Renungan Minggu Ke – II, September 2018

KUAT DI DALAM TUHAN

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Ef 6:10

Setiap orang membutuhkan  kekuatan  untuk menjalani hidupnya, menyelesaikan tanggung jawabnnya, menang atas cobaan dan menginjak kuasa setan.  Alkitab menjelaskan kekuatan yang terpenting bagi umatNya yaitu kuat di dalam Tuhan dan kuasaNya. Kenapa hal ini begitu.penting? Karena kemenangan di dunia nyata  harus didahului dengan kemenangan di dunia roh atau dunia tidak nyata. Mereka yg kuat didalam Tuhan adalah mereka yang.kuat di dalam Dia dengan memiliki iman Yang kuat kepada FirmaNNya, tinggal dalam FirmanNya dan tetap hidup dalam tujuanNya. Salah satu contoh adalah Kaleb, Dia sampai 85  tahun berkata , Aku tetap mengikut Tuhan dengan segenap hati… biarlah kita seperti kaleb, Abraham,Yusuf dll… dan kemuliaanNya terus dinyatakan dalam segala aspek hidup saudara semua. Amin.

 

SELASA – SEMUA KARENA TUHAN

Keluaran 13:1-16

Apa yang terjadi dan dialami oleh setiap kita, semuanya karena Tuhan, bukan karena kuat dan gagah kita. Semua kemenangan, keberhasilan, kesuksesan yang kita capai semuanya karena Dia. Hal ini harus terus kita ingat dalam hidup kita. Musa terus mengingatkan kepada bangsa Israel bahwa keluarnya atau lepasnya mereka dari perbudakan Mesir adalah karena kekuatan dan kuasa Tuhan. Musa terus memgingatkan berkali-kali bahkan harus terus diceritakan kepada keturunan demi keturunan, supaya semua mengetahuinya bahwa semua yang terjadi karena keperkasaan Tuhan. “Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir.” (ay 16) semua itu harus terus di ingat dalam pikiran kita (dahi) dan juga diekspresikan dalam perilaku kita sehari-hari (tangan). Tetap ‘humble’, tetap menghormati orang, tetap mau diajar dan belajar, adalah contoh dari perilaku yang menunjukkan bahwa semua yang terjadi adalah karena Tuhan.

Renungkanlah: Keberhasilan atau kemenangan apakah yang saudara pernah capai? Apakah ekspresi yang ditunjukkan dalam perilaku saudara sehari-hari sudah menunjukkan bahwa semua oleh karena Tuhan?

 

RABU – MAMPU BERSAMANYA

Fil 4:10-13

Rasul Paulus tidak hanya mengecap banyak kesuksesan, tapi juga mengalami penderitaan dan badai dalam hidupnya. “…Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan…”, badai atau tantangan yang Paulus hadapi bukanlah tantangan yang ringan secara manusia, dihina, dipenjara dan ditempatkan diantara orang-orang paling jahat, terapung-apung di tengah laut selama hampir 14 hari, didera (disiksa) melebihi batas yang wajar, tapi dalam semuanya itu, rasul berkata semuanya adalah penderitaan ringan (2 Kor 4:17). Apa yang membuat Rasul Paulus tetap kuat dan tidak pernah menyerah? “..Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku…” Rasul Paulus selalu menyadari semua penderitaan itu dapat ditanggung di dalam Dia, yaitu tidak ada penderitaan yang akan melebihi kekuatannya (1 Kor 10:13) dalam ukuran Tuhan dan begitu meyakini bahwa Tuhan akan selalu memberi kekuatan. Penderitaan atau masalah tidak dapat menghentikan rasul Paulus untuk tetap berjalan ssesuai dengan ketetapan Tuhan. Demikian juga Halnya yang harus terjadi dalam hidup kita, tidak ada perkara apapun yang dapat membuat kita undur dari Tuhan, karena semuanya dapat ditanggung di dalam Dia. Tuhan tidak pernah membiarkan umatNya berjalan sendirian, Dia selalu bersama-sama dengan umatNya. Sehingga kita yang lemah dan Dia yang kuat akan melewati badai dan masalah itu bersama-sama.

Renungkanlah: bagaimana respon saudara ketika menghadapi badai atau masalah dalam hidup saudara?

 

KAMIS – MENCARI WAJAHNYA

Mzm 105:4

Kita menyadari bahwa kita tidak dapat sendiri, kita membutuhkan Tuhan dalam hari-hari yang kita lewati. Dalam bayak hal yang dilewati seringkali kita berseru meminta kekuatanNya, baik dalam study, pekerjaan, keluarga, dan lain-lain. Dalam Firman Tuhan  yang kita baca, mengajarkan kepada kita, bahwa kita tidak dapat hanya mencari kekutanNya (berkatNya), tanpa kita mencari Tuhan. Mencari Tuhan berati bertemu dengan pribadiNya (wajahNya), dan bertemu dengan pribadiNya berarti kita bertemu dengan firmanNya. Inilah yang dilakukan oleh Maria ketika memilki kesempatan berjumpa dengan Tuhan. Maria fokus dan memberi waktu yang terbaik untuk mendengar setiap Firman yang diperkatakan oleh Tuhan, dan bahkan Tuhan meneguhkan apa yang dilakukan Maria dengan berkata, “…Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya…” Maria tahu apa yang paling utama yang dia butuhkan, yaitu kebenaran atau perkataan Tuhan. Dia membutuhkan Firman sebelum dia melakukan segala sesuatu (bekerja seperti marta), supaya apa yang dikerjakannya sama seperti apa yang Tuhan kehendaki dan tetapkan. Karena itu, penting sekali untuk kita terus memastikan tetap memberi waktu yang terbaik untuk mendengar perkataanNya di tengah-tengah kesibukkan kita.

Renungkanlah: Apakah saudara masih memiliki dan memberi waktu yang terbai untuk bersekutu dengan Tuhan dan mendengar perkataanNya?

 

JUMAT – JANGAN KENDOR

2Taw 16:9a

“…Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia…” Tuhan tidak pernah menahan kekuatanNya, bahkan Firman Tuhan berkata, Dia mencari orang untuk dilimpahi kekuatanNya. Dalam Firman Tuhan yang kita baca, tidak kepada semua orang Dia memberikan kekuatanNya, tapi hanya kepada orang-orang yang bersungguh hati mencari Dia. Firman ini datang kepada raja Asa melalui nabi Hanani. Raja Asa adalah pribadi yang sangat mengenal dan mengandalkan Tuhan, tetapi karena kenyamanan atau ketenangan yang ada membuat Asa lengah dan kendor dalam mencari Tuhan, karena itulah Tuhan mengingatkannya melaui nabi Hanani. Demikian juga Firman ini datang kepada kita, untuk mengingatkan kita, jangan pernah kendor dalam mencari Tuhan. Mungkin kita pernah mengangalami waktu-waktu terbaik bersama dengan Tuhan, tapi bagaimana sekarang? Masih samakah atau harusnya lebih dari hari-hari yang lalu? Karena kehidupan bersama Tuhan tidak bicara sejarah, tapi bicara hari ini dan yang akan datang. Inilah kerinduan Tuhan, untuk umatNya selalu konsisten mencariNya dan tidak pernah menjadi kendor karena apapun juga. Dengan inlah, kita sebagai umatNya akan selalu kuat di dalam Tuhan.

 

SABTU – MENANTI DENGAN MENGHIDUPI FIRMANNYA

Yes 40:31

“..tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah…” hal ini yang akan membuat kita terus berjalan dalam kehendakNya, seberapun masalah atau tantangan yang kita hadapi, kita akan terus maju bersama dengan Tuhan. Keberhasilan akan pencapaian yang kita alami atau masalah yang sedang kita hadapi, tidak akan lagi mempengaruhi iman kita dan kehidupan kekristenan kita didalam Tuhan. Kita menjadi orang-orang yang tidak akan digoyahkan atau bahkan dialihkan oleh apapun juga, karena kita adalah orang-orang yang terus menantikan Tuhan. Menantikan bukan pasif dengan kita hanya duduk diam dan merenung, tapi menantikan Tuhan dengan kita terus memastikan hidup kita dalam (sesuai) kebenaranNya. Ayat yang kita baca mengajarkan kita prinsip bagaimana kita menjadi semakin kuat dan bertambah kuat. Sewajarnya jika seseorang berjalan atau berlari maka suatu kali dia akan berhenti karena kelelalah atau habis tenaga, tapi tidak menurut Firman Tuhan, justru orang tersebut akan berjalan tidak lelah dan berlari tidak lesu. Hal ini selaras dengan apa yang pemazmur katakan bahwa orang benar “…mereka berjalan makin lama makin kuat..”. semakin berjalan semakin kuat bukan semakin lemah. Demikianlah harusnya perjalanan kita dalam mengikut Tuhan, semakin lama ikut Tuhan, semakin kuat dan semakin menyatakan kerajaanNya di muka bumi ini. Karena itu pastikanlah untuk kita terus menghidupi setiap kebenaran yang kita pahami.

Renungkanlah: jika dibandingkan hari-hari yang lalu, apakah saudara bertambah kuat didalam Tuhan?

 

MINGGU – SEMUANYA BAIK

Kejadian 45:5-8; 50:20

“…sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu…” Yusuf memahami dan melihat rencana Tuhan yang hebat buat dirinya. Yusuf melewati hari-hari yang tidak mudah, mungkin yusuf tidak memahaminya apa dibalik skenario setiap masalah demi masalah yang Tuhan ijinkan dalam hidupnya. Terbukti dengan Yusuf berkata, “…Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini…” (Kej 40:15). Yusuf sendiri kebingungan kenapa dia harus mengalami itu semua, karena menurut dia tidak ada hal yang membuatnya layak mengalami itu semua. Sering kali kita pun demikian, kita sering tidak mengerti dengan skenario Tuhan dalam hidup kita, kita sudah lakukan berbagai evaluasi mengenai hidup kita dan didapati tidak ada alasan yang kuat untuk kita mengalami apa yang sedang kita alami sekarang. “… rancanganKu bukanlah rangcanganmu..” dan “…Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya…” Yusuf memilih untuk berserah dan mengikuti semua proses yang terjadi dan melihat bahwa semuanya adalah baik dan rancanganNya sempurna, yaitu untuk memelihara satu bangsa yang besar. Percayalah saudara, apapun yang tidak dapat kita pahami yang terjadi dalam hidup kita, pasti semuanya baik dan rencanaNya yang besar dan sempurna. Kegagalan kita memahami dan mempercayai bahwa semuanya baik, akan membuat kita semakin lemah dan penuh dengan kecurigaan kepada Tuhan atau mungkin menyalahkan diri sendiri, tetapi melihat segala sesuatu semuanya baik, membuat kita akan terus kuat dan setia mengiringNya sampai akhir karena “…tidak ada kecurangan pada-Nya…”. Amin.

Penulis : Pdm. Yongki Sannadi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/09/12/1427">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram