KE ATAS GUNUNG BATU

Renungan Minggu Ke-1, Juli 2018

KE ATAS GUNUNG BATU

Ayat hafalan : Mazmur 27:5

 

Senin- Ke atas Gunung   Batu (Mazmur 27:5) 

Mazmur 27:5 (TB)  Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu (Mazmur 27:5)

Dalam Perjalanan hidup umatNya ,tidak ada jaminan tanpa bahaya,tantangan dan kesulitan. Tapi Tuhan memberikan jaminan penyediaan perlindungan dan persembunyianNya. Bahkan Dia mau mengangkat umatNya ke atas gunung batu.

Ketika seseorang berhadapan dengan gunung batu, bisa dianggap sebagai penghalang dalam perjalanan, atau bisa dianggap sebagai kesempatan untuk naik ke tempat yg lebih tinggi.

Tuhan seringkali menyediakan “gunung batu” kesulitan adalah sebagai sarana untuk melatih umatNya bertumbuh dalam iman dan ketekunan. Goliath adalah gunung batu yg harus dinaiki oleh Daud. Demikian dengan raksasa di kanaan yang dihadapi oleh bangsa Israel. 

Saudaraku,percayalah,  kalau hari ini anda sedang berhadapan dengan “gunung batu” dalam hidupmu, tujuan Tuhan adalah mengangkat hidupmu untuk naik ke tempat yg lebih tinggi.

Karena itu, hadapilah dengan keyakinan,melangkahlah dg ketaatan,maka mujijatNya akan engkau alami dan Tuhan dimuliakan melalui hidupmu. (Sbr : RTM)

 

Selasa – Helicopter View (Yesaya 2:2-3)

Helicopter View adalah istilah dalam cara memandang permasalahan atau halangan dengan kemampuan menganalisa sukses atau gagal,untung atau rugi, awal atau akhir, kesempatan atau resiko dan sebagian atau keseluruhan. Seperti seseorang yang sedang berada di puncak gunung, dia memiliki kesempatan untuk melihat ke segala arah dan tempat serta dapat mengetahui jalan demi jalan yang dapat dilalui di kala tersesat di tengah hutan atau daerah yang berada di kaki atau bawah gunung.

Gunung melambangkan arti bahwa ada otoritas dimana gereja yang digambarkan di atas gunung, adalah satu lembaga Kerajaan Allah di bumi yang menjadi barometer kesuksesan manusia karena di dalam gereja Tuhan terkandung pengajaran dan firman Tuhan. Semua solusi terhadap permasalahan kehidupan terdapat di dalam hati gereja Tuhan yang hidup di dalam firman Tuhan. Tuhan tidak menciptakan masalah, tetapi Tuhan dapat mengizinkan permasalahan menerpa kita jikalau hati manusia cenderung memiliki keinginan berbuat dosa. Namun setiap persoalan tentu ada jalan keluar yang disediakan oleh Tuhan.

Oleh sebab itu, milikilah jiwa pemenang yakni mental yang teguh di dalam hati bahwa Tuhan sedang mendidik kita di kala persoalan datang agar kita benar-benar menggenapi kebenaran Firman Tuhan dengan mempercayai Tuhan, sehingga kita memiliki cara pandang “Helcopter view” Ilahi terhadap semua jalan buntu yang kita sedang alami.

Lihatlah permasalahan Anda dengan cara pandang Tuhan, bukan dengan cara pandang duniawi.

 

Rabu – Kemenangan itu dimulai di dalam Pikiran (Yosua 1:7-9)

Jika kita sebagai orang Kristen menyadari bahwa hidup kita setiap saat dikelilingi oleh ketidakpastian atau krisis. Paulus mengatakan demikian

Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. (I Kor 15:31b)

Sebagai orang Kristen , ini adalah satu tantangan untuk hidup dalam kebergantungan mutlak kepada Tuhan. Pola pikir tentang Tuhan sebagai penguasa Tunggal (Latih : Kurios) dalam hidup, adalah modal utama untuk memiliki hidup yang berkemenangan. Pemikiran pemenang adalah pemikiran Kristus yang menguasai pikiran sadar dan pikiran bawah sadar manusia.

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (Roma 6:11-12)

Seorang anak meminta sekotak Es Krim kepada Ayahnya pada saat sebelum ayahnya pergi ke kantor. Sang Ayah berjanji akan membelikannya sepulang dari kantor di sore hari. Ketika sang Anak mendengar janji ayahnya, dia sangat gembira dan wajahnya berseri-seri dan ibarat lampu mengeluarkan cahaya terang. Senyuman dan tingkah laku sang anak menunjukkan keyakinan dirinya bahwa dia sudah menerima es krim sekalipun dia belum memegang es krim tersebut. Seorang penakluk tantangan gunung masalah, terlbih dahulu berpikir bahwa dia sudah memenangkan pertarungan di dalam hatinya.

Sikap optimis karena percaya adalah awal yang sangat penting untuk meraih kemenangan.

 

Kamis – Jangan Pasrah, tetapi Kritislah (Matius 4:1-11)

Kritis berarti: dalam keadaan krisis, genting; keadaan yang paling menentukan berhasil atau gagalnya suatu usaha. Kritis juga berarti: bersifat tidak lekas percaya, selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; tajam dalam penganalisisan.

Untuk mendapat hasil yang benar, sebelum kita memutuskan sesuatu, kita perlu melihat dari sudut pandang yang lain (vantage point/helicopter view) untuk melihat keseimbangan dan perbedaan antara sukses dan gagal, untung dan rugi, awal dan akhir, kesempatan dan resiko, seluruh dan sebagian). Jadi, berpikir kritis adalah menggunakan akal budi untuk memeriksa, menguji, mempertimbangkan, memutuskan sesuatu dengan hati-hati berdasarkan pada prinsip-prinsip Firman Tuhan.

Jikalau kita belajar berpikir kritis, maka kita akan :

  • menghindari kesalahpahaman
  • menghindari asumsi/interpretasi yang salah
  • tidak tertipu
  • menghindari kesalahan
  • tidak bias
  • menghindari kekacauan.

Dengan kita belajar berpikir kritis ketika dihadapkan pada tantangan atau permasalahan,kita akan bertindak hati-hati sesuai dengan firman Allah (Matius 4:1-11)

  • Pencobaan dari iblis dan ujian/tantangan bagi Yesus.
  • Respons Yesus, “Ada tertulis …”
  • Kemenangan, keberhasilan, keberuntungan adalah bagi orang yang bertindak hati-hati sesuai dengan firman Allah (Yosua 1:8).

Mari gunakan firman Tuhan sebagai alat untuk memperoleh hikmat dalam membuat keputusan.

 

Jumat  – KEPUTUSAN : MAJU atau MATI (Kejadian 37:5-8,18-28)

Rajawali merupakan jenis unggas yg mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur itu seekor Rajawali harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada, sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal. Sehingga menyulitkan saat terbang. Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan: Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari.

Kemajuan atau kemunduran seseorang ditentukan oleh satu kata, yakni keputusan. Burung Rajawali adalah seekor hewan yang mampu membuat keputusan yang seharusnya, untuk menggenapi takdirnya sebagai seekor burung Rajawali. Terkadang sulit sekali buat kita untuk membuat keputusan untuk menjadi seseorang yang lebih dewasa, karena ada harga yang tidak ringan untuk dibayarkan. Tetapi setiap orang yang ingin naik ke atas gunung batu,  beajarlah kepada Yusuf, seorang remaja yang siap membayar harga demi kemajuan dirinya untuk menggenapi panggilan Tuhan atas dirinya. Atau tidak sama sekali untuk keputusan penting.

Putuskanlah sekarang!

 

Sabtu – BUKAN CUMA BERTAHAN, TETAPI JUGA MENGHASILKAN (Mazmur 27:6)

Tuhan menciptakan kita sebagai manusia yang bukan hanya bertahan dari serangan musuh atau berupaya hanya untuk mencapai standar aman dalam sekolah (yang penting nilai tidak di bawah standar) ,berumah tangga (yang penting makanan pokok saya terpenuhi) atau berusaha dan bekerja (yang penting hasil, proses tidak jadi masalah). Tuhan menciptakan manusia dengan kodrat yang memampukan  kita untuk menaklukan alam, mengelola dan mengusahakan alam sampai menghasilkan (berbuah). Daud sangat sadar ketika dia dikejar-kejar musuh, dia berlindung dan berdiam dalam hadirat Tuhan sambil menikmati baitNya dan menari tahu makna dari setiap firman yang diperolehnya. Dengan cara itu, Daud mampu mengalahkan musuhnya dan sambil mempersembahkan korban dan sorak-sorai kepada Tuhan. Bukna Cuma bertahan (status quo)tetapi juga melawan kenyamanan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik buat diri anda dan juga orang lain.

Atasilah mentalitas ’mediocare’ (hidup sekedar mencari aman-zona nyaman), dengan memberdayakan potensi diri anda sebagai penakluk dan pengelola yang penuh inisiatif.

 

Minggu – TERBANG TINGGI (Yes 58:6-12)

Saat burung Rajawali melakukan transformasi, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung, yakni proses degenerasi bagian-bagian tubuhnya untuk menjadi burung dewasa.

Perjuangan yang sangat keras untuk menyiapkan diri di tempat yang tertinggi yang bisa dijangkau anak burung rajawali, adalah sesuatu yang wajar dalam siklus hidup burung Rajawali. Demikianlah hal dengan kehidupan manusia.

Sukses pada pencapaian tertentu , baik di sekolah, dunia kerja dan usaha, kehidupan rumah tangga dan social masyarakat harus melewati proses “pendakian gunung sukses” dengan keyakinan dan usaha yang penuh (Total effort). Di ketinggian, kita dapat melihat pandangan yg luas. Maka bukalah wawasan seluas-luasnya terhadap segala kemungkinan lowongan pekerjaan yg sesuai dengan beberapa potensi yang kita milik, menata hubungan suami dan istri yang lebih baik.

Kadangkala bidang pekerjaan yang semula tidak pernah terpikirkan, bisa jadi justru itu yang Tuhan berikan kepada kita. Ketika anda di posisi tertinggi dari satu wilayah dataran, maka anda adalah “pemenang” atas tempat itu. Ketika anda berdiri di dalam jalan Tuhan, maka anda akan bisa melihat mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Anda adalah pemenangnya.

 Penulis :Pdt. Santoso Hutabarat, S.Si

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/07/02/ke-atas-gunung-batu">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram