PERHATIKAN DIRIMU

Renungan Minggu ke-1, Agustus 2018

PERHATIKAN DIRIMU

 

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,  janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif”

Efesus 5 : 15

 

SENIN – PERHATIKAN DIRIMU- Bagian 1

(Efesus 5 ;15-21 )

 Tahun-tahun dalam hidup kita sering kali mengagetkan dan memang tidak ketahui, bisa baik, bisa kurang baik, dan bisa juga tidak baik. Kendatipun demikian, kita tahu satu hal, bahwa kita hidup di dalam waktu Tuhan.   Hidup di dalam waktu Tuhan berarti ada penyertaan Tuhan untuk menjalani waktu sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun baru ini, tetapi kita sadar bahwa kita tidak berjalan sendiri, sebab ada tangan Tuhan yang memimpin langkah-langkah kita. Ada suka dan duka yang harus kita hadapi, tetapi kita mau menjalaninya sesuai dengan kehendak Tuhan.

Bagaimana hidup di dalam waktu Tuhan? Dalam Efesus 5:15–21

ada empat nasihat bagi kita untuk hidup di dalam waktu Tuhan.  Pertama, perhatikan dengan seksama bagaimana kamu hidup. (Ef. 5:15). Kata “seksama” yang digunakan adalah “akribos”, yang mengandung arti benar, akurat, konsisten, dan sempurna. Jadi, hidup dalam waktu Tuhan janganlah sembrono seperti orang bebal, melainkan hiduplah dengan benar dan baik secara konsisten.

Kedua, pergunakan waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat(Ef. 5:16a), kata “waktu” yang dipakai adalah “kairos”. Sebenarnya ada kata lain yang menunjukkan konsep waktu, yaitu “kronos”. Kata kronos berarti rentang waktu, yang ditandai dengan tahun, bulan, hari, jam, menit dan seterusnya. Sedangkan kata kairos merupakan suatu bagian dari waktu dalam kehidupan, yang ditandai dengan terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa yang penting. Itu sebab kairos disebut juga sebagai moment atau kesempatan. Jadi, di dalam menjalani hidup di dalam waktu Tuhan, orang-orang percaya harus menggunakan setiap kesempatan dengan baik.   Hari-hari ini adalah jahat (Ef. 5:16b). Pada saat-saat ini Iblis, jalan dunia dan hawa nafsu daging terus berupaya menjatuhkan dan mencengkeram manusia (Ef. 2:2–3 ; 6:12). Oleh karena itu kita harus menggunakan setiap kesempatan yang ada dengan bijaksana seturut dengan kehendak Tuhan.

 

SELASA  – PERHATIKAN DIRIMU – BAGIAN 2

(Efesus 5 : 15-21)

Ketiga, berusahalah untuk mengerti kehendak Tuhan (Ef. 5:17). Kita hidup di dalam waktu Tuhan, maka berusahalah untuk mengerti kehendak Tuhan di dalam menjalani hari-hari kita. Janganlah menjadi bodoh dengan menyia-nyiakan waktu yang ada. Marilah kita berusaha mengerti kehendak Tuhan dan menggunakan setiap kesempatan sesuai dengan kehendak-Nya.

Keempat, hidup dipimpin oleh Roh Allah (Ef. 5:18-21). Janganlah bermabuk-mabukan (roh dunia), sebab kebiasaan itu mendatangkan banyak kejahatan, tetapi hendaklah kita dipenuhi Roh Allah dan dipimpin oleh-Nya. Hendaklah kita banyak membicarakan tentang Tuhan, mengutip mazmur serta puji-pujian, dan menyanyikan lagu-lagu rohani dengan tulus hati. Hendaklah kita selalu mengucap syukur kepada Allah dan Bapa kita dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, serta menghormati Kristus dengan hidup yang saling melayani.

Kita hidup di dalam waktu Tuhan. Meskipun kita tidak tahu apa yang terjadi di masa yang akan datang, tetapi kita tahu dengan jelas bahwa tangan Tuhan memimpin kita. Oleh karena itu kita tidak perlu takut dan cemas.

Sebagai anak-anak Tuhan yang hidup di dalam waktu-Nya, hendaklah kita memperhatikan dengan seksama bagaimana cara kita hidup, cara mempergunakan waktu yang ada, berusahalah untuk mengerti kehendak-Nya, serta hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Tuhan berjanji akan ada masa atau momen dimana kita akan mengalami apa yang  Ia janjikan, apa yang kita tabur/berkorban, hari ini tidak pernah kembali dengan sia-sia.  “Sesungguhnya Aku akan mengirimkan kepadamu gandum (berkat jasmani), anggur (berkat sukacita) dan minyak (berkat urapan) dan kamu akan kenyang memakannya” (kelimpahan)  (Yoel 2: 19)

 

RABU  – BERJALAN SESUAI KEHENDAKNYA

(Efesus 5 : 17-20, Matius 7 : 21)

 “Tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan” (ay 17). Untuk dapat mengerti kehendak Tuhan dibutuhkan usaha kita yaitu harus mau membaca, merenungkan dan bersekutu membangun keintiman di dalam namaNya.  Tegasnya juga harus mau ikut dalam pendalaman Alkitab!  Rasul Paulus berkata, “Berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah” (Rom 12:2) – paradigm atau cara berpikir harus dikuasai Firman! Target hidup kita adalah melakukan kehendak Tuhan dan janjiNya, “Sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ibrani 10:36) bahkan untuk masuk ke dalam KerajaanNya dibutuhkan, “melakukan kehendak BapaKu yang di surga” (Mat 7:21).

Apa yang dikehendaki oleh Allah sesuai Efesus 5, yaitu marilah kita berkata dan bernyanyi dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani, bernyanyilah dan bersoraklah bagi Tuhan  dengan segenap hati, mengucaplah syukur dan rendahkan dirimu satu akan yang lain.  (ay 18-20). Sudahkan hal-hal ini menjadi bagian hidup kita? Ketika sudah, maka engkau akan berjalan dalam kehendakNya.

 

KAMIS  – MILIKI HATI YANG SIAP DIPIMPIN OLEH ROH

(Efesus 5 : 21, Mazmur 25;4-9)

“dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus” (ay 21). Mau merendahkan diri sebagai sikap takut akan Tuhan adalah sebuah sikap yang mulia, tidak mudah karena banyak orang merendahkan diri dengan kepura-puraan.

Di alkitab ada yang namanya, “pura-pura merendahkan diri” (Kol 2:18).  Orang yang rendah hati dinyatakan oleh pemazmur, “Ia membimbing ... dan Ia mengajar jalanNya kepada orang-orang yang rendah hati” (Maz 25:9).

Orang yang rendah hati adalah orang yang mau menerima bimbingan dan ajaran bahkan siap mentaati,  apalagi jika ia memperolehnya dari Tuhan.   Orang yang rendah hati mudah dipimpin oleh Roh Tuhan!  Dan akan mampu menyelesaikan tugas tepat waktu, “finishing well”.

Raja Daud adalah seorang yang memiliki hati senantiasi siap dipimpin dan seorang yang berkenan “seorang yang berkenan di hatiKu dan yang melakukan segala kehendakKu” (Kis 13:22)

Dan Daud selalu memohon kepada Allah,  “Beritahukanlah jalan-jalanMu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah itu kepadaku” (Maz 25:4)

Orang yang mau dipimpin oleh Roh,

 

JUMAT  –  BAGI MEREKA YANG MENGASIHI DIA

(1 Kor 2 : 9 dan Roma 8 : 28)

Mungkin bagi sebagian kita masih bertanya, “apakah janji Tuhan itu ya dan amin, karena acapkali dalam kehidupan kita berlaku sebaliknya, janji-janji yang Tuhan sampaikan lewat khotbah minggu dan sharing di Komunitas Sel, tidak kita alami sepenuhnya.  Pada pagi jumat yang indah ini saya mau yakinkan kepada kita semua bahwa JanjiNya tetap Ya dan Amin ,  “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 Kor 2 :9) dan Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8 : 28)

Janji Allah tidak otomatis terjadi dalam kehidupan kita, coba perhatikan kedua ayat yang terkenal di atas (khusus pada kalimat yang saya garis bawahi) ada sebuah prasyarat yang harus kita lakukan supaya seluruh janji Tuhan kita boleh alami ditahun 2018 (tahun tuaian) yaitu bagi mereka yang mengasihi DIA.  Dan seorang yang mengasihi Dia adalah seorang yang senantiasa memperhatikan cara mereka hidup, cara mereka bersikap, berpikir dan bertindak.

Yuk kembali kita perhatikan bagaimana cara kita hidup??

 

SABTU  – GUNAKAN WAKTU DENGAN BIJAKSANA

(Mazmur 90; 12-14)

Tuhan memberikan waktu untuk kita isi atau pergunakan.  “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup…” .  Maksudnya, jangan hidup sembrono! dan bodoh,  Gunakan waktu yang Tuhan berikan untuk hidup dalam terang Tuhan, dan melakukan hal-hal yang berkenan kepadaNya!  Waktu kita miliki adalah sama, 1 hari sama dengan 24 jam, tetapi mengapa banyak orang yang efektif tetapi tidak sedikit yang gagal.  Orang gagal bukan mereka kurang waktu, tetapi mereka tidak menggunakan waktu dengan baik, mereka menghabiskan banyak waktu untuk perkara-perkara duniawi dan sia-sia.  Tetapi Rasul Paulus ingatkan kita bahwa kitalah anak-anak terang, anak-anak yang menjadi penurut Allah, hidup di dalam kasih dan memiliki kualitas hidup ilahi (Efesus 5)

Dunia telah membodohi kita, agar kita menyia-nyiakan hidup, dan mengambil perbuatan kegelapan yang tidak membuah apa-apa.

Rencanakanlah harimu dengan memulai pertanyaan apa yang terbaik yang aku berikan kepada Allah dengan kata lain kita berkata, “ ajarilah aku ya Allah untuk menghitung hari-hari, hingga aku beroleh hati yang bijaksana”

Memulai hari dengan cara Allah maka engkau akan mengakhirinya dengan sukacita yang melimpah.  Kenyangkan kami diwaktu pagi dengan kasih setiaMu supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami (Mz 90;14)

 

MINGGU – PERHATIKAN SAJA

(1 Korintus 11 ;1 )

Seorang anak laki-laki memandang kakeknya dan melontarkan pertanyaan dengan lantang, Kek, bagaimana Kakek menjalani hidup bagi Yesus? Kakek yang dihormati itu membungkuk dan berbisik kepada anak laki-laki tersebut, Perhatikan diriku saja!

Tahun berganti tahun, kakek itu memberikan teladan bagi anak tersebut untuk mengikuti Yesus. Ia tetap teguh menjalani hidup bagi-Nya. Namun, cucunya acap kali hidup dengan cara yang tidak menyenangkan Allah. Pada suatu hari anak muda tersebut mengunjungi kakeknya dan mereka menyadari bahwa itu adalah kunjungan terakhir. Saat kakeknya terbaring tak berdaya, sang cucu membungkuk ke arah tempat tidur dan mendengar kakeknya berbisik, Apakah kamu telah memerhatikan aku?

Itulah saat yang menentukan dalam kehidupan anak laki-laki tersebut. Ia mengerti bahwa saat kakeknya berkata, Perhatikan diriku saja, ia bermaksud, Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus (1 Korintus 11:1).

Ia berjanji bahwa sejak saat itu ia akan hidup seperti kakeknya berjuang untuk menyenangkan Yesus. Ia telah memerhatikan dan sekarang ia tahu bagaimana ia harus hidup.

 TAK ADA KHOTBAH YANG LEBIH BAIK DARIPADA TELADAN YANG BAIK, Happy Sunday!

 Penulis : Pdm.  Ir. Rudy Langitan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/08/06/perhatikan-dirimu">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram