ENERGY OF INDONESIA

Renungan Minggu ke- 4, Agustus 2018

 ENERGY OF INDONESIA

Ayat hafalan: Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

 

SENIN – ENERGI OF INDONESIA (Kisah Para Rasul 1:1- 8)

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku,” itu adalah Firman yang Tuhan Yesus katakan sesaat sebelum IA naik ke sorga. Setiap orang percaya akan menerima δυναμις dunamis (baca: doo’-nam-is) yang artinya kuasa, mujizat, kesanggupan, kalau Roh Kudus turun (menimpa; terjadi; berlaku) ke atas kamu. Setelah menyaksikan Yesus terangkat ke sorga, maka murid-murid kembali ke Yerusalem, dan naik ke ruang atas tempat mereka menumpang, mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama menantikan kuasa tersebut. Dan ketika hari Pentakosta semua orang percaya berkumpul di satu tempat, Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya, murid-murid mengalami Roh Kudus turun (menimpa; terjadi;dan berlaku) atas hidup mereka.
Tuhan mau agar setiap umatNya dapat menjadi saksi yang menyatakan kerajaan Allah; kata “menjadi” dalam Kis 1:8 ini adalah dari kata eimi (baca : i-mee’) yang artinya berada; hidup; tinggal; terjadi; timbul. Menjadi umat Tuhan yang berada; hidup; tinggal; terjadi; timbul dengan kuasa Roh Kudus menjadi sebagai saksi yang berotoritas dan penuh hikmat Tuhan. Sebagai bangsa Indonesia mari bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama menantikan kuasa dunamis yang dari Allah turun (menimpa; terjadi; berlaku) atas hidup kita, dan dengan kuasa Tuhan kita mengerjakan perkara-perkara yang besar dan ajaib, bersaksi, berdoa dan melayani untuk menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.

SELASA – ENERGI UNTUK MENCAPAI DESTINY (Efesus 4:2-4; Yoh 21:1-14)

Saat ini kita bangsa Indonesia sedang menyelenggarakan Asian Games, sebagai tuan rumah pertandingan olah raga antar negara-negara yang ada di Asia. Thema Asian Games kali ini adalah “Energy of Asia,” suatu thema yang diharapkan dapat memacu semangat, gairah dan potensi Asia untuk mambangun masayarakat dunia.
Pertandingan adalah suatu cara untuk mengukur kualitas pencapaian dari hasil proses pembinaan, pelatihan dan pendidikan yang telah dilakukan. Setiap orang, suku dan bangsa memiliki Destiny (panggilan/tujuan), dan juga memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga mau tidak mau harus bekerjasama, berelasi, bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Energy adalah potensi, daya, talenta yang harus di salurkan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Untuk mencapai destinynya, setiap orang telah Tuhan berikan energi didalam dirinya, dan kita juga bersyukur karena sebagai orang percaya Yesus Tuhan memberikan energi yaitu Kuasa Roh Kudus yang menolong, menghibur, menuntun dan memampukan agar dapat mencapai destiny yang Tuhan tetapkan atas hidup kita.
Energi terbesar bangsa Indonesia ada di dalam diri rakyatnya, demikian juga dengan Gereja, energi terbesarNya terletak di dalam diri umatNya. Iman dan pengharapan didalam Kristus merupakan energi yang memampukan kita untuk dengan tabah dan mampu menghadapi setiap situasi tantangan kehidupan. Murid-murid Yesus setelah kematian Yesus juga pernah mengalami kehilangan tujuan dan pengharapan hidupnya dan kembali menjadi nelayan sampai akhirnya Disadarkan Oleh Tuhan Yesus. Sebab itu jagalah agar selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar, menunjukkan kasih saling membantu, berusaha memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, hidup dalam pengharapan panggilanmu, dan wujudkanlah Destiny Indonesia bagi kemuliaan Allah dengan karya dan talentamu.

RABU – MAKANAN SUMBER ENERGI (Yohanes 4:34)

Energi dalam tubuh manusia terbentuk dari berbagai bahan makanan, air dan udara yg diproses didalam tubuh; Gereja yang adalah kumpulan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang Tuhan yang ajaib juga terbentuk dari makanan yang ia terima. Setelah selamatkan kita juga menerima energi untuk hidup dari makanan rohani dan makanan jasmani yang kita terima. Demikian pula dengan Energi Gereja, oleh kuasa Roh Kudus setiap umat Tuhan di bentuk bersama-sama untuk menjadi tubuh Kritus (Gereja) yang kuat, sehat, berfungsi dan menjadi saksi Kristus. Setiap hari roh manusia haruslah menerima makanan & minuman rohani melalui persekutuan doa dan perenungan Firman Tuhan, dikuatkan dan dihiburkan oleh Roh Kudus, dibentuk karakternya melalui sesamanya.
Dalam Yohanes 4:34, Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kata “melakukan” itu adalah dari kata poie (baca: poy-eh’-o) yang artinya “melakukan, membuat, menghasilkan, menjadikan, mengadakan, menetapkan;” Dengan melakukan firman Tuhan, menghasilkan buah-buah Roh dan buah pertobatan, berkreasi dan berinovasi dan berketetapan untuk ada dipihak Tuhan dengan prinsip-prinsip kerajaan Allah kita mengerjakan pekerjaan- pekerjaan yang berkenan kepada Allah. Apakah saudara telah menerima makanan rohani yang tepat dengan menjadi pelaku- pelaku kebenaran firman Tuhan setiap hari?

KAMIS – MENGOBARKAN KARUNIA ALLAH (2 Timotius 1: 6-7)

Timotius adalah seorang yang Paulus katakan sebagai orang yang memiliki iman yang tulus ikhlas (2 Tim 1:5), ditengah-tengah situasi lingkungannya yang penuh dengan penyakit bersilat kata, cinta uang dan pengajaran-pengajaran lain yang tidak sehat yang tidak menurut perkataan Tuhan Yesus, Paulus mengingatkan Timotius untuk mengobarkan karunia Allah yang Timotius terima oleh penumpangan tangan Paulus. Mengobarkan Karunia Allah maksudnya adalah membuat agar Karunia Allah dalam hidup kita menjadi sumber motivasi yang memberi kekuatan dan semangat mendorong untuk berjuang dan menang dengan persoalan dan tantangan yang ada. Karena Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. maka jadilah kuat dan teguh dengan firman dan kuasa Allah, dan denga penuh belas kasihan (emphati) dan ketertiban, tetap menjadi terang dan hidup kudus.
Kobarkanlah Karunia Allah, yaitu segala pemberian Allah yang ada padamu untuk melayani Tuhan dan sesamamu; talenta, potensi dan kemampuanmu itu adalah milik Tuhan, sebab itu kobarkanlah Karunia Allah dalam hidupmu melalui karya yang terbaik di studi, pekerjaan dan setiap profesimu.

JUMAT – DIGERAKKAN OLEH KERAJAAN ALLAH (Yeremia 49:7; Efesus 1:13-14)

Firman Tuhan mengatakan Usahakanlah kesejahteraan (completeness, soundness, welfare, peace) kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Firman Tuhan ini ditulliskan oleh Yeremia kepada para buangan Yahudi yang telah ditawan selama hamper 1 atau 2 tahun di Babel. Isi surat ini merupakan sumber kekuatan rohani untuk menjalani masa pembuangan yang panjang. Kata “Usahakan” adalah dari kata darash (baca: daw-rash’) yang artinya untuk mencari, mencari dengan perawatan, menanyakan, membutuhkan; Untuk kesejahteraan tempat kita tinggal diperlukan upaya untuk mencari seperti petani yang mengusahakan sawahnya, seorang petani haruslah mengenali karakteristik tanah sawahnya, dan selalu punya pengharapan bahwa kelak ia akan panen; dan dalam proses menanam, seorang petani terlebih dahulu memproses, merawat tanah sehingga layak untuk ditanami. Mengairi dan membersihkan adalah proses bagaimana agar benih dapat tumbuh hingga panen.
Kita sering mendengar istilah Ora et Labora, yang arinya Berdoa sambil bekerja. Jika di dalam dunia saja ada prinsip seperti itu maka sebagai umat Tuhan seharunya kitapastilah lebih baik. Apakah saudara telah melakukan tugas dan tanggungjawabmu dengan nilai-nilai hidup yang digerakkan oleh keinginan dan kepentingan Kerajaan Allah?

SABTU – DALAM IBADAH ADA KEKUATAN (1 Timotius 4:1- 8;1Kor 14:26; Kol 4:16; 1Tes 5:16-18)

Paulus mengatakan kepada Timotius sebagai seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman dan dalam ajaran sehat, Timotius haruslah selalu mengingatkan saudara-saudara didalam Tuhan agar kuat dalam menghadapi pengajaran-pengajaran sesat dan menjauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Beribadah (worship) adalah suatu tindakan Hormat kepada Allah, dalam gerak isyarat dan perkataan tepat, pantas, kita juga beribadah dalam sikap perilaku hidup sehari-hari (Ams 5:21-24). Berdoa, menyembah dan beryanyi merupakan bagian dari ibadah di Bait Allah (1Taw 16:4-6). Peribadahan Kristen awal banyak mengambil dari model peribadatan Yahudi di Sinagoga, termasuk dalam penataan dan perabotannya. Tetapi, menurut Kitab Kisah Para Rasul, para pengikut Yesus yang pada awalnya ikut serta didalam peribadahan Bait Allah (Kis 3:1), akhirnya menerima pengertian dan pemahaman baru tentanga pola ibadah yang baru, korban persembahan tidak lagi penuh darah, seluruh kehidupan di Bait Allah telah menjadi usang (Ibr 9:13-14), Sunat digantikan dengan baptisan; Penumpangan tangan dihubungkan dengan penugasan-penugasan khusus (Kis 13:2-3) dan terutama adanya bentuk baru dalam peribadatan sakramental dengan roti dan anggur sebagai peringatan akan pengorbanan Yesus dan sebagai penantian perjamuan penuh kegembiraan di waktu yang akan datang (1Kor 1:26). Hari pertama dalam setiap pekan yaitu hari mInggu dikhususkan dan dijadikan sebagai ibadah, perjamuan, yang disertai dengan bernubuat, membaca, bernyanyi, dan berdoa, dalam semangat kegembiraan dan pengucapan syukur.
Jika pada jemaat mula-mula mereka telah menerima pewahyuan dan pola ibadah yang baru, maka seharunya dizaman kasih karunia Allah saat ini kita juga seharusnya akan menerima berbagai-abagai hikmat dan pewahyuan yang baru didalam Ibadah yang hikmat, kreatif dan inovatif. Apakah saudara siap untuk menerima terobosan yang baru didalam pola ibadah akhir zaman, dengan menjadikan Ibadah sebagai gaya hidup Ilahi menyatakan kasih dan kebenaran Allah didalam setiap aktifitas dan kehidupanmu?

MINGGU – KEKUATAN DARI BENIH YANG KEKAL (1 Petrus 1:23; 2 Timotius 1:14)

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. ‘Benih yang fana’ adalah benih yang corruptible/perishable seed (benih yang bisa rusak /busuk/mati); sedangkan ‘benih yang tidak fana’ adalah benih yang incorruptible / unperishable seed (benih yang tidak bisa rusak/busuk/mati) yaitu firman dari Allah yang hidup. Di dalam diri kita ada benih yang kekal, yang tidak dapat layu dan tidak terpengaruh dengan lingkungan yang fana (tidak kekal), dan ketika benih kekal tumbuh, dan digoncangkan maka segala yang tidak kekal akan terseleksi. Orang-orang yang telah menerima benih yang kekal ialah orang-orang yang teguh dan tidak mudah untuk disesatkan dan diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran sesat dari semua perkara yang ada di dunia ini. Orang-orang yang lahir dari Allah memiliki benih Ilahi di hatinya dan selalu rindu untuk melekat kepada Kristus dan firmanNya, dan mereka juga akan senantiasa hidup dalam kasih, kasih Bapa berlimpah memenuhi hatinya dan ia mewarisi sifat-sifat dan karakteristik Bapa-Nya untuk menjadi berkat yang menerangi dunia sekelilingnya.
Manusia dan segala kemuliaannya’ merupakan sesuatu yang fana dan tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Namun firman dari Allah yang hidup telah memberikan kehidupan yang baru bagi orang percaya, apakah saudara mau tetap komit untuk menjaga, menghidupi, dan mengembangkan energi potensi benih Ilahi dan sifat-sifat karakteristik anak-anak Allah dengan menjadi saksi-saksi Kristus bagi suku-suku bangsa di sekelilingmu?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/08/28/energy-of-indonesia">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram