KEKUATAN PIKIRAN

Renungan Minggu ke- II, Agustus 2018

KEKUATAN  PIKIRAN

Ayat hafalan Filipi 4:8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil,

semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar,

semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

 

Senin: KEKUATAN PIKIRAN

Bacaan :Amsal 16:32; Amsal 23:7. Yer 31:33

Tidak ada manusia yang berhenti berpikir kecuali sudah meninggal.  Siapapun kita, selagi masih hidup pasti berpikir.  Dalam keadaan apapun, suka-duka, tua-muda, dimanapun kita pasti berpikir. Bahkan dalam keadaan tidurpun pikiran kita tetap berfungsi yaitu pikiran bawah sadar.  Semua pergumulan manusia ada dalam pikirannya.  Sehingga dalam pikiran kita sepertinya ada peperangan, sebelum kita memutuskan sesuatu untuk bertindak.  Bacaan kita menjelaskan, bagaimana hebatnya kekuatan pikiran, dikatakan bahwa orang yang mengendalikan pikirannya melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota.  Jelas bahwa pikiran itu begitu kuatnya, sampai-sampai dikatakan bahwa orang yang bisa  menaklukkannya, kekuatannya melebihi seorang pahlawan.  Pahlawan sejati adalah orang yang bisa menguasai pikirannya, orang kuat berarti menguasi pikirannya.

Agar kita bisa menguasai pikiran kita, maka pikiran kita ini harus diserahkan kepada Tuhan, kalau tidak iblis akan menguasainya dan memakai kekuatan pikiran kita untuk rencananya yaitu mencuri, membunuh dan membinasakan. Tuhan dan iblis sedang berebut untuk menguasai pikiran kita, karena disana ada kekuatan.  Pastikan bahwa pikiran kita ada di tangan Tuhan dan dipakai Tuhan untuk menggenapi rencanaNya.

Tuhan  akan menaruh firmaNya dalam pikiran kita, kita harus berlatih untuk memperkatakan dan merenungkannya siang dan malam, supaya kita bertindak hati-hati sesuai dengan firmanNya. Percayalah  Kalau pikiran kita ada dalam Tuhan, kekuatannya akan dipakai melakukan kehendakNya, dan kita akan mengalami berkatNya hari lepas hari.

Selasa: MENJAGA DAN MEMELIHARA PIKIRAN

Bacaan : Amsal 23

Pembacaan alkitab pagi ini khususnya ayat 7a menjelasakan bahwa sesungguhnya apa yang kita alami adalah gambaran atau cerminan dari yang kita pikirkan, artinya apa yang kita pikirkan sangat menentukan apa yang kita alami.  Prinsip ini tidak boleh kita abaikan, pikiran kita harus kita jaga dan pelihara.  Kita harus mengontrol apa yang patut kita pikirkan, jadi tidak perlu semua yang ada disekeling kita harus kita pikirkan, atau tidak perlu semua yang kita lihat dan rasakan harus kita pikirkan. Apalagi di zaman tekonologi sekarang berita atau informasi kita terima setiap saat melalui media sosial, TV, dan media cetak lainnya.  Dari semua kejadian atau berita yang kita dapat harus benar-menar kita pilih mana yang yang harus kita masukan dalam pikirkan.  Kalau tidak kita akan bingung dan pusing.  Kita harus belajar untuk menata dan menguasai pikiran kita. Tuhan pasti memberi hikmat dan kemampuan kepada kita untuk menguasai pikiran kita.  Percaya apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi perasaan dan respon kita sehari-hari baik di rumah, pekerjaan dan pelayanan.

Kekuatan kita untuk menjaga dan memelihara pikiran diawali dengan menaklukkannya kepada Kristus.  Merenungkan Firman Tuhan dan meminta Roh Kudus untuk menolong kita, karena menjaga dan merawat pikiran memang tidak mudah. Yang menawan dan menaklukkan pikiran kepada hal yang tidak baik adalah kita sendiri, bukan orang lain. Beberapa pikiran yang harus kita tawan dan ditaklukkan diantaranya pesimis terhadap masa yang akan datang, pikiran buruk terhadap orang lain dan rasa minder.

Kita harus percaya bahwa Tuhan sudah menetapkan batas-batas pikiran kita, Kalau kita   ada dalam batas-batas yang Tuhan tetapkan, maka kita akan merasakan damai sejahtera.

Rabu: PEMBAHARUAN PIKIRAN

Bacaan: Roma 12:1-2; Kolose 3:9-10

Shalom, bacaan kita hari ini mengingatkan agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubah oleh pembaharuan budi, sehingga pikiran kita bisa membedakan manakah kehendak Allah apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Yang pasti Tuhan menyediakan yang sempurna bagi kita.  Pikiran kita harus kita latih, dibaharui untuk dapat menerima prinsip hidup dalam kerajaan Allah.  Apapun yang kita alami prinsip ini harus kita praktekkan sebagai dasar untuk bersikap bahwa Tuhan menyediakan yang sempurna. Terus menerus mempraktekkan bahwa kita ini adalah milik  Kristus, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.  Kita harus melihat bahwa yang baru oleh karena karya Kristus sudah datang bagi kita.  Yang pasti semua yang sempurna ada di dalam Kristus, disediakan untuk umat tebusanNya.  Kita harus dibaharui  di dalam roh dan pikiran kita.

Kalau kita sudah manusia baru, berarti manusia lama kita harus ditanggalkan, jangan dicampur manusia lama dengan manusia baru, kita harus  menanggalkan manusia lama serta kelakuannya dan  mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar.   Pola pikir kita  harus sesuai dengan firman Allah, jangan  mengandalkan  pengertian kita yang sangat terbatas ini.  Keputusan untuk berubah harus kita buat hari ini.

Percayalah, kita akan melihat mujizat ketika perubahan pikiran oleh pengenalan akan Tuhan.

Kamis: APA YANG HARUS KITA PIKIRKAN?

Bacaan: Filipi 4:8-9

Nasehat ini  dikirimkan oleh Paulus kepada jemaat di Filipi ketika dia sedang di penjara.  Biasanya orang kalau di penjara pikirannya akan dipenuhi oleh ketakutan, kekacauan, kebingungan, kesedihan, serta membutuhkan penghiburan dan perhatian.  Tetapi ada kekayaan rohani yang luar biasa  dimiliki oleh Paulus dalam penjara, sehingga dari dalam penjara tetap masih menghibur jemaat Filipi yang seharusnya memberi penghiburan.  Hal ini sangat ditentukan oleh APA YANG SEDANG DIPIKIRKAN OLEH PAULUS di dalam penjara.

Sebelum melanjutkan bacaan ini, coba berhenti sejenak untuk menjawab apa yang sedang anda pikirkan saat ini dan bagaimana suasana hatimu ketika sedang memikirkan itu? Apa dan bagaimana sikap kita menghadapi kehidupan ini sangat tergantung kepada apa yang kita pikirkan. Kita bisa saja kesepian ditempat keramaian kalau pikiran kita dipenuhi dengan kesepian, kita bisa saja mengalami kesedihan di tengah-tengah orang sedang berbahagia.  Semua itu tergantung kepada pikiran kita.  Kita bisa saja ngantuk ketika ibadah, yang lain dilawat Tuhan kita malah hampir tidur.. itu tergantung kepada pikiran kita.  Kita harus tahu apa yang harus kita pikirkan, karena apa yang kita pikirkan menentukan sikap kita. Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa pikiran kita ini harus kita pakai untuk memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita.

Tetapi sering kali pikiran kita bukan dipenuhi oleh hal tersebut, pikiran kita terlalu mudah dan terlalu sering dipenuhi dengan hal yang tidak baik, buruk, pahit, tidak enak didengar, kotor yang berasal dari dunia ini..  Ini kita harus lawan, tidak boleh pikiran kita ditawan atau dipenuhi oleh cara dunia ini. Makanya merenungkan firman, berdoa dan intim dengan Tuhan akan membawa pikiran kita memikirkan sesuai dengan perintahNya.

Jemaat Tuhan, apapun yang kita alami, dimanapun kita berada saat ini.. Belajarlah untuk berpikir seperti yang Tuhan mau.  Damai sejahtera akan menyertaimu.

Jumat: BERPIKIR  SESUAI DENGAN FIRMAN TUHAN

Bacaan: Filipi: 4-2-9; Mazmur 73:1-14

Kalau kita merenungkan kata-kata dalam bacaan kita pagi ini, bisa dikatakan bahwa ini merupakan  rangkuman  nasihat dari Rasul Paulus, dikatakan pada ayat 8:  jadi akhirnya, kata ini menunjuk atas nasihat-nasihat sebelumnya yang telah disampaikan Paulus kepada jemaat di Filipi.  Dia menjelaskan apa yang seharusnya kita pikirkan yaitu  semua yang  Benar,  Mulia , Adil,  Suci, Manis,  Kebajikan dan patut dipuji.  Semuanya itu kalau kita pikirkan akan membawa damai dan ketenangan dalam pikiran kita dan pasti membawa kita kepada tindakan yang membangun.  Semua kata tadi mencerminkan pengajaran dan kehidupan Kristus Yesus.   Hanya standar pemikiran inilah yang dapat membentuk orang percaya berpikiran positif yaitu cara berpikir  yang dibentuk oleh keimanan  kepada ALLAH.  Berpikir positif bukan seperti yang diajarkan oleh dunia ini, tetapi berpikir karena ada Yesus dalam hidup kita, ada pikiran Kristus dalam kita.

Kadang kita tergoda dengan cara berpikir yang ditawarkan dunia ini, karena tanpa Tuhan sepertinya mereka berhasil “menurut ukuran dunia”, sementara kita jauh dari kata berhasil itu.  Kita bisa saja melihat dan berpikir bahwa orang fasik itu bahagia, sehat, uang banyak… sementara kita hidup sangat pas-pasan.  Ingatlah bahwa hidup orang fasik seperti uap, yang sebentar ada lalu hilang lenyap.

Mari kita berpikir sesuai dengan firman Tuhan maka sukacita sorgawai akan menjadi milik kita, kita akan berbaik hati dengan semua orang, kita akan dipenuhi dengan kerinduan untk berdoa  yang penuh dengan ucapan syukur. Hanya satu kerinduan kita yaitu menggenapi rencanaNya. Haleluya

Sabtu: USIR PIKIRAN BURUK

Bacaan: Kolose 3:5-17

Kita sulit memahami, kenapa hal buruk dari lingkungan sangat mudah mempengaruhi kehidupan seseorang.  Sama halnya kita menanam padi, kenapa ada lalang yang tumbuh.  Jarang ada orang merencanakan pikiran buruk, tetapi kenapa muncul pikiran buruk, bahkan pikiran buruk ini sampai menawan dan mengendalikan hidupnya. Sadarlah bahwa pikiran buruk itu tidak muncul secara tiba-tiba, kitalah yang memberi kesempatan dan membuka pikiran kita kepada pikiran buruk atau negatif. Kita seringkali berpikir bahwa kita adalah pribadi yang tidak baik, payah, tidak bijak atau tidak menyenangkan.

Dalam pembacaan kita hari ini ada hal yang harus kita matikan dan dibuang.  Hal yang harus kita matikan dalam pikiran kita adalah dosa seksual yaitu percabulan,   kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala  karena semuanya itu mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka, sedangkan yang harus kita buang yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah  dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu, saling mendustai.

Biarlah pikiran kita dikuduskan oleh Tuhan dan dipenuhi  belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,  kelemahlembutan dan kesabaran.   Kita harus sabar  terhadap yang lain, dan mengampuni  seorang akan yang lain.  Biarlah  segala sesuatu yang kita lakukan, kita melakukannya alam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Minggu: BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Bacaan: Filipi 3:1-16

Kalau kita belum berdamai dengan diri sendiri, maka mudah sekali pikiran kita kacau, dan kata-kata pusing, bingung, sakit kepala dan stress akan mudah kita katakan. Sebagai langkah awal untuk kita bisa mendapatkan dan menemukan kekuatan pikiran adalah berdamai dengan diri sendiri.  Berdamai dengan diri sendiri berarti mengalami pemulihan gambar diri sehingga dapat menerima diri kita sebagai mana adanya.  Kita mau ada sebagai mana kita ada.  Kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kita pikirkan, karena hal ini membuat kita akan stress.  Kita sebagai orang percaya yang sudah mengalami pembaharuan pikiran harus mengenal dan menerima diri dengan benar.  Kita harus menyadari keterbatasan kita, sadar bahwa dihadapan Tuhan tidak merasa lebih baik, lebih hebat, atau lebih buruk dari orang lain, apa yang kita alami sekarang semata-mata karena anugerah Tuhan.  Kita harus melatih pikiran kita untuk bisa menerima, bahwa  hidup kita sekarang bisa punya  nilai, punya makna, punya harga semata-mata oleh karena Kristus telah menebus kita dari kebinasaan kepada kehidupan  kekal.  Kristus telah memulihkan citra diri Ilahi yang telah rusak.  Kita harus berdamai dengan diri sendiri, menerima kita sebagaimana adanya, maka pikiran Kirstus oleh FirmanNya menguasai pikiran kita.  Kita akan dapat melihat bahwa pikiran kita yang dipenuhi dengan pikiran Kristus, akan membawa kita kepada rencanaNya yang sempurna.

Seperti bacaan kita hari ini apda ayat 7 dan 8, Paulus menyampaikan bahwa setelah mengalami pembaharuan pikiran dari yang dulu begitu duniawi dan lahiriah akhirnya sadar dan berkata,“apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.  Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Karena itu gambar diri kita harus dibangun bukan pada perkara yang bersifat lahirah/duniawi tetapi kepada pengenalan akan Kristus yang mengubah hidup makin serupa dengan Dia. Kita pasti akan menjadi orang yang berbahagia dan diberkati Tuhan apabila kita  terus membangun nilai diri berdasarkan pengenalan kita kepada Kristus, dan pikiran kita akan dipenuhi dengan damai sejahteraNya.

Penulis : Pdt. Ir. Mangatas Simanjuntak

 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/08/13/kekuatan-pikiran">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram