GUNUNG SINAI

Renungan Minggu ke 4, Juli 2018

GUNUNG SINAI

AYAT hafalan : Keluaran 19:20

 

Senin – Mengenal Gunung Sinai (Kel 19:16,18,20)

Dalam Perjanjian Lama Gunung Sinai disebut juga Gunung Horeb. Sesudah melewati Mara dan Elim orang Israel sampai di Sinai pada bln ke-3 sesudah berangkat dari Mesir (#/TB Kel 19:1*), dan berkemah di dataran kaki gunung itu, dan dari situ puncak gunung dapat dilihat (#/TB Kel 19:16,18,20*). Yahweh menampakkan diriNya kepada Musa di puncak gunung ini dan memberikan Kesepuluh Hukum dan hukum-hukum lainnya. Perjanjian yg diadakan Allah di situ dengan umat-Nya sangat penting dalam mengikat suku-suku itu menjadi satu, dan menempa mereka menjadi satu umat yg mengabdi kepada satu Allah. (Sumber : Pdt. Santoso Hutabarat, S.Si)

Selasa – GUNUNG SINAI ( Kel 19:20)

Gunung Sinai adalah tempat pertama Tuhan menyatakan diri dan berbicara kepada umatNya. Gunung sinai adalah tempat meneguhkan umatNya menjadi harta kesayanganNya diantara bangsa-bangsa. Gunung Sinai adalah tempat dimana Tuhan memberikan 10 hukum Tuhan dengan dua loh batu utk menuntun standard moral yang harus dimiliki oleh umatNya.

Didalam anugerah karya Kristus saudara berhak mengalami pengalaman”sinai”, yaitu menjadi harta kesayangannya, menikmati kehadiranNya setiap saat dan memiliki standard moral yang dituntut oleh Hukum Taurat dengan hidup dalam kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama dalam seluruh hidupmu. Mari alami “sinai” dalam hari-hari hidup Anda dan berjalanlah terus dalam panggilanNya, bagi kemuliaanNya. (Sumber : Pdt. Dr. Ir. Rachmat T Manullang, M.Si)

Rabu – GUNUNG SINAI – peneguhan Israel sebagai Harta Kesayangan Tuhan (Ul 32:10)

Tuhanlah yang telah memilih kita. Bukan karena kita layak mendapatkannya. Bukan karena kita lebih baik daripada yang lain. Tidak! Allah memilih kita hanya karena anugerahNYA. Hal ini sangat menyentuh hati ketika kita membacanya dari ayat 10. Allah melihat umatNYA dipadang gurun yang tandus. Ini menunjukkan keadaan ketika umat Allah berada: selama 40 tahun berkelana di padang gurun Sinai setelah keluar dari perbudakan di Mesir. Tuhan melihat mereka tersesat dipadang gurun yang sepi. Kelaparan dan kehausan. Lebih jauh lagi: putus asa dan tanpa tujuan.Terancam oleh berbagai bahaya. Mereka diserahkan kepada diri mereka sendiri dan mereka diserahkan ke dalam situasi yang tandus ini. Tuhan melihat dan mendapati mereka. Allah memimpin mereka. Tuhan mengelilingi dan menjaga mereka dengan kasih. Tuhan sudah memilih dan menempatkan umatNYA diatas segalanya. “Kamu adalah biji mataKU”. Inilah kasih anugerah Allah yang tak terlukiskan. (Sumber : Pdt. Dr. Ir. Rachmat T Manullang, M.Si)

Apakah yang paling berharga yang anda miliki hari ini? Sekarang buatlah perbandingan manakah yang lebih berharga, apakah barang kesayangan anda atau yang lainnya dibandingkan dengan gelar anda sebagai Biji mata Tuhan? Hari ini kita ditantang untuk jujur kepada diri kita dan lakukan perdamaian dengan dirisendiri. Karena seringkali reputasi dan keberhargaan diri diukur dengan seberapa banyak dan seberapa berkualitasnya materi atau orang-orang yang kita sayangi. Semua harus dimulai dari anugerahNya, maka anda akan bersyukur bahwa anda adalah harta yang sangat berharga.

Kamis – STANDARD MORAL – Pembatasan Hidup (Ul 27:3)

Di Gunung Sinai Tuhan memberikan 10 Hukum Taurat sebagai standar kehidupan bagi bangsa Israel agar tetap di dalam rencana Tuhan semula. 10 Hukum Taurat sebagai panduan untuk hidup disiplin untuk bangsa Israel yang tidak mudah belajar disiplin. Di satu sisi , Israel menjadi harta kesayangan Tuhan, dan di sisi lain bangsa Israel perlu dididik oleh Tuhan untuk memiliki hati yang lemah lembuh dan rendah hati supaya dapat memahami arti menjadi harta kesayangan Tuhan. Satu hal yang menjadi krisis dalam diri bangsa Israel adalah bukan makanan dan minuman tetapi kelembutan hati.

Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain; sebab: Allah menentanng orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (I Pet 5:5b)

Kepemimpinan kristen mengajarkan kepada kita bahwa sifat kehambaan yang identik dengan kerendah hatian menjagai seseorang dari jebakan ‘keserakahan kekuasaan’ atau sifat ‘otoriter’. Tuhan Yesus sang pemimpin rohani yang inspiratif telah menjadi teladan dalam pengembangan sikap ini. Sebelum menjadi pemimpin dunia, Yesus terlebih dahulu bersedia dipimpin oleh Bapa. Dia merelakan diriNya untuk melakukan perintah Bapa selama ada di bumi.

Sebagai orang Kristen, sifat saling menundukkan diri sangat diperlukan dalam kehidupan gah dari gereja Tuhan.  Sebelum anda menjadi pemimpin, terlebih dahulu anda haruslah bersedia dipimpin orang lain. Agar dengan demikian anda bisa belajar pembentukan hati dan hidup anda. Orang sukses adalah orang yang bersedia dipimpin orang lain.

Keluarlah dari batasan hati anda , untuk bisa melihat kunci sukses oranng lain sambil anda tetap menjaga hati anda. Biarkanlah hati anda dibajak oleh kesalahan rekan anda terhadap anda agar ada percepatan sukses dalam hidup anda. . (Sumber : Pdt. Santoso Hutabarat, S.Si)

Jumat – Gaya Hidup Biji Mata Tuhan (I Tesalonika 5:18).

Di tengah kesimpangsiuran harga diri yang dipahami manusia di bumi dan kenyataannya banyak orang memilih keberhargaan dirinya adalah semua yang dia punya dan latar belakang hidupnya serta masa depan yang terlihat sebatas jaminan materi yang dimiliki (missal tabungan, deposito, harta kekayaan). Sangat disayangkan.

Kabar baiknya sudah anda ketahui bahwa setiap anak-anak Tuhan adalah biji mataNya, yakni harta tertinggi nilainya dan menjadi mata Tuhan bagi dunia yang penuh dengan  kepalsuan identitas dan nilai diri serta nilai-nilai sukses dalam kehidupan.

Sebagai biji mataNya baiklah kita melakukan pola hidup seperti berikut :

  1. Hidup dalam ucapan syukur. Bersyukur karena kita berharga di mata Allah. Di hadapan Tuhan setiap orang penting. Seperti yang tadi kita pelajari dalam ‘lagu untuk anak-anak’. 

Paulus mendorong kita: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. (I Tesalonika 5:18).

  1. Hidup sebagai biji mata Allah berarti bahwa saya menemukan nilai, kepuasan dan tujuan hidup saya tidak dalam hal materi, orang lain dan diri sendiri, tetapi bahwa saya menemukan nilai, kepuasan dan tujuan hidup saya hanya didalam Tuhan.

Apakah saya selalu bersyukur? Apakah saya memiliki nilai kehidupan yang selaras dengan firman Tuhan. Apakah tujuan hidup saya pasti di dalam Tuhan? (Sumber : Pdt. Dr. Ir. Rachmat T Manullang, M.Si)

Sabtu-  Kehidupan dimulai oleh Tuhan (Roma 11:36)

Tuhanlah yang memulai perjalanan kehidupan bangsa Israel karena dia yang memiliki scenario sampai akhir. Pertemuan pertama Allah adalah di Gunung Sinai dengan satu maksud yang maha agung dan maha mulia dalam rangka penggenapan tujuan penebusan dosa dalam diri manusia yang berdosa. Itulah yang disebut anugerah kehidupan.

Tujuan utama keberadaan anda hari ini adalah menunjukkan kemuliaan Tuhan. Itulah alasan bagi segala sesuatu yang ada. Allah menciptakan segala sesuatu bagi kemuliaanNya. Kemuliaan TUhan menunjukkan AnugerahNya. Anugerah Tuhan dinyatakan dalam masa atau waktu kehidupan.

AnugerahNya dinyatakan kepada orang-orang pilihanNya dalam rentang waktu kehidupan. Yusuf, Daud, Abraham dan banyak tokoh-tokoh iman di dalam ALkitab sungguh memiliki dan menikmati AnugerahNya dalam masa hidup mereka. Awal dan akhir kehidupan mereka dimulai dan diakhiri oleh TUhan sendiri (Ibrani 11). . (Sumber : Pdt. Santoso Hutabarat, S.Si)

Minggu – Pastikanlah Anda ada di dalam Proses Tuhan (Ul 8:2-3; Ayub 23:10; Luk 1:80)

Marilah kita terus menata hati kita agar tetap memiliki hati yang suci. Adalah perjuangan yang sangat penting bagi gereja Tuhan untuk menata hati tetap benar. Sebab di ujung sana ada tantangan bagi kita,

Sebab dari dalam, yaitu dari dalam hati, timbul pikiran-pikiran jahat yang menyebabkan orang berbuat cabul, mencuri, membunuh, (Mark 7:21).

Ada 4 hal makna proses Tuhan :

  1. Ujian hati (motivasi) – semua bagian hidup harus diuji apakah Tuhan yang kita percayai atau bukan Tuhan.
  2. Tujuan hidup – hidup bukan sekedar karir, bukan tentang makan dan minum, tetapi hidup adalah tentang Tujuan Tuhan.
  3. Pembersihan /pemurnian – perlu 40 tahun untuk mengeluarkan “Hati Mesir” dari hati bangsa Israel. Dalam hidup harus ada melepaskan hak, kalau tidak maka hal tersebut tidak akan membantu kita keluar dari badai.
  4. Persiapan – selama 40 tahun Tuhan mempersiapkan bangsa Isarel untuk memiliki kualitas penduduk Tanah Kanaan. Musa mengalami pengosongan diri oleh Tuhan agar dapat menjadi pemimpin bagi Isarel.

Pada saat ini, manakah dari keempat hal di atas yang anda yakini sebagai proses dari Tuhan untuk hidup anda? Perhatikanlah dan ikutilah proses demi proses, maka anda berhak meraih berkat Nya selama Anda tetap memiliki hati yang benar. . (Sumber : Pdt. Santoso Hutabarat, S.Si)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/07/23/gunung-sinai">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram
SHARE