Waktu-Nya

Renungan Minggu Ke Dua, Terbit 13 Mei 2019

 

WAKTUNYA

Galatia 4:4 “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

 

Senin, Waktu itu penting Efesus 5: 1-16

Waktu adalah bagian sangat penting dalam kehidupan seseorang, uang hilang bisa di cari, namun waktu yang hilang tidak bias kembali lagi. Alkitab mengajarkan kita untuk pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Dan kita di harapkan menjadi penurut-penurut Allah, seperti anak-anak  yang kekasih dan hidup di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri-Nya sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Setiap keputusan dan tindakan yang kita ambil di waktu sekarang, bias berpengaruh untuk waktu yang akan datang. Kesibukan pekerjaan yang membuat kita begitu larut dan takkenal waktu, itu tidak salah sepanjang kita melakukan semuanya dalam Takut akanTuhan. Namun mari kita renungkan sejenak apakah waktu yang di percayakan kepada kita sudah kita gunakan dengan benar,untuk kita melangkah dalam ketaatan kepada rencana Allah dan membuat kita semakin serupa dengan Kristus. Waktu tidak bisa diulang, yang sudah lewat tidak bisa di kembalikan, namun kadang kesempatan bias berulang, sampai pembentukan dan maksud Tuhan di genapi dalam hidup kita.

 

Selasa, Waktu perkenanan 2 Korintus 6:2-9

Jika kita ingin mengalami perkenanan TUHAN, tidak perlu tunggu besok dan nanti. Sekaranglah waktunya, sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. Mari pagi ini kita kembali dating kepada TUHAN, berharap kepadaNYA, bawa semua yang ada pada hidup untuk TUHAN member perkenananNYA dan menolong kita dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik, dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah,  ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; bahkan ketika dianggap sebagai penipu.

Kalau pun ini adalah waktu dimana kita sedang ada dibawah atau di lembah, sekaranglah waktu keselamatanitu, waktuNya untuk mulai naik kembali dan terbang tinggi bersamaNya. Ketika umatNya memahami waktuNya maka dia akan mengalami hal luarbiasa, itulah yang dialami oleh Musa, Daud, Nehemia, dan Maria. Jangan tunda untuk mengalami TUHAN, sekaranglah waktuNYA untuk menyadari kehadiranNYA dalam hidup, alami kuasa Roh Kudus dalam studi, pelayanan, bisnis, pekerjaan dan rumah tangga kita.Sekaranglah, waktu perkenananitu!

 

Rabu, Semua waktu kita adalah baik adanya. Galatia 4:9-11

Di dunia ini ada beberapa system penanggalan, ada Cina, Jawa, juga Yahudi. Bahkan ada beberapa kepercayaan mengenai hari baik dan tidak baik. Bagi kita, anak-anakNya tidak ada waktu baik dan waktu sial. Semua waktu kita adalah baik adanya. Untuk menentukan kapan membuka toko, menikah, jalan-jalan dan sebagainya, yang perlu kita lakukan bukan melihat semua itu, namun membawanya dalam doa dan mengharapkan tuntunan Tuhan. Ketika kita mengakui, percaya kepada TUHAN, sang penguasa tunggal kehidupan, pada setiap langkah kita, maka bersiaplah mengalami hidup yang di pimpin oleh Tuhan. Itu adalah waktu yang terindah.

Menemukan waktuNya dimulai dengan kita percaya waktu yang ada adalah waktu yang baik karena Yesus sudah menebusNya. Bagian kita hari ini adalah menggunakan waktu ini untuk kemuliaanNya, waktu kita bekerja, berjumpa dengan rekanan bisnis, bertemu dengan siswa/mahasiswa, klien, pelanggan. Mari berdoa dan berharap kita mendatangkan kabar baik, kabarsukacita, kabar yang penuh pengharapan, membawa berita Kerajaan dimanapun dan kapan pun waktunya. Sungguh, hari ini adalah harinyaTuhan.

 

Kamis, Kehendak Allah pada zaman kita. Kisah rasul 13:36

Kisah Daud memberikan teladan sebagai orang yang di pakai Tuhan pada zamannya, mari temukan, pertajam dan hidupi senantiasa kehendak Allah pada generasi kita. Ada jarak diantara waktu pertama kali Daud diurapi menjadi raja sampai benar-benar di nobatkan menjadi raja. Ada waktu pembentukan, pelatihan yang Allah berikan, ada tanggungjawab yang di terima dan di jalankan dengan setia. Kendati mungkin kelihatan seperti tidak bersangkut paut secara khusus antara menjadi gembala beberapa ekor domba dengan menjadi raja bagi bangsa Israel. Namun kita sebagai orang percaya, yakin bahwa apa pun yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan kita, semua ada maksud dan seijinTuhan serta mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihiNya.

Ada kepastian dalam kehidupan mengikutTuhan, ada pemeliharaan Allah yang begitu indah. Dan Dia adalah Jehovah Jireh, Allah yang memelihara, bahkan Allah yang sudah melihat dan hadir di masa depan kita serta menyediakan apa yang dibutuhan, untuk kita boleh melakukan setiap pekerjaan baik yang telah di sediakan Allah sebelumnya. Kejatuhan Daud dalam dosa bukanlah sesuatu yang patut kita tiru, namun itu adalah gambaran akan kesetiaan Allah pada janjiNya. Kalau kita merasa, sudah mulai menjauh dari kehendakNya dan menjadi Kristen yang suam, mari ini saatnya berbalik dan mengalami kepenuhan janji dan kasih karunia Allah.

 

Jumat, Mujizat . Matius 14:13-36

Kadangkala ketikaTuhan member perintah pada kita seperti pada kisah Matius 14:16 “…kamu harus member merekamakan.” Kita langsung melihat semua keterbatasan dan ketidakmungkinan yang ada, dan berkata” yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan. “Perkataan “hanya” itu menandakan kita melihat diri begitu kecil disbanding masalah yang sedang di alami. Dan kita lupa, yang membedakan apa yang mungkin dan tidak mungkin adalah siapa yang meminta dan member perintah, bagi kita memang memberi makan lima ribu orang laki-laki yang sedang mengikuti pengajaranTuhanYesus itu sesuatu yang mustahil.

Namun untungnya ketika Yesus berkata: “Bawalah kemari kepada-Ku.”Mereka taat dan membawa apa yang mereka lihat sekalipun itu kecil kepadaDia, dan ketika Yesus menengadah kelangit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Untuk mujizat terjadi, seringkali Tuhan memakai apa yang ada pada hidup kita, sekalipun sepertinya tidak berarti, namun ketika kita taat dan terus melangkah, mujizat kita alami.

 

Sabtu, Hidup seperti uap. Yakobus 4:14

Firman Tuhan berkata: Hidup kita itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Kita tidak tau kapan kita di panggil Tuhan, namun yang pasti semua kita akan mengalami. Yang penting sekarang adalahapakah kita sudah menggunakan waktu yang ada dengan terbaik yang kita bias lakukan dengan kekuatanNya? Mari kita perhatikan setiap hidup kita secara seksama dan serius, karena kalau Tuhan masih member kita nafas sampai hari ini, pasti ada maksud Tuhan, dan Paulus katakana itu adalah kesempatan kita member buah.

Buah apa yang kita sudah hasilkan, dan orang disekitar kita rasakan, kita mempunyai tugas untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan Sorga, baik itu buah pertobatan, buah pelayanan, buah jiwa-jiwa. Mari kita berdoa agar hidup kita sungguh menghasilkan buah yang lebat dan buahnya tetap dan ketika orang lain memakannya mereka memuliakan Allah di sorga. Ingat hidup dibumi begitu singkat, gunakanlahsebaik-baiknya.Tilik hati kita yang paling dalam apakah kitas udah yakin sedang melangkah dalam trek yang tepat? Karena waktu begitu cepat berlalu.

 

Minggu, Sekaranglah waktuNya. Yohanes 4:35

Mungkin ada diantara kita berkata, ini saatnya memikirkan diri kita sendiri terlebih dulu, masalah-masalah yang tidak kunjung habis, bisnis yang masih butuh di perhatikan, kuliah yang harus diselesaikan terlebih dulu, ketika semuanya selesai barulah memikirkan tuaian yang ada di sekiling kita,padahal dengan jelas FirmanTuhan berkata “Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”.

Kadang dunia dengan segala pesonanya berusaha membuat kita umat Tuhan begitu terlena, tergiur, teralihkan begitu rupa, dengan segala kesenangan, segala kemewahan, harta serta kekuasaan yang sepertinya tidak pernah habis. Mari sadar, sekarang waktuNya untuk menuai, apapun kondisi kita saat ini, berdoalah agar kita boleh di pakaiNya memberitakan kabar baik, kapan pun dan dimana pun dengan cara apa pun. Dunia menantikan kita, kota-kota, suku-suku bangsa menantikan kita umatNya untuk berdoa dan membawa kabar baik apapun profesi kita! Waktunya adalah sekarang.

Penulis: Albert Surya Wanasida

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2019/05/12/waktu-nya">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram