Renungan Minggu Ke-3, Juli 2018

GUNUNG HEBRON

Yosua 14:14 (TB)  Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. 

Hebron adalah  gunung tempat Dimana Daud di urapi sebagai raja atas Yehuda dan Israel. 

Hebron adalah gunung milik kaleb dengan mengalahkan raksasa terkuat di Kanaan

Hebron memiliki makna  persahabatan yang terikat janji. Tuhan ingin umatNya naik ke gunung hebron, yaitu persahabatan atau persaudaraan sejati. Persahabatan sejati adalah ketika umatNya menyalibkan ego nya sendiri dan mau menjadikan saudaranya lebih utama dari dirinya sendiri. Persahabatan sejati adalah  suatu komitmen bersama untuk menjadikan yesus sebagai Raja. Percayalah ketika umatNya memiliki spirit “Hebron” maka saudara akan habisi semua musuh dan tantangan dan Tuhan akan dimuliakan

SENIN , Hebron – Tinggal dalam Rumah Rohani

Mat 18:19-20; Kejadian 14:14

Hebron artinya adalah kesepakatan atau ikat janji, maka tidak ada tempat terbaik dimana ikat janji atau kesepakatan itu ada, yaitu hanya ada dalam “rumah” rohani. Rumah selalu bicara mengenai keluarga, dan keluarga dimulai oleh 2 orang yang sepakat dalam ikat janji. Dan berkat yang diterima dari perjanjian yang dibuat bukan hanya kepada orang yang membuat janji tersebut, tapi kepada keturunannya. Karena itu Firman Tuhan berkata jika diantaramu sepakat, maka Tuhan akan mengabulkan permohonan kita, karena ketika ada kesepakatan maka Tuhan akan hadir disitu. Rumah rohani dissatukan oleh darah Kristus yang merupakan jaminan bagi kita umatNya. Dalam rumah rohani masing-masing orang membuat kesepakatan atau ikat jaji dengan keluarga rohaninya. Abraham mengalahkan musuh (4 kerajaaan) hanya dengan 318 orang banyaknya, tapi 318 orang ini, alkitab mencatat adalah orang-orang yang lahir di rumah Abraham. Mereka adalah orang-orang yang terikat janji (membuat ikat janji) dengan Abraham. Selalu ada berkat yang Tuhan sediakan bagi kita yang hidup dalam ikat janji, karena itu dalam Maz 133, Tuhan perintahkan berkat kepada orang duduk rukun bersama.

Renungkanlah: Sudahkah saudara tinggal dalam rumah rohani? Sudahkan saudara ambil bagian dalam rumah rohani?

 

SELASA, Hebron — Dimulai dengan Janji

Kejadian 13:14-18

“…Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN…” Sesudah Abraham menerima janji Tuhan, dia mendirikan mezbah bagi Tuhan di Hebron. Menaklukan hebron dimulai dengan kita menerima janjiNya. Tuhan selalu mulai dengan janji atau FirmanNya, karena tanpa perkataanNya tidak ada satupun yang dapat terjadi. Mazmur 33:9 menjelaskan kepada kita hanya karena perintah dan perkataanNya lah semua ada dan jadi. Janji Tuhan sesuatu yang mutlak yang harus dimiliki oleh kita setiap anak-nakNya, dengan janjiNyalah kita hidup, dengan janjiNyalah kita bergerak, dengan janjiNyalah kita menikmati segala sesuatu yang Tuhan sediakan bagi kita umatNya. Karena itu Tuhan mau untuk kita percaya kepadaNya, yaitu kepada setiap janji yang Dia berikan. Mari saudara, buka kembali catatan mu, ingat kembali setiap janji-janjiNya, peganglah itu dan deklarasikanlah, bahwa apa yang Dia janjikan, itulah kebenaran yang harus terjadi dalam hidup kita.

Renungkanlah: tuliskanlah kembali janji-janjiNya yang saudara terima, dan apakah saudara mempercayai sepenuhnya kepada janjiNya akan tergenapi?

 

RABU, Hebron — Dipisahkan

Kejadian 13:14

“…Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram…” Sebelum Abraham pergi ke Hebron, maka Abraham berpisah dengan keponakannya, yaitu Lot. Pemisahan ini menjadi penting, karena Abraham menrima FirmanNya sesudah ia berpisah dengan Lot. Kita tahu bahwa lot hidup dari apa yang dia lihat, karena itu dia memilih tempat baginya dalah tem,apt terbaik secara manusia. Tuhan harus pisahkan Abrahan dari Lot, karena untuk samapai kepada apa yang Tuhan janjikan, dibutuhkan iman, melihat bukan berdasarkan apa yang dilihat, tapi dari apa yang Dia firmankan. Demikian juga dengan hidup kita, Tuhan mau memisahkan kita dari segala sesuatu yang dapat membuat kita cemar. Pemazmur berkata, janganlah duduk dalam kumpulan pencemooh, dalam pernjian bru, rasul Paulus mengingatkan bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik, dan lebih lanjut Firman Tuhan berkata, janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini. Mari saudara, mulailah keluar dari setiap kebiasaan atau komunitas-komunitas yang tidak membangun, jangann biarkan tekinga, mata atau panca indera kita yang lain dicemari oleh hal-hal yang tdak berkenan kepada Tuhan.

Renungkanlah: Dalam kehidupan saudara, masihkan adakah hal-hal yang perlu dipisahkan dari hidup saudara?

 

KAMIS, Hebron — Urapan baru

2 Samuel 2:1,4; 2 Samuel 5:3

Di Hebron Daud diurapi untuk yang ke dua dan ke tiga kalinya menjadi raja, dan pengurapan inilah yang mambawa Daud menaklukan Sion. Selalu ada pengurapan yang baru yang Tuhan sediakan bagi kita umatNya, untuk mengalahkan semua musuh-musuh yang menghalangi. Sion selalu digambarkan sebagi umat Allah dimana disitulah Tuhan bersemayam dan tampil bersinar. “..Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar…” Tuhan menyatakan diriNya ditengah-tengah umatNya. Ini adalah kerinduan Tuhan dan kita semua sebagai umatNya. Tapi iblis juga tidak akan pernah tinggal diam, segala usaha dan cara dibuatnya untuk menghalangi umatNya mengalami kehadiran Tuhan dengan segala manifestasiNya dalam kehihidupan UmatNya. Tapi Tuhan berjanji, selalu ada kekuatan yang baru, selalu ada urapan ynag baru yang Tuhan sediakan bagi umatNya, untuk membungkam dan menghancurkan kekuatan musuh.

Renungkanlah: Adakah saudara sedang mengalami pergumulan atau tekanan yang hebat? Patikanlah saudara selalu menerima urapanNya yang baru!

 

JUMAT, Hebron – Menghancurkan musuh

Hakim-Hakim 16: 2-3

“…Pada waktu tengah malam bangunlah ia, dipegangnya kedua daun pintu gerbang kota itu dan kedua tiang pintu, dicabutnyalah semuanya beserta palangnya, diletakkannya di atas kedua bahunya, lalu semuanya itu diangkatnya ke puncak gunung yang berhadapan dengan Hebron…” Di Hebron Tuhan menyatakan kekuatanNya melalui Simson dengan meruntuhkan semua pintu-pintu gerbang musuh. Pintu gerbang adalah kekuatan dan kubu pertahanan suatu kota, dan Tuhan mau, umatNya memiliki kuasa dan kekuatanNya untuk menghancurkan musuh. Jangan pernah takut dengan serangan musuh, jangan pernah gentar dengan goncangan demi goncangan yang  saudara alami, karena Tuhan dipihak kita, dan Tuhan beri kepada kita otoritas untuk membungkam kekuatan musuh. “…Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu…” (Lukas 10:19).

Renungkanlah: masih adakah ‘kubu-kubu’ pertahanan si jahat yang belum saudara hancurkan dalam kehidupan saudara?

 

SABTU, Milik Pusaka

Yosua 14: 6-14

“…Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati….” Kaleb kekutannya tidak pernah berkurang sejak dia menerima janji Tuhan dari Musa bersama Yosua. Hatinya teguh kepada janji itu, bahwa setiap tanah yang diinjak oleh kakimu akan menjadi milik pusakamu dan keturunanmu. Kaleb meminta Hebron, yang bagi orang adalah tempat yang tersulit atau tantangan terbesar, sehingga orang menghindar dari tempat itu, tapi tidak bagi Kaleb, keteguhan hatinya memegang dan percaya kepadda  janji Tuhan memampukannya menjadikan tempat tersulit dan penuh tantangan menjadi milik pusakanya. Masalahnya bukanlah apakah tempat itu penuh tantangan atau tidak, sulit atau tidak, tapi adakah janji Tuhan yang kita pegang dan percayai. Tanpa janjiNya, tidak ada tempat yang dapat kita taklukan! “…Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati…” Kaleb menguasai Hebron bukan karena kekuatannya, sekalipun Kaleb berkata kekuatannya masih sama sejak ia menerima janji itu, tapi Firman Tuhan berkata, karena ia mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati. Mari saudara. Ini waktunya kita merebut Hebron bagi Allah, merebut sekolah, kampusm keluarga, kota, desa dan bangsa-bangsa bagi KemuliaanNya!

Penulis :Pdm. Yongki Sannadi, S.T

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/07/16/1315">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram