MAHA TINGGI


Renungan Minggu Ke- 3, Januari 2019

MAHA TINGGI 

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

 Mazmur 91 :1-2

 

SENIN – MAHA TINGGI

(Mazmur 91 : 1-16)

Tuhan adalah pribadi yang maha tinggi  lebih tinggi dari pribadi yang dianggap tertinggi di dunia ini.  Dia memiliki hikmat yang lebih tinggi dibandingkan dengan hikmat dunia ini

Dia tempat yang paling aman, untuk menjadi perlindungan bagi umatNya karena tempatNya ada di tempat maha tinggi yang  tidak bisa disentuh oleh  serangan kuasa gelap dan pekerjaan roh jahat.

Dia menyediakan kekuatan terbesar, lebih dari kekuatan roh di dunia ini. Dia berikan Roh Kudus di hati umat yg seutuhnya percaya kepadaNya

TempatNya yang tertinggi yang tidak bisa didatangi oleh usaha manusia, tetapi hanya oleh iman kepada Yesus Kristus

Tuhan ingin agar umatNya mengalami ke-MahatinggianNYa dalam segala aspek hidupmu,  dengan cara hidup dalam iman kepada Kristus, membuang segala yang  diandalkan dan hidup dalam lindunganNya sampai kemuliaanNya dinyatakan sempurna di generasi ini.

Di tahun 2019 ini mungkin banyak hal yang tidak kita mengerti bisa terjadi, tetapi Tuhan yang Mahatinggi dan Mahakuasa akan membawa kita dalam kemenangan yang sempurna.  Amin!

 

SELASA  – ORANG YANG DUDUK DALAM LINDUNGAN MAHA TINGGI

(Mazmur 91  dan Mazmur 9 : 10)

Orang yang duduk dalam lindungan yang Mahatinggi adalah orang-orang yang memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Kemanapun kita pergi, penyertaan Tuhan selalu menyertai kita sebab Allah menjaga orang-orang yang dikasihiNya. Sadari kalau bahwa hidup kita berharga dimataNya  dan jangan takut karena penjagaanNya sempurna.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.” Mazmur 91:7.  Banyak masalah yang terjadi hari-hari ini, baik masalah ekonomi, Dan masalah-masalah sosial yang ada, tetapi saat kita dekat dengan Tuhan maka Mazmur 91:7 menjadi bagian setiap kita. Segala masalah dan pergumulan hidup yang mengoncangkan dunia hari-hari ini tidak akan menggoncang kita karena perlindunganNya pasti.   Tetapi kenyataannya, ada banyak orang Kristen yang rebah karena masalah dan pergumulan mereka. Terkadang setiap orang percaya tidak menyertakan Tuhan di dalam kehidupan mereka. Ingat bahwa hanya orang-orang yang dekat dengan Tuhan saja yang mendapat jaminan perlindungan dari Tuhan.  Milikilah persekutuan yang intim dengan Tuhan.  Saat hidup kita intim dengan Tuhan maka “malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;” Mazmur 91:10. Kecelakaan, pencurian, perampokan, masalah-masalh kecil maupun besar tidak akan menimpa kita jika kita hidup sungguh-sungguh dihadapan Tuhan. Lihat kehidupan kita hari-hari ini, sudahkan kita memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan kita? Jika belum maka bangunan persekutuan dengan Tuhan mulai hari ini!

 

 RABU  – ENGKAULAH EL-ROI  (ALLAH YANG MAHA MELIHAT)

(Kejadian 16 :1-15, Ibrani 13 ; 5)

Hamba perempuan Sarah, yakni Hagar orang mesir, melarikan diri ke padang gurun karena ia telah ditindas oleh Sarah. Tatkala Hagar berdiri di dekat mata air yang ada di tempat yang terpencil dan sunyi itu,  Malaikat Tuhan datang kepadanya. Malaikat itu meyakinkan dirinya bahwa Allah mengetahui keadaan dan persoalannya.  Mendengar perkataan malaikat tersebut, Hagar menjawab, “Engkaulah El-Roi [Allah yang telah melihat aku]” (Kejadian 16 :13). Ia mendapat penghiburan yang luar biasa ketika mengetahui bahwa Allah telah melihatnya dan mengetahui kesulitannya.

Dalam pemeliharaan Allah, kita pun dapat memiliki keyakinan yang sama seperti Hagar. Kita boleh yakin bahwa Tuhan Allah menyertai kita ke mana pun kita pergi. Dia juga mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada kita. Sebagai Pribadi yang Mahakuasa, Dia mampu memecahkan setiap masalah, betapapun berat dan rumitnya masalah yang kita hadapi. Ya, kita tak pernah sendiri, tak pernah terlupakan, dan tak pernah putus pengharapan.  Ia senantiasa berkata, “sekali-kali Aku tidak membiarkan engkau dan meninggalkan engkau”

 

KAMIS  – ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN

(Mazmur 34;5-9)

“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34 :9 )

Di dalam dunia yang penuh dengan kesengsaraan dan tantangan ini, hanya ada satu tempat perlindungan yang pasti, yaitu Allah sendiri.  “Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya” (Mazmur 18;31)

“Berlindung” berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “mencari perlindungan di dalam” atau “bersembunyi di dalam” atau “bersembunyi bersama”.  Kata ini menunjukkan tempat persembunyian rahasia.  Orang amerika suka menyebutnya hidey hole atau hiding place yang artinya “lubang persembunyian”.

Ketika kita merasa sangat letih oleh semua usaha kita, ketika kita bingung karena berbagai masalah kita, ketika kita dilukai oleh kawan-kawan kita, ketika kita dikelilingi oleh musuh-musuh kita, kita dapat berlindung kepada Allah. Tidak ada rasa aman terbaik di dunia ini.

Dunia memberikan rasa amal yang sementara bahkan palsu.   Seandainya kita menemukan rasa aman di dalam dunia ini, ini hanya bersifat sementara atau tidak kekal, hari ada besok sudah hilang.  Sukacita yang coba ditawarkan dunia bersifat hanya kesenangan bukan sukacita abadi yang menetap.

Tempat yang paling aman hanyalah Allah sendiri. Ketika awan badai menggumpal dan bencana mulai membayang, kita harus datang ke hadirat Allah dalam doa dan berdiam di sana (Mazmur 57 : 2)  George MacDonald berkata, “Orang yang memiliki iman sempurna adalah orang yang dapat datang kepada Allah dengan apa adanya (dengan segala kerendahan hati), serta berkata kepada-Nya, ‘Engkaulah tempat perlindunganku.”

Tuhan senatiasa menyediakan “lobang perlindungan” bagi orang yang percaya dan mengasihi Dia.

 

JUMAT  –  SERAHKAN BEBANMU

(Mazmur 55 : 17-24)

Serahkanlah khawatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! “(Mazmur 55 :23)

Seorang petani  miskin di Irlandia,  berjalan pulang dengan susah-payah, sambil memanggul sebuah karung besar berisi kentang hasil panenannya.   Di tengah perjalanan pulang ia bertemu dengan  sebuah kereta kuda, dan si pemilik kereta mengundang petani miskin tersebut untuk naik ke kereta.  Setelah naik, petani miskin tersebut duduk sambil terus memanggul karung bawaannya yang berat itu.

Ketika si pemilik kereta menyuruhnya menurunkan karung itu dan meletakkannya di atas kereta,  petani itu menjawab, “Saya tidak ingin terlalu merepotkan Anda, Pak. Anda sudah memberi saya tumpangan, maka biarlah saya tetap memanggul karung berisi kentang ini.”

“Betapa bodohnya orang itu!” begitu komentar kita.  Namun kadang-kadang kita juga melakukan hal yang sama, saat kita berusaha menanggung beban hidup kita dengan kekuatan kita sendiri.  Tidaklah mengherankan jika kita menjadi lelah dan dibebani oleh kekhawatiran dan ketakutan.

Dalam Mazmur 55, Daud mengungkapkan kekhawatiran yang dirasakannya karena musuh-musuh datang menyerangnya (ayat 2-16). Tetapi kemudian ia menyerahkan persoalannya kepada Tuhan sehingga ia dipenuhi oleh pengharapan dan kepercayaan diri yang telah diperbarui (ayat 17-24). Oleh karena itu ia dapat menulis, “Serahkanlah khawatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!” (ayat 23).

Saat Anda mengingat kisah tentang petani  dan karung kentangnya tersebut, ingatlah pelajaran sederhana yang terkandung di dalamnya: Daripada berusaha menanggung beban Anda sendiri, serahkanlah semuanya ke dalam tangan Allah

 

SABTU  –  TUHANLAH PERISAI YANG TEGUH

(Mazmur 3)

Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai yang melindungi aku (Mazmur 3 ;4) 

Membayangkan diri kita dikelilingi oleh ikan hiu yang ganas, pastilah cukup menakutkan. Saya pernah membaca artikel tentang gigi-gigi hiu yang runcing, dan menonton banyak film mengenai serangan ikan hiu, sehingga saya mengetahui betapa berbahayanya mereka. Tetapi saya juga pernah dikelilingi oleh ikan hiu, dan tetap merasa aman.   Beberapa tahun lalu di Sea World Ancol Jakarta, saya pernah berjalan dengan anak saya  dibawah sebuah Lorong kaca dimana penuh dengan hiu yang ganas disekitarnya.  Lorong kaca yang kuat ini membuat saya dengan aman tetap berjalan sambil melihat puluhan hiu puluhan kilo beratnya,  berkeliaran disamping dan di atas saya.  Sebuah Lorong yang memungkinkan saya melihat dari dekat rupa hiu yang ganas itu.

Wisata ini akan membuat kita mengenali dunia hewan pemangsa ini, dan merasakan kehadiran serta kekuatan mereka, tetapi tetap terlindung dari serangan mereka.

Daud mempunyai pengalaman berada  “di kedalaman laut” dan dikelilingi para pemangsa (hiu).  Sebagai seorang yang berkenan di hati Allah (1 Samuel 13;14),  ia telah belajar menjadikan Tuhan sebagai pelindungnya.  Apakah rahasianya? Daud membawa semua ketakutannya di hadapan Allah (Mazmur 3 :2). Ia tidak menghiraukan perkataan orang-orang yang mengatakan bahwa Allah tidak akan menolongnya (ayat 3). Bahkan ia belajar untuk tidur (ayat 6), dan percaya bahwa tidak ada sesuatu pun dapat menyentuhnya tanpa seizin Tuhan.  Daud menemukan perlindungan di dalam Allah (ayat 9).  Bapa, berikanlah kami kepercayaan yang sama. Ajari kami untuk memercayai Engkau sebagai perisai dan pelindung kami.  “AMAN TIDAK BERARTI TAK ADA BAHAYA TETAPI HADIRNYA ALLAH”

 

MINGGU –  KESADARAN KITA AKAN KEMAHA-KUASA-NYA

(Daniel 3  dan Roma 11 :33)

Sewaktu Sadrakh, Mesakh dan Abednego dihadapkan ke raja Nebukadnezar untuk dicampakkan ke dalam perapian, raja Nebukadnezar berkata (Daniel 3:15) “Dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku”. Nebukadnezar menganggap dia adalah seorang yang paling berkuasa. Tetapi jawaban dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego bertentangan dengan itu. Mereka menyadari Allah itu adalah Allah yang besar, agung, mulia, melampaui segala sesuatu, tidak ada kuasa yang lebih besar dari pada kuasa-Nya. Mereka percaya bahwa Tuhan sanggup melepaskan mereka, tetapi kalau tidakpun mereka tetap tidak akan menyembah patung berhala (ayat 18)

Kita melihat dari hidup ke-4 orang beriman ini, ada suatu kesadaran, seperti yang Paulus katakan dalam Roma 11:33. Paulus menyadari “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”     Paulus mengatakan “Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya sehingga Ia harus menggantikannya?” Paulus bukan hanya menyatakan Allah yang begitu besar, tetapi Paulus mulai mengkaitkannya dengan dirinya. Di sini, Paulus mengkaitkan kesadaran akan Allah yang begitu besar dengan “aku” yang begitu kecil.  Segala sesuatu yang kita miliki, apapun juga yang ada di dalam hidup kita adalah dari Tuhan.

Kesadaran akan Allah yang begitu besar dan kita yang begitu kecil akan memberi dampak yang sangat besar di dalam hidup kita. Tetapi, di dalam pikiran dunia, hal ini terbalik, dunia menganggap manusia itu begitu besar dan Allah itu kecil. “Aku” yang menentukan segala sesuatu di dalam hidup manusia. Ini menjadi sesuatu yang kontras. Nebukadnezar berkata (Daniel 3:15) “Dewa manakah yang mampu melepaskan kamu dari dalam tanganku” namun Tuhan kemudian menyatakan kuasa-Nya dengan menyelamatkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego.   ALLAH kita dasyat dan Happy Sunday!

 

Penulis : Pdm.  Ir. Rudi Langitan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2019/01/22/maha-tinggi">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram