PEMULIHAN KEMAH DAUD

Renungan Sinode GKKD Minggu ke-2, Oktober 2018

 

PEMULIHAN KEMAH DAUD

 

“Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,

Kisah Para Rasul 15:16-17

 

SENIN – GEREJA ADALAH MANIFESTASI KERAJAAN ALLAH

(Kisah Para Rasul 15:16-17)

Tuhan dari mulanya sudah menetapkan, bahwa di bumi ini hanya Gereja yang menjadi manifestasi kerajaanNya di bumi ini. Dalam perjanjian lama, ada satu pola kekal di bumi ini yaitu Pola Gereja Kemah Daud. Kemah Daud adalah suatu kemah di jaman Daud dibuat untuk menjadi tempat tabut perjanjian sebagai ekspresi kehadiran Tuhan di bumi. Gereja Kemah Daud menjelaskan esensi terpenting yang harus dimiliki Gereja yaitu ibadah yang inspiratif, keimamatan rajani dan misi kerajaan Allah. Tuhan berjanji jika Gereja kembali kepada pola Kemah Daud, maka Tuhan akan membuat bangsa-bangsa datang kepadaNya. Saudaraku, nama sinode kita adalah Gereja Kristen Kemah Daud, Kita harusnya memiliki kerinduan yang besar agar pemulihan Kemah Daud dimulai dari kita dan seluruh keluarga besar sinode Kemah Daud.  (summary RTM)

Pemulihan pondok Daud ini kemudian akan membawa Pemulihan dan transformasi bangsa dan bangsa-bangsa, semua dimulai dengan kehidupan jemaat yang beribadah penuh inspirasi yang berasal dari Tuhan, jemaat yang menjadi imamat yang rajani serta umat yang kudus serta melakukan misi gereja.

Sudahkan Anda siap?

 

SELASA  –  PEMULIHAN KEIMAMAN DAN RAJA

(Keluaran 19; 5-6, 1 Samuel 17 : 46-47)

Apa yang Tuhan janjikan pada renungan kita hari ini, menyadarkan kita bahwa Tuhan telah menetapkan bangsa Israel  sebagai bangsa pilihan dimana mereka menjadi bagi Allah kerajaan imam dan bangsa yang kudus.  Hal inilah yang menyadarkan Daud untuk tampil dan maju, bangsanya bukan saja membutuhkan imam tetapi juga raja yang akan Tuhan pakai untuk mengalahkan musuh-musuhNya.  Tetapi untuk Daud menjadi raja tidaklah mudah, sekalipun ia sudah diurapi jadi raja atas bangsa Israel, ia sesungguhnya belum menjadi raja karena Saul masih masih hidup.  Dan yang harus ia lakukan adalah mengalahkan musuhnya Goliat, dan inilah kesempatan yang Tuhan berikan padanya untuk tampil dan maju.  Sebuah kepercayaan yang diberikan Tuhan yang kemudian dipakai oleh Daud untuk melakukan perbuatan hebat (1 Samuel 17: 50-51).  Dan diawali kemenangan ini Daud berhasil membangkitkan semangat pasukan dan bangsa Israel serta membesarkan nama Tuhan diantara bangsa-bangsa.

Mari kita semua bangkit untuk mengalahkan musuh kita? Inilah saat untuk tampil dan maju mengambil apa yang Tuhan sediakan.

 

RABU  – KEBANGKITAN TIGA OTORITAS

(2 Samuel 2 : 1-6)

Daud mengalami titik terendah dan ia harus dikejar dan melarikan diri dari kematian yang dirancang Saul yang mengancamnya. Semua ini diizinkan oleh Tuhan sebagai sebuah proses persiapan sebelum menjadikanya Raja Israel.  Walaupun tidak mudah tetapi Daud melewati semua proses ini dengan kemenangan.  Daud tidak menjamah Saul dengan pedangnya dan kematian Saul terjadi ketika berhadapan dengan tantara Filistin dan ini menjadi kesempatan untuk Daud menjadi Raja bagi bangsa Israel.

Dari pelariannya Daud kemudian kembali ke kota Hebron  dan diurapi sebagai Raja.   Sebuah kepemimpinan yang mirip dengen Yesus Kristus/Mesias (menurut Kevin Corner),  dan Daud juga mengalami tiga kali pengurapan sebagai raja bangsa Israel, yang menunjukkan penjelasan tentang peneguhan Daud sebagai Raja dengan mengembalikan tiga otoritas yang menggambarkan kepemimpinan mesias yaitu peranan sebagai nabi, sebagai imam dan sebagai raja.

Dan hari ini gereja sedang mengalami pemulihan sebagai nabi imam dan raja (pengurapan Pondok  Daud) untuk mengembalikan apa yang Tuhan janjikan atas gereja, menyatakan terang bagi bangsa-bangsa.  Sudah siapkan saudara untuk mengalami ini?  Siapkan dirimu dan hatimu untuk sebuah pemulihan maha dasyat untuk menjadi nabi iman dan raja bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa.

 

KAMIS  –  PEMULIHAN IMAMAT

(2 Samuel 6 : 14-17)

Karya  penebusan Kristus adalah sebuah Pemulihan imamat yang rajani, Wahyu 5 : 9-10 mengatakan bahwa Yesus sudah menebus dengan darahNya dari tiap suku, Bahasa, kaum dan bangsa bagi Allah. Dia telah membuat umatNya menjadi raja-raja dan imam-imam  dan kita akan memerintah di bumi.  Dan renungan pagi ini menyatakan Daud menggunakan baju efod dari lenan, mengatur tabur perjanjian di kemah Daud dan memberikan korban di hadapan Tuhan.  Daud membuat pola ibadah yang berbeda dengan zaman Musa.  Daud sebagai raja melakukan fungsi sebagai iman dengan mempersembahkan korbang bakaran dan keselamatan di hadapan Tuhan.

Inilah sebuah pola pemulihan yang ia yakini sedang Tuhan kerjakan atas Israel yaitu pola imamat yang rajani.  Sebuah pola yang Tuhan akan pakai atas gereja di akhir zaman, dimana gereja memiliki hubungan (keintiman) dengan Tuhan dalam pujian penyembangan dan kekudusan juga memiliki otoritas (raja) untuk memerintah atas bumi.

Dan kitab Wahyu tegaskan bahwa janjiNya ya dan amin untuk membuat kita semua menjadi raja-raja dan imam-iman atas panggilan yang Ia sediakan atas kita.

 

JUMAT  –  PEMULIHAN GEREJA

(Kisah Para Rasul : 16-17. Amos 9;11)

Kisah para rasul merupakan pola bagi gereja zaman perjanjian baru, dan Pemulihan yang Tuhan maksudkan sesuai dengan ayat yang kita baca adalah Pemulihan “pondok Daud” yang merupakan peneguhan nubuatan nabi Amos (Amos 9;11)

Pemulihan pondok Daud adalah Pemulihan gereja kepada esensinya yaitu sebagai rumah rohani, dan Pemulihan pondok Daud ini harus terjadi lebih dulu sebelum kedatangan Tuhan.  Bangsa-bangsa sedang menantikan gereja dipulihkan kepada identitas dan panggilanNya, seperti yang diungkapkan oleh Yesaya, “Dan banyak suku bangsa  akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik  ke gunung  TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” (Yesaya2 :3)

Gereja menjadi tempat untuk mempersiapkan setiap umat menemukan panggilannnya di berbagai domain (bidang) seperti yang sudah kita tahu yaitu 7 gunung (spiritual, keluarga, pendidikan, pemerintahan/hukum,  media dan komunikasi dan seni hiburan)  yang tentunya akan membawa perubahan bagi suatu kota atau bangsa. Gereja sebagai tempat pelatihan dan mempersiapkan umat yang kuat dan berdampak (memiliki otoritas sebagai raja) dan memilki hubungan yang intim dengan Tuhan (memiliki otoritas iman)

Gunung-gunung siap menantikan kedatangan Anda!

 

SABTU  – PONDOK DAUD ADALAH RUMAH ROHANI

( Ef 2:11-22; )

Nilai gereja harus dibangun berdasarkan kebenaran yaitu memiliki kerohanian yang kuat dan tidak terjebak dalam roh agamawi (aturan dan kegiatan), dimana umatnya harus mengalami pemenuhan Roh Kudus dan Firman serta menghidupi nilai-nilai alkitabiah yang merupakan standar moral.  Dalam Pemulihan pondok Daud, Tuhan ingin terjadinya pemulihan rumah rohani dengan hubungan pemimpin dan jemaat seperti bapa dan anak, ada sebuah covenant (perjanjian) dalam menyelesaikan seluruh panggilannya.  Proses pemuridan dalam pondok Daud adalah sesuatu yang mutlak gereja alami, pemuridan yang dimaksud bukan hanya pengajaran tetapi memadukan ibadah, komsel, pembinaan, seminar dalam unsur pengajaran, pengayoman, pelatihan dan pendisiplinan dalam nilai-nilai keluarga (rumah)  ilahi.

Dan fokus dari gereja pondok Daud adalah gereja yang berfokus pada Yesus sebagai pusat (batu penjuru), dimana jemaat melakukan penyembahan (worship), doa  dan penginjilan hanya berfokus pada Yesus (Yesus sebagai alasan Utama).

Dan kabar yang harus senantiasa gereja beritakan adalah injil kerajaan Allah bukan hanya berkat.

Dalam rumah rohani kita semua dibangun untuk menjadi kediaman Allah di di dalam Roh, dimana kita memiliki otoritas sebagai imam, nabi dan raja

Gereja Pondok Daud adalah gereja yang juga berfokus pada manusia/umat (people oriented) dan bukan kegiatan dan program saja.

 

MINGGU  – PEMULIHAN KEIMAMAN DAN RAJA

(Keluaran 19 : 5-6, 1 Petrus 2 ; 9 )

Bangsa Israel adalah bangsa pilihan, dan Tuhan membuat bangsa ini kerajaan Iman sesuai renungan kita pagi ini. Tetapi bangsa Israel memungkiri rencana dan janji Allah, mereka gagal.  Puncak kegagalan bangsa Israel adalah ketika anak-anak Eli tidak menghargai Tuhan, “Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila” (1 Sam 2 : 12)

Tetapi rencana Tuhan ya dan amin, Tuhan rindu memulihkan keadaan Israel dengan membangkitkan seorang Imam  “Dan Aku akan mengangkat bagiKu seorang imam kepercayaan yang berlaku sesuai dengan hatiKU dan jiwaKU dan Aku akan membangun baginya keturunan yang setia, sehingga ia selalu hidup  dihadapan orang yang Kuurapi (1 Sam 2 ;35).  Makanya lahirlah Samuel (sebagai imam dan nabi) dari seorang yang ibu mandul (Hanna), tetapi tidak sampai disini, Tuhan terus melakukan restorasi atau pemulihan yang berujung lahirnya Daud sang raja yang diurapi  (1 Sam 16 : 12-13)

Tuhan terus memulihkan bahkan pada zaman gereja hari ini, Ia akan menggenapi janjiNya atas kita untuk membuat kita semua menjadi imamat yang rajani untuk kita memberitakan perbuatan yang yang besar dari Tuhan yang telah memanggil kita keluar dari gelap pada terangnya yang ajaib

Haleluyah dan selamat hari minggu!

Penulis : Pdm.  Ir. Rudi Langitan

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/10/16/pemulihan-kemah-daud">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram