga bahkan ke dalam gereja. Tetapi prinsip Kerajaan Surga adalah Siapa percaya Yesus Kristus, dia menjadi pemenang. Sesungguhnya seorang anak berhak mendapatkan perhatian dan kasih saying serta perlengkapan materi dari ayah dan ibunya. Mengapa? Karena kedua orangtua mereka sangat dipercayai anaknya, sebagai penyedia apa yang diperlukan anak-anaknya. Adalah kabar sangat menggembirakan, dimana ketika kita percaya kepada Yesus Kristus tanpa syarat apapun, maka penyediaan kemenangan demi kemenangan berhak kita raih tanpa usaha kita. Mengapa? Karena Tuhan telah berperang terhadap musuh-musuh kita agar kita menerima kemenangan mutlak atas kerajaan setan.

Kemenangan anda atas sakit-penyakit, konflik rumah tangga, studi yang terancam hancur atau bisnis yang terjerat pada hutang, sehingga membuat kita seperti tak berdaya- bukanlah diupayakan dengan kegigihan kita bekerja atau pendalaman Alkitab yang serius. Kuncinya adalah anda mengerti sesungguhnya Tuhan yang berperang untuk anda, anda hanya diam saja dengan penuh percaya, maka pasti terjadi peristiwa kemenangan.

Tuhan yang memberi kemenangan, bukan apapun dan siapapun !

Jumat – ATMOSFER KEMENANGAN (Yosua 6:1-27)

Atmosfer berarti suasana dan system. Misal suasana dan system dalam rumah tangga yang penuh dengan kekeluargaan dan informal, di kantor yang sarat dengan aturan dan kerjasama tim kerja dan juga di lingkungan tinggal anda yang dikendalikan oleh Ketua Rumah Tangga (Ketua RT). Suasana yang dibangun telah dibangun dan warga atau anggota dimotivasi untuk mengerti dan merasakan bahwa suasana kekeluargaan dan gotong royong, sehingga dengan sendirinya muncul kesadaran dalam diri anggota keluarga atau warga sipil di tingkat Ke-RT-an.
Kisah runtuhnya Yerikho ini menjadi salah satut kisah Alkitab yang sangat menakjubkan karena robohnya bukan karena digempur dengan bom, dinamit, bahkan rudal, tetapi oleh kuasa Tuhan sendiri. Hal itu sudah dikatakan sebagai janji Tuhan kepada Israel, “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.” (Yosua 6:2). Bahkan dalam terjemahan NIV : “I have delivered” (Aku telah menyerahkan…) menunjukkan bahwa Tuhan memberi kepastian kemenangan. TUHAN tidak menutupi fakta bahwa di tanah Kanaan yang akan Yosua perangi terdapat raja dan terdapat pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. Artinya, masalah yang dihadapi memang bukanlah masalah yang ringan. Tetapi dengan mengikuti apa yang dikatakan TUHAN, maka Ia memberikan jaminan bahwa kemenangan akan kita peroleh.
Suku Yehuda sudah mempersiapkan system dan orang-orang yang sehati untuk merubuhkan tembok Yerikho dengan maksuda dan cara Tuhan. Semua orang yang termasuk dalam pasukan Yehuda telah diajarkan dan dimotivasi tujuan penghancuran Tembok Yerikho dan terutama harus memiliki iman bahwa Tuhan yang akan merubuhkannya, bagian Yehuda adalah mengelilingi tembok tujuh hari, dengan 1 x putaran setiap hari dam pada hari ketujuh, pasukan Yehuda mengitari kota Yerikho yang dibentengi oleh lapisan tembok yang sangat tebal sebanyak 7 x putaran, setelah itu mereka meniup sangkakala sesuai dengan perintah Tuhan.

Tuhan menghendaki kita membangun atmosfer kemenangan dalam keluarga kita, usaha dan pekerjaan kita juga di sekolah kita, bersama orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Maka kita pasti akan meraih kemenangan pada waktunya secara bersama-sama.

Sabtu – KOMITMEN BERSAMA (Kis 2:41-47)

Tuhan telah berfirman bahwa di atas batu karang Tuhan akan membangun jemaatNya dan pintu alam maut tidak dapat menguasainya (Mat 16:18). Gereja Tuhan saat ini telah berdiri bahkan berpengaruh di bumi. Peristiwa pertama adalah di Yerusalem, dimana Tuhan melahirkan gereja atau jemaat pertama yang diberi otoritas untuk mengalahkan alam maut.

Dengan komitmen pribadi para petobat dan berkembang menjadi komunitas mula-mula, terbentuklah sebuah komitmen bersama untuk menjadi berdampak bagi Yerusalem sampai ke ujung bumi (Kis 1:8). Mereka membangun gaya hidup komunitas ber-kerajaan setiap hari sehingga kehidupan surga terjadi diantara mereka bahkan menjalar sampai ke tengah masyarakat (Kis 2:47). Mereka telah mempersiapkan suasana dan sistem kemenangan yakni menjadi saksi Kristus yang dimulai di Kota Yerusalem.

Apakah di rumah kita ada suasana doa dan kehausan akan firman Tuhan? Adakah komitmen bersama untuk menikmati perjamuan kudus? Saling menolong? Adakah rencana kesaksian di keluarga anda terhadap lingkungan tempat tinggal anda? Jikalau ada, anda sudah sangat siap meraih kemenangan dari Tuhan.

Minggu – Menerima apa yang menjadi bagiannya (Yoh 4:10-29)

“Seorang hamba Tuhan dan gembala sidang satu gereja terbesar di Kota Kiev, Ukraina, bernama Sunday Adelaja, lahir di satu keluarga miskin di Nigeria. Sewktu dia lahir ayahnya pergi meninggalkan ibunya tanpa kembali. Setelah kelahiran Pastor Sunday, ibunya juga meninggalkannya. Alhasil dia sejak hari itu tidak tinggal bersama kedua orangtuanya. Sunday tinggal dan dibesarkan oleh neneknya dari keluarga Adelaja. Hidupnya begitu menderita, baik secara fisik maupun batin. Sudah harus bekerja sejak masa kanak-kanak demi membiayai hidupnya dan neneknya. Dia terbuang dan tidak pernah berpikir untuk menjadi orang besar. Tetapi karunia Tuhan datang kepada seorang yang berkulit hitam ini, dia menerima kehormatan Tuhan untuk menjadi seorang jurnalis dan akhirnya mendirikan satu gereja yang melahirkan anggota-anggota parlemen, pengusaha, aktivis sosial, guru dan lain-lain di kota Kiev, Ukraina (Eropa Timur). Banyak sekali anggota jemaat yang dipimpin memberi pengaruh kepada kota Kiev. Sampai-sampai Sunday dicap sebagai orang yang sangat berpengaruh bukan saja di kotanya, tetapi di tingkat dunia.”

Mengapa bisa terjadi kisah demikian? Tuhan sudah menetapkan bagian Sunday melalui janji Tuhan yang disampaikan kepada Sunday, bahwa Tuhan sudah menyelesaikan di kayu salib yakni kehidupan baru seorang anak kulit hitam yang berasal dari salah satu kampung di Nigeria untuk menjadi seorang yang akan membangun gereja beranggotakan ribuan orang. Sunday sudah siap menerima apa yang Yesus telah perbuat di dunia dan di atas kayu salib.

Percayalah sekalipun anda belum melihat, bahwa ada bagian anda di balik salib Tuhan hari ini dan hari-hari mendatang. Itula kemenangan sejati.

Penulis : Pdt. Santoso Hutabarat, S.Si

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/06/11/rumah-kemenangan-sejati">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
SHARE