Renungan Minggu ke – 5, Juli 2018

GUNUNG MORIA

Kejadian 22:2 (TB) Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

SENIN – MORIA TEMPAT YANG TUHAN PILIH (Kejadian 22:2)

Tanah Moria yang berjarak tiga hari perjalanan dari tanah orang Filistin adalah tempat yang Tuhan tetapkan dan Tuhan pilih untuk Abraham mempersembahkan korban yang terbaik, yaitu Ishak sebagai korban bakaran bagi Allah. Tanah Moria juga telah di pilih untuk menjadi tempat Bait Allah (bait Salomo) dibangun (2 Taw 3:1). Di Moria mezbah didirikan untuk mempersembahkan korban kepada Allah. Dari Kisah Abraham dan Bait Allah Salomo kita belajar bahwa Allah menginginkan suatu tempat didalam hidup umatNya agar senantiasa dapat beribadah, bersekutu dan memberikan korban yang terbaik bagi Dia, satu tempat untuk DIA dapat menyatakan diriNya, bersekutu dengan erat dengan umatNya. Abraham dikatakan “Setelah semuanya itu”, setelah semua masalah akibat peristiwa Hagar dan Ismael diselesaikan, Allah mencoba Abraham dan berfirman kepadanya untuk pergi mempersembahkan Ishak ke tanah Moria, pada salah satu gunung yang Tuhan katakana, dan Abraham keesokan harinya pagi-pagi bangun, memasang pelana keledainya, memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak; membelah kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkat dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. (Kej 22:1-3).

Moria tempat yang Tuhan pilih untuk mempersembahkan korban yang menyenangkan hatiNya. Tuhan sangat rindu untuk senantiasa hadir ditengah-tengah umatNya, tetapi karena hukum-hukum dan keadilanNya Tuhan tidak bisa hadir jika tidak ada korban yang dipersembahkan kepadaNya. Sebab itu sebagai ibadah yang sejatimu, persembahkan tubuhmu kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah (Rom 12:1), tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, (1 Korintus 6:19), apakah saudara menyadarinya dan selalu siap memberikan korban terbaik sebagai bait kudus Tuhan?

SELASA – DI MORIA ABRAHAM MEMPERSEMBAHKAN ISHAK (Kejadian 22:2; Kej 16:16-17)

Kejadian 22:2, FirmanNya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Setelah banyak hal yang telah Abraham hadapi dalam hidupnya, dari sejak Tuhan memanggil dia keluar dari Ur Kasdim sampai Tuhan menggenapi janji-Nya tentang Ishak, sekarang Tuhan bermaksud untuk menguji Abraham dan sekaligus menguji Ishak sang anak perjanjian, anak kesayangan, penerus dan pewaris Abraham. Tuhan meminta Ishak untuk diberikan sebagai korban sembelihan bagi Tuhan, Abraham dan Ishak dengan taat melakukan perintah Tuhan. Ishak menyerahkan dirinya kepada Abraham bapanya, untuk menjadi bagian dari ibadah penyembahan dan ketaatan Abraham kepada Allah. Abraham dan Ishak bersama-sama mempersembahkan seluruh harapan dan hidupnya bagi Allah, Abraham telah menang atas segala ambisi dan keinginan duniawinya menyerah percaya kepada kekuasaan Allah. Ishak melihat, merasakan pemulihan dan rasa aman Abraham bapanya sehingga mudah untuk menyerah dan taat kepada bapanya. Tuhan telah membentuk kembali Abraham sekaligus juga Ishak agar tidak mengulangi kekeliruan yang mengakibatkan lahirnya masalah (Ismael), hidup dihadapan Tuhan dengan tidak bercela (Kej 16:16-17).

Tuhan mau agar umatNya menerima dan mengalami semua yang Tuhan janjikan, hambatan, tantangan dan persimpangan yaitu pilihan-pilihan hidup bisa membuat kita salah memilih. Dengan saling mengasihi dan saling berkorban dan taat kepada Tuhan Abraham dan Ishak dalam kesehatian mau melakukan kehendak Tuhan, mari bangunlah kehidupan yang saling mengasihi dan rela berkorban di komunitas dan keluargamu.

RABU – DI MORIA TUHAN MEMBERKATI (Kejadian 19: 15-19; Kejadian 22:1–14; Yakobus 2:18)

Karena Abraham mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya dengan sungguh-sungguh menyerahkan anaknya yang tunggal kepada Tuhan, maka Tuhan memberikan janjiNya: 1. Untuk memberkati Abraham dengan berlimpah-limpah; 2. Membuat keturunannya sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut; 3. Keturunannya akan menduduki kota-kota musuhnya; 4. Oleh keturunan Abraham semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. Paulus mengatakan “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah” (Galatia 3:29). Ada begitu banyak janji penyertaan Tuhan atas kita, dan sebagai milik Kristus kita harus bersungguh-sungguh memilih untuk mengutamakan melakukan firman Tuhan, secara pribadi taat saat teduh setiap hari, berdoa dan berpuasa merendahkan diri mencari kehendak dan perkenanan Tuhan, merenungkan firman Tuhan, setia PA dan terlibat dalam komsel, lebih dari segala urusan dan persoalan hidup kita. Kita dipanggil untuk mengerjakan tugas pelayanan menjadi Imamat yang Rajani, menjadi Imam-imam duta kerajaan Allah, memberitakan injil keselamatan, menjadi saksi Kristus, berkarya dan menyatakan hikmat pengenalan akan Allah didalam setiap profesi kehidupan kita.

Apakah saudara percaya bahwa Tuhan akan memberkatimu dan anak-anakmu (rohani/jasmani) bahkan sampai kepada keturunan-keturunanmu (rohani/jasmani)? Jika saudara percaya, tunjukkalah imanmu dengan perbuatanmu yang nyata yang memuliakan Tuhan dengan melayani Dia di setiap waktu dengan semua potensi dan talenta yang Tuhan berikan dalam hidupmu.  

KAMIS – DI MORIA TUHAN MENYEDIAKAN (Kejadian 22:1–14)

Di Gunung Moria Tuhan menyediakan domba jantan untuk menjadi korban menggantikan Ishak, Yehova-Jireh, “Jireh” artinya “melihat dan menyediakan,” tetapi dalam bahasa Ibrani, arti secara literalnya adalah Yehova (Tuhan) adalah Jireh, Tuhan tidak bisa dipisahkan dari segala yang ada padaNya, segala kekayaan, hikmat, kemahakuasaanNya akan melekat pada diri Allah, sehingga ketika Allah hadir kita dapat merasakan segala kekayaan, hikmat, kemahakuasaanNya, mujizat terjadi. Di Moria Tuhan mendapatkan kesungguhan hati Abraham. Setelah semua yang telah dilaluinya, Abraham akhirnya mengenal Allahnya, pengenalan yang memampukannya untuk dapat melihat masa depan dan pengharapan yang Tuhan sediakan. Tuhan ingin agar Abraham menjadi seorang yang mempercayai Tuhan lebih dari fakta keadaan yang buruk yang ia hadapi. Ketika kelaparan, Abraham pernah pergi Mesir (dunia) meninggalkan tanah perjanjiannya dan akibatnya muncullah Hagar dan Ismael sumber persoalan yang akibatnya masih terasa hingga saat ini. Ketika kelaparan yang lain, Abraham juga pernah pergi ke Abimelekh meninggalkan tanah perjanjian, karena takut kepada manusia ia berbohong, merendahkan pernikahannya dengan mengatakan istrinya Sara adalah adiknya sampai hampir diambil oleh Abimelekh untuk menjadi istrinya sehingga Abimelekh di tegur Tuhan, kutuk mandul terjadi atas Abimelekh (Kej 20:1-18).

Di Golgota, bukit dekat Yerusalem tempat Yesus disalibkan, Yesus menyerahkan dirinya untuk menjadi Domba sembelihan menjadi korban yang sempurna menebus semua dosa pelanggaran manusia. Di atas Moria Tuhan menyediakan Domba pengganti Ishak, di Golgota Tuhan menyediakan Yesus Kristus anak Domba Allah sebagai pengganti dosa, penebusan umat manusia. Apakah saudara percaya bahwa disetiap masalah pasti ada kasih karunia pertolongan Tuhan? Janganlah ragu dan lari dari karunia dan panggilan hidupmu, layanilah Tuhan dengan sungguh-sungguh dan ijinkan Kristus berperang dan menyelesaikanlah setiap “kelaparan” tantangan & persoalan hidupmu diatas kayu salib, di“gunung/bukit” Kalvari.

JUMAT – DI MORIA ABRAHAM DIPERSIAPKAN (Kej 22:11-12)

Sebuah janji akan dengan mudah untuk dipenuhi ketika prasyaratnya telah dipenuhi, demikian juga dengan janji keturunan kepada Abraham, secara logis manusia Abraham dan Sarah sudah tidak mungkin untuk melahirkan anak secara jasmani. Tuhan adalah Tuhan yang tidak masuk akal sehingga untuk mengalami dan menerima janjiNya kita harus masuk kepada keadaan “keluar” dari pikiran logis manusia biasa. Tuhan mempersiapkan Abraham supaya memiliki karakter dan polanya Tuhan dan layak menerima penggenapan janjiNya. Tuhan menginginkan agar Abraham tidak hanya sekedar menjadi bapa secara jasmani, tetapi juga menjadi Bapa Rohani yang memiliki visi untuk mempersiapkan anaknya masuk kepada panggilan Tuhan dan juga menjadi berkat bagi generasi selanjutnya.  Abraham dilatih untuk memiliki kasih yang sejati karena hatinya melekat kepada Allah, rela berkorban dan mampu menghadapi kehidupan bahkan “kematian” tanpa mengeluh, berjuang untuk melakukan kebenaran, taat mutlak kepada otoritas Firman Allah.

Malaikat Tuhan berseru mencegah Abraham saat akan membunuh anaknya: “telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku. (Kej 22:11-12). Sesungguhnya hal yang dilakukan Abraham adalah hal sama yang juga dilakukan oleh Bapa sorgawi kepada kita ketika Bapa harus mengorbankan AnakNya yang tunggal. Untuk suatu hal yang besar dibutuhkan pengorbanan yang besar, apakah saudara siap untuk Tuhan bentuk dalam kapasitas dan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan standar dan polanya Tuhan? Belajarlah dari Karakter Abraham.

SABTU – DI MORIA ABRAHAM TAAT KARENA IMAN (Kejadian 19:1-3),

Arti Mendengarkan menurut Kamus KBBI adalah mendengar akan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memasang telinga untuk mendengarkan, memperhatikan, mengindahkan, dan menurut. Abraham adalah pendengar yang baik dari Firman Tuhan, padahal sebelumnya Abraham dan Sarai adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan masih mengikuti adat istiadat dari negeri lama yang telah mereka tinggalkan, tetapi setelah Allah menyatakan diri-Nya kepada Abraham sebagai El-Shaddai, Allah yang Mahakuasa, mengubah nama Abram menjadi Abraham, dan disunat sebagai tanda lahiriah dari hubungan baru perjanjian dengan Allah dan percaya kepada Allah. Perjumpaan dengan Tuhan telah mengubah Abraham menjadi pribadi yang penuh iman dan taat kepada Firman Allah, dalam proses waktu yang sangat Panjang Tuhan Allah El- Shaddai dengan setia dan penuh kesabaran menuntun dan mengubah sejarah hidup Abraham. Tuhan melatih dan mempersiapkan Abraham agar dapat menjadi seorang pendengar firman Tuhan yang: mendengar dengan sungguh-sungguh, memasang telinga untuk mendengarkan, memperhatikan, mengindahkan, dan menurutinya sampai pada Kitab Kejadian 17 Allah membuat perjanjian dengan Abram, Tuhan mengubah tujuan hidup Abraham dari Abram yang artinya bapa dari suatu bangsa menjadi Abraham bapa dari sejumlah bangsa yang besar, Tuhan menyiapkan Abraham untuk layak menjadi berkat, sampai pada Kejadian 22:18 Tuhan menyatakan oleh keturunan Abraham (kalimat tunggal) yaitu Yesus Kristus semua bangsa dibumi mendapat berkat, setiap orang yang percaya kepada Kristus disebut sebagai keturunan-keturunan Abraham yang berhak menerima janji-janji Allah, dan akan menjadi berkat bagi banga-bangsa, dari generasi ke generasi.

Firman Tuhan dalam 1 Sam 15:22b, Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. Abraham telah menegenal Allahnya dan menjadi pendengar yang baik dari Firman Tuhan sehingga iapun menerima seluruh janji-janji Allah. Apakah saudara telah menajadi pendengar yang baik dari firman Tuhan?

MINGGU – SEMANGAT “MORIA” (Kej 22:4-6)

Dalam minggu ini kita telah belajar tentang bukit Moria, semangat bukit Moria adalah suatu tindakan iman Abraham yang telah menang dengan masa lalunya dan siap untuk masuk ke musim yang baru untuk menerima kepenuhan janji Tuhan. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata “ketika” dalam ayat ini menjelaskan proses perjalanan Abraham, ia tidak merasakan perjalanan yang terlalu berat, ia terus berjalan untuk melakukan Firman Tuhan, selama 3 hari Abraham menang atas pikiran dan perasaannya sampai “kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh”.

Adalah sangat mudah untuk menyerah ditengah-tengah keadaan yang sulit seperti sakit yang belum sembuh, keuangan yang sulit, hubungan yang belum pulih, harapan yang belum tercapai dls, terkadang Jawaban dan kejelasan atas masalah baru akan terlihat ketika terus berjalan ke arah yang benar. Abraham telah memberi teladan never give up.., pantang menyerah yang sangat baik, dia terus berjalan hingga melihat tempat yang Tuhan tentukan dan mampu berkata kepada para asistennya: “aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang.., mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang ia di tangannya membawa api dan pisau”(ay 5-6).

Akhirilah minggu ini dengan semangat Moria, dalam melakukan Firman Tuhan Abraham menanamkan dalam dirinya untuk terus berjalan, pantang menyerah, terus berjalan melakukan kebenaran, memilih untuk beribadah kepada Tuhan dengan anaknya, berbagi beban dan tugas tanggung jawab dengan anaknya mereka naik ke gunung Tuhan untuk mempersembahkan hidup bagi kemuliaan Tuhan, jika engkau merasa lelah dengan keadaan dan masalahmu, ini waktunya untuk engkau meminta janji penghiburan Tuhan dari Alkitab yang ada padamu, teruslah berjalan sampai pertolongan Tuhan nyata atas hidupmu. GBU

Penulis : Pdt. Ir. Freddy Siregar, M.Th

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/07/30/1336">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram