RUMAH YANG TAK TERGONCANGKAN

Renungan Minggu Ke-3, Oktober 2018

 

RUMAH YANG TAK TERGONCANGKAN

Ayar Hafalan : 1 Korintus 3:11 (TB)

Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar

yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

 

Senin – RUMAH YANG TAK TERGONCANGKAN

1 Korintus 3:11

Dunia hari-hari ini sedang mengalami kegoncangan secara global dan multi dimensi dalam segala bidang. Kegoncangan adalah sebagai bagian dari ujian seberapa kuat sesuatu yang dibangun dalam hidup seseorang.  Tuhan tidak hanya ingin umatNya memiliki hidup kekal tapi juga buah yang dihasilkan adalah kekal atau tidak hancur di dalam kegoncangam yang sedang dialami di dunia ini.

Firman Tuhan katakan bahwa dasar atau fondasi yang tak tergoyahkan adalah hanya satu yaitu Kristus. Selain itu material yang digunakan untuk membangun sesuatu yang diatasnya adalah sesuatu yang tahan ujian baik terhadap api, badai, hujan. Bangunlah dengan emas dan permata yang menganalogikan dengan kebenaran Firman Tuhan, dan jangan membangun di atasnya  dengan yang murah, instan dan gampangan yaitu kehebatan dan ambisi manusia sehingga mudah digoncangkangkan atau dihancurkan. Saudaraku jangan hanya puas dengan hidup kekal, tapi  miliki buah kekal yang berlimpah dalam seluruh aspek hidupmu.

 

Selasa – DASAR YANG TEGUH

1 Korintus 8:6; 10:31

Kristus adalah dasar yang teguh, Dia tidak akan tergoncangkan oleh apapun juga, karena itu kita akan menjadi seperti bangunan yang kokoh berdiri disaaat goncangan terjadi. Menjadikan Yesus dasar adalah menjadikannya sebagi pusat dari motifasi kita melakukan segala sesuatu, menjadikan Dia sebagai fokus utama dari setiap pencapaian-pencapaian yang kita raih, menjadikan Dia sebagai tujuan utama dari hidup kita ini, menjadikan Dia sebagai patron utama dalam menjalani hidup ini. Dalam Filipi 2: 5, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”, ayat ini menjelaskan bagaimana ekspresi ketika seseorrang menjadikan Kristus sebagai dasar atau pusat dalam hidupnya, yaitu memilki pikiran dan perasaan seperti yang Kristus miliki, dengan sederhana kita menyebutnya menjadi serupa Kristus. Hal ini dapat terjadi secara sederhana melalui pembacaan dan perenunggan FirmanNya secara rutin dan berulang-ulang. Kesetiaan saudara untuk terus membaca dan merenungkan FirmanNya menjadi modal bagi saudara untuk terus berubah menjadi serupa denganNya.

Renungkanlah: Masihkan saudara secara konsisten membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari?

 

Rabu – DI TEMPAT TERBAIK

Lukas 6:47-48

Rumah yang tak tergoncangkan harus dibangun diatas dasar yang benar dan kuat. Hal ni kita mengetahui bersama, bahwa dasar itu hanyalah Kristus saja. Tapi bagaimanakah Kristus benar-benar dapat selalu menajdi dasar yang kokoh dalam hidup kita? Sehingga goncangan sebesar apapun tidak akan mempengaruhi hidup kita. Dalam Firman Tuhan, dikatakan orang itu harus menggali dalam-dalam sampai dia bertemu dengan tanah yang keras atau batu, baru diletakkanlah dasar di situ. Firman Tuhan yang adalah Kristus harus diletakkan dalam tempat terbaik dalah hati kita. Menempatkan di tempat terbaik adalah dengan kita melakukan dan menghidupi kebenaran yang kita baca dan renungkan setiap hari tersebut.  Kita harus punya kerinduan dan semangat yang begitu besar untuk melakukan Firman Tuhan. Firman Tuhan tidak akan ditaruh di tempat terbaik, jika itu hanya untuk menghiasi ruang-ruang sosmed saudara, menjadikannya wallpaper hp, pembatas alkitab, atau penghias dinding di rumah saudara. Firman Tuhan akan ada di tempat terbaik ketika saudara menghidupinya, dan kehidupan kekristenan saudara akan menjadi seperti bangunan yang kokoh yang tidak tergoncangkan disaat badai.

Renungkanlah: dari Firman Tuhan yang selama ini saudara renungkan, aspek atau bagian manakah yang masih saudara belum lakukan atau alami kemenangan?

 

Kamis – TERTANAM DALAM RUMAH ROHANI

Yoh 12:24

Ada satu prinsip dalam Firman Tuhan yang sangat sederhana, tapi seringkali menjadi begitu sulit untuk dilakukan, yaitu untuk kita tertanam dalam satu rumah rohani. Banyak orang menginginkan tertanam dalam rumah rohani karena disitu dia menerima perhatian, pertolongan dan segala bentuk lainnya dari ekpresi kasih di dalam Kristus. Tapi dalam ayat yang kita baca, diperlukan untuk kita menjadi ‘jatuh’ dan ‘mati’ untuk kita ada dalam tempat yang Tuhan tentukan bagi kita. Kata ‘Jatuh’ memiliki pengertian kerelaan saudara untuk tertanam di tempat dimana saudara alami kehidupan secara rohani (kelahiran baru, bertumbuh). Butuh kerelaan dan komitmen untuk saudara tertanam, sehingga saudara tidak menjadi benih yang diletakan di berbagai tempat dimana saja saudara mau atau orang mau. Sedangkan kata ‘mati’ memiliki pengertian saudara bersedia untuk mati dari segala ambisi dan keinginan dalam hidup saudara, dan digantikan dengan apa yang menjadi tujuan utama dari benih (hidup saudara) itu dipanggil, dan tentunya seiring dengan visi dan misi yang Tuhan taruh dalam rumah rohani. Tertanam bukanlah hanya sekedar saudara mengambil komitmen, tapi saudara juga ikut terlibat bersama dan ambil bagian dalam pekerjaan Allah di dalam rumah rohani, bukan hanya sekedar penonton, pemandu sorak, apalagi hanya sebagai seorang penilai saja.

Renungkanlah:  sudahkah saudara ambil bagian dan terlibat dalam ‘proyek-proyek’ yang ada dalam rumah rohani?

 

Jumat – SIAP DIBANGUN DAN DITATA ULANG

Efesus  2:20

Salah satu yang sering menjadi penghalang untuk orang tertanam dalam rumah rohani, adalah ke engganan untuk dibentuk ulang atau ditata ulang. Kehidupan lama kita membawa begitu banyak pola pikir, kebiasaan yang tidak sesuai dengtan kebenaran, yang menyebabkan banyak respon-respon yang kita berikan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Karena itu, dibutuhkan perapihan atau penataan ulang, supaya hidup kita dapat maksimal memenuhi panggilan Tuhan dalam hidup kita. Sebagai contoh sebuah perkakas seperti palu, yang dapat dipakai sebagai pengganti kaki dari tempat tidur yang patah, sehingga tempat tidur itu tetap bisa berdiri. Karena palu tersebut tidak punya daya cengkram yang kuat terhadap tempat tidur, maka orang menambahkan lilitan kawat supaya palu dan tempat tidur itu terikat kuat. Palu tersebut tidak akan pernah dirawat dengan baik selain hanya diperhatikan untuk tetap kuat berdiri menahan tempat tidur tersebut. Palu bukan hanya sekedar alat pengganjal, sekalipun itu juga bisa, tapi lebih dari itu, palu adalah alat penumbuk sehingga dapat dipakai sebagai penghancur sebuah objek, pemukul paku, menempa logam, dll. Karena itu palu tersebut harus bebas dari ikatan, karena palu membutuhkan ruang gerak untuk menghasilkan momentum dalam tumbukan tersebut. Demikian juga dengan  hidup kita, kita harus dibersihkan dari setiap ikatan masa lalu, ditata ulang dari kebiasaan hidup yang tidak baik supaya kita menjadi apa yang Tuhan mau. Mari saudara. Berilah dirimu untuk dibentuk,sesakit apapun itu adalah terbaik bagi hidup saudara. Berilah kesempatan kepada para pemimpin (rasul dan nabi) untuk membentuk dengan mengajar, menasehati dan melatih saudara.

Renungkanlah: bagaimanakah respon saudara terhadap teguran atau nasehat dari pemimpin/pembimbing saudara?

 

Sabtu – BANGUN DENGAN BAHAN TERBAIK

1 Korintus 3:12

Hal yang terpenting untuk selanjutnya kita perhatikan agar menjadi rumah yang tak tergoncangkan adalah bahan untuk membangun rumah tersebut. “…Entahkah orang

membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu…” Dalam ayat tersebut, saudara dapat memilih, apakah akan membangun dengan emas, perak atau batu permata, yang memiliki pengertian sebagai bahan yang premium atau memiliki ketahanan yang kuat dan tahan lama, dan dalam kehidupan sehari-hari adalah orang yang membangun dan mengerjakan  hal-hal yang kekal, yaitu melakukan segala sesuatu bagi kerajaan Allah. Atau dengan kayu, rumput kering atau jerami, yang memilki pengertian sebagai bahan yang standart (versi umum) yang mudah didapat, tersedia banyak pilihan, tapi tidak memilki ketahanan yang kuat dan tidak tahan lama, yang dalam keseharian digambarkan sebagai orang yang melakukan hal-hal yang tidak kekal, yaitu hanya memenuhi ambisi, keinginan daging dan pemuasan hawa nafsu duniawi. Saudaralah yang memutuskan dengan apa saudara akan membangun hidup saudara.

Renungkanlah: Apakah yang saudara kerjakan hari-hari ini sedang melakukan yang kekal atau tidak kekal?

 

Minggu – KETETAPAN ILAHI

Matius 16:18

“…Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya…” Jemaat yang adalah rumahNya, harus dibangun (ditentukan) di atas  batu karang. Ini adalah ketetapan Tuhan, bahwa rumahNya menjadi rumah yang tak tergoncangkan. Menjadi rumahNya atau jemaat tidaklah bisa seorang diri, kita harus bersama-sama. Dalam kebersamaan ada perbedaan yang menandakan keunikan setiap individu yang ada di dalamnya. Perbedaan bukanlah sebuah musibah, perbedaan adalah sebuah anugerah sehingga kita dapat menjadi bangunan seperti yang Tuhan mau yang begitu kuat tapi saling terkait satu dengan yang lainnya. Membangun rumahNya harus sesuai dengan ketetapan yang Tuhan tentukan. Dalam kita Hagai, rumahNya harus dibangun di atas gunung, bicara tentang nilai-nilai kerajaan Allah yang berbeda dengan dunia ini, dari situlah Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya, dan banyak orang akan berbondong-bondong datang kepada Tuhan. Karena itu saudara, mari persiapkanlah dirimu, pastikan saudara tetap ada dalam rumah rohani.  Waktunya sebentar lagi, Tuhan akan menyatakan diri dalam rumahNya, dan dunia akan menyaksikannya. Jangan biarkan perbedaan menjadi batu yang menyandung hidup kita, sehingga kita keluar dari rumah, jangan biarkan kekerasan hati yang tidak mau dibentuk menjadi penyebab kita keluar dari rumah, tapi biarlah selalu ada hati hamba ada pada kita, sehingga kita bersama menjadi rumah kediamanNya dan menjadi tempat manifestasi kerajaanNya di muka bumi ini. Amin.

Penulis : Pdm. Yongki Sannadi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2018/10/23/rumah-yang-tak-tergoncangkan">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram