BERTUMBUH KE ARAH KRISTUS

Renungan Minggu Ke- 5, September 2018

BERTUMBUH KE ARAH KRISTUS

Ayat hafalan :  Efesus 4:15

 

Senin –  Bertumbuh kearah Kristus

Semua umatNya yang hidup di dunia rindu untuk berbuah dan buah yang dihasilkan adalah tinggal tetap.  Ada satu hal yang sangat penting agar berbuah, yaitu mengalami pertumbuhan yang benar dan sehat. Alkitab menyatakan Bagaimana supaya bertumbuh dengan benar, yaitu harus ke arah Dia dan menjadikan Yesus sebagai kepala.

Ke arah Dia ,artinya Yesus sebagai model dalam pertumbuhan baik dari sisi Panggilan, Karakter atau kedewasaan dan hikmatNya. Tuhan tidak ingin arah pertumbuhan umatNya ke arah yang lain , bukan ke arah diri sendiri.

Kunci dari pertumbuhan yang sehat adalah menjadikan Yesus sebagai kepala, yaitu pusat , kendali dan  sebagai sumber. Dan hidup saudara menjadi bagian tubuhNya yaitu Gereja sebagai perlindungan, sebagai pembentukan dan sebagai pelayan satu dengan yang lainnya.

 Percayalah, ketika umat Tuhan bertumbuh dengan benar dan sehat, maka dengan sendirinya hidupmu akan berlimpah dengan buah yang tinggal tetap. (Sbr : Ps. Rachmat T Manullang)

 

Selasa KEBERSAMAAN YANG SEJATI (I Kor 12:12-14)

Kebersamaan umat Tuhan adalah kebersamaan yang menggerakkan orang percaya untuk saling melayani. Inilah prinsipnya. Tidak ada seorangpun yang ada dalam tim hanya menonton dan diam. Jika suasana ini terjadi, maka telah terjadi perlawanan terhadap kodrat kesatuan Tubuh Kristus.Di dalam I Korintus 12 tersebut Pelayanan Satu Tubuh, dimana di dalamnya ada anggota-anggota tubuh yang memiliki status dan fungsi yang berbeda-beda tetapi saling bekerja sama dan saling melengkapi secara terorganisir, layaknya system tubuh manusia. Dalam tubuh manusia ada pusat kendali syaraf tubuh yakni di bagian otak manusia. Sistem kendali bekerja menghubungkan masing-masing organ tubuh secara harmonis untuk menyelesaikan satu kegiatan.

Kebersamaan umat Tuhan hanya bias tercapai jikalau beberapa hal ini dipahami dan diterapkan dalam kehidupan pribadi :

  • Memiliki visi kesatuan : kesatuan untuk menjadi saksi Kristus di dunia.
  • Mengenali talenta/potensi diri masing-masing dan bersedia menggunakannya untuk kepentingan bersama.
  • Kasih Kristus menjadi landasan untuk saling melayani sesuai talenta atau potensi diri (karunia).
  • Jangan membuka diri pada semangat persaingan (menjatuhkan orang lain, dengan mengganggap rendah karunia rohani/kemampuan/peran orang lain dalam tim).
  • Berpikirlah : anggota tubuh tidak dapat hidup di luar tubuh (kematian) (Ibr 10:25). Anggota ditakdirkan harus selalu ada dan bekerja di dalam tubuh Kristus. Jikalaupun ada konflik diantara anggota, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan komunitas karena hal itu hanyalah sebuah kerugian yang besar. Selalu belajar berespon benar terhadap konflik atau fase badai yang anda alami.

Mari kita  jemaat menjadikan Kristus sebagai kepala yang mempersatukan pikiran, perasaan, kehendak serta tindakan kita agar semua kita bertumbuh bersama kea rah Kristus sebagai kepala gereja.

 

Rabu – TELADAN PERTUMBUHAN (Luka 2:52)

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Lukas 2:52)

Secara sederhana kita dapat melihat contoh pertumbuhan yang sehat dan dapat diduplikasi atau diajarkan kepada orang lain adalah teladan Yesus. Dia lahir sebagai manusia dari rahim seorang perempuan bernama Maria dan dibesarsakan dala lingkungan keluara yang hidup sederhana , oleh seorang ayah bernama Yusuf , seorang Tukang kayu. Namun demikian keadaan demikian tidak menghalangi Yesus untuk menjadi seorang yang berpengaruh di zaman hidupnya bahkan bagi dunia sangat terbukti menjadi sumber jawaban bagi semua persoalan dunia.

Mari kita simak bahwa ada beberapa persyaratan pertumbuhan alamiah dan rohaniah sebagai orang Kristen yakni

  1. Yesus adalah berasal dari Allah Bapa, Dia adalah Anak Allah tentu membawa sifat dan kuasa Allah. Kehidupan sejati di dunia yang bertumbuh dan berbuah dimulai dari keputusan untuk hidup dan tinggal di dalam Yesus Kristus (Yoh 15:7). Mengapa? Karena sumber pertumbuhan yang benar hanya dari Firman Tuhan (Maz 1:1-3). Di luar itu hanya ada pertumbuhan semu atau palsu (Yoh 15:4)
  2. Selalu terhubung dengan Yesus sebagai sumber berkat, sehingga kita selalu mendapatkan makanan rohani yang sehat dan terarah kepada kehendakNya. Kebenaran Tuhan itu selalu dinamis. Artinya firman Tuhan itu datang pada tiap orang pada waktu dan untuk jawaban tertentu tanpa dibatasi oleh keadaan. Selalu baru tiap pagi kasih setiaNya. Tinggal dalam BaitNya adalah kunci jaminan selalu terhubung dan bertumbuh secara rohani, karakter dan kompetensi Anda.
  3. Menjadi bderkat– yakni setelah diberkati dengan pertambahan kedewasaan dalam hikmat, perkataan dan perilaku, saatnya untuk menolong orang lain untuk mengalami kemajuan kehidupan sejati dalam roh , jiwa dan tubuhnya.

Ayo, selalu teladani gaya hidup Yesus di dalam kehidupan Anda setiap saat dan dimanapun.

 

Kamis– “Meekly” (Mat 5:5)

Blesses are the meek: for they shall inherit the earth (Matthew 5:5)

Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi (Mat 5:5)

Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah. (Maz 37:11)

“Meek”  berarti lemah lambut, penurut;  dengan kata sifat “meekly” yang artinya tanpa perlawanan.

Diberkatilah orang yang penurut (tanpa perlawanan) terhadap janji Tuhan, karena mereka adalah orang-orang yang rendah hati dan layak menerima warisan negeri. Di dalam kehidupan berkomunitas, sifat lemah lembut atau rendah hati adalah kunci pertumbuhan diri dan komunitas. Dalam komunitas Yang tak bisa bisa dihindari dalam hidup bersama adalah konflik. Namun konflik ada bukan untuk menjadi ajang penunjukkan kekuatan diri, tetapi sebaliknya menjadi latihan pembentukan hati untuk menjadi seorang Kristen yang dewasa.

Kunci sukses pembentukan hati adalah lemah lembut dan penurut satu dengan yang lain. Saling menundukkan diri dengan anggota komunitas, seperti rumah tangga atau gereja lokal. Adalah ekspresi dari kualitas rendah hati/ atau lemah lembut. dalam keluarga, komunitas pelayanan atau tim kerja sekalipun, kita bisa bertumbuh lewat orang lain, tentu dengan sikap dan cara pandang bahwa ketika konflik terjadi dengan orang lain, mereka bukan lawan tetapi teman atau sedikitnya calon teman yang membantu pertumbuhan diri kita.

Sudahkah anda memupuk kerendahhatian dan kelembahlembutan dalam hidup rumah tangga, komunitas kerja atau gereja lokal?

 

Jumat- Respon Benar & Dewasa , Kunci kelanggengan Pertumbuhan (I Tesalonika 5:18)

Mengapa konflik antar manusia terjadi? Tentu jawabannya karena ada perbedaan antar manusia. Dari studi ditemukan ada 5 hal yang menjadi pemicu konflik (sumber konflik)  yakni perbedaan data, nilai hidup, kepentingan, struktur dalam organisasi dan hubungan antar orang. Kelima unsur tersebut sudah menjadi fakta yang menjadi titik kritis terjadinya konflik. Konflik akan bisa menjasi 2 hal dalam diri kita, yakni, sebagai cara mendewasakan kita atau sebaliknya membuat kita menjadi seperti anak kecil (kenakan-kanakan).

Semua ditentukan dari respon yang anda berikan ketika konflik datang.  Namun saran yang terbaik adalah beresponlah selalu dengan benar terhadap setiap persoalan yang anda hadapi saat ii. Bagaimanakah respon yang benar atas konflik? Ada 3 hal yakni : tidak mennghindar, tidak menghakimi dan menyelesaikan hingga tuntas. Selain berespon benar, disarankan kita bisa juga berespon dengan dewasa, yakni melalui 3 hal yakni tidak menyerah, belajar dari kesalahan dan ambil hikmah untuk antisipasi.

Ayo, milikilah sikap berespon  dengan benar  dan dewasa terhadap oranga-orang yang memusuhi anda hari ini. Bangunkan kasih Allah dalam diri Anda dan lawanlah arus kesombongan dengan kerendahatian, maka anda telah berespon benar dan dewasa.

 

Sabtu – Belajar Dengan Dua Telinga (Yes 50:4b-5)

Telinga adalah salah satu organ penting di dalam sistem tubuh manusia. Semua informasi dari dunia didengar oleh telinga. Dari berita atau informasi buruk sampai yang luar biasa bagus selalu ditanggap oleh alat dengan ini.

Filosofi ini menggambarkan  bahwa setiap orang harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Kita harus lebih banyak menggunakan indra pendengaran daripada memggunkan mulut dan kita harus sadar bahwa kita harus mendengar dan memahami orang lain atau bawahan kita agar apa yang kita perintahkan dan akan dilakukan diketahui manfaat dan kerugiannya.

Kedua telinga yang digunakan dengan baik akan menjadi sangat berarti bagi diri kita dan orang lain jikalau informasi firman Tuhan kita dapatkan setiap saat. Manusia hidup dari setiap perkataan TUhan (Mat 4:4), karena firman Tuhan mengandung janji dan kekuatan untuk menerangi perjalanan hidup setiap kita. Itu sebabNya Tuhan ingin selalu membuka dan mempertajam pendengaran kita.  Seorang murid Kristus pasti akan mendengar perkataan seorang Guru. Dan selanjutnya melakukan dengan ketaatan pesan yang didengarnya. Itulah murid.

Gunakanlah telinga kita untuk mendengarkan perkataan Tuhan hari ini dan nasehat orang-orang beriman dan dewasa untuk hidup anda agar Anda semakin cepat mengalami pertumbuhan.

 

Minggu – HATI YANG LEMBUT (Yak 1:21)

“Pada suatu waktu seorang murid wanita sekolah Alkitab yang saya pimpin, melarikan diri dari asrama sekolah karena konflik dengan siswa lain di sekolah tersebut. Sebagai pimpinan sekolah saya bertanggung jawab. Segera saya mengejar siswi tersebut dan akhirnya bertemu dan mengajak siswi tersebut kembali ke asrama. Beberapa hari kemudian siswi tersebut melarikan diri kembali dari asrama dengan sebab yang sama. Saya kembali mengejarnya dengan segera, karena saya memiliki keyakinan bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Alhasil siswi tersebut kembali ke asrama sekolah. Saya pun menasehatinya untuk menyelesaikan konfliknya. Puji Tuhan dengan hati yang lemah lembut dan mau belajar, akhirnya masalahnya dapat diselesaikan. Hari ini berita luar biasa, bahwa siswi tersebut telah menjadi pelayan Tuhan dengan penuh sukacita di Hongkong. “

Seringkali orang berasumsi bahwa begitu jauhnya jarak antara masalah dengan solusinya. Dan hal ini ada benarnya. Mengapa bisa demikian? Dari kesaksian di atas, ada satu yang menjadi penyebab masalah tidak terselesaikan, dimana memakan waktu yang tidak sebentar untuk menyelesaikannya. Penyebabnya adalah kekerasan hati. Kekerasan hati menyebabkan manusia tidak  bisa berespon benar ketika masalah datang menerpa. Benteng-benteng diri yakni segala sesuatu yang kotor dan kejahatan dalam hati (asumsi negatif kepada orang lain) yang dapat mengeraskan hati dan membutakan mata hati untuk melihat solusi.

Sebaliknya hari ini, ada kabar baik. Hati yang lemah lembut , membuka jalan untuk firman Tuhan menjadi tertanam dan berkuasa menyelematkan jiwa. Menyelamatkan jiwa adalah membebaskan pikiran kita dari kepicikan sehingga terbukalan ruang pikiran kita terhadap firmanNya yang selanjutnya menjadi pewahyuan dan solusi atas permasalahan kita (Fil 3:9).

Penulis : Penulis Bp Santoso S. Hutabarat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/10/01/bertumbuh-ke-arah-kristus">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram