PEPERANGAN SEPANJANG MASA

Renungan Harian, Terbit 22 Juli 2019

PEPERANGAN SEPANJANG MASA 

“Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi  keturunannya  yang lain, yang menuruti hukum-hukum  Allah dan memiliki kesaksian Yesus”

Wahyu 12 : 17

  

SENIN – PEPERANGAN SEPANJANG MASA

(Wahyu 12 ; 1-18)

 Kitab Wahyu ini menggambarkan bagaimana telah terjadi peperangan yang berlangsung sepanjang zaman (masa), berawal peperangan di sorga dan kemudian terusir atau dilemparkannya si iblis dan malaikatnya ke bumi dan peperangan ini terus berlangsung antara gereja dan orang kudus Tuhan (digambarkan dengan perempuan dan keturunannya) dengan naga besar si ular tua (iblis atau satan) di bumi, dimana iblis mempunyai tujuan untuk menyesatkan seluruh dunia (ayat 9) dengan dakwaan siang dan malam (ayat 10).  Dan inilah peperangan yang sesungguhnya lebih dari perang dunia ke-1 dan ke-2.  Sebuah peperangan rohani tingkat strategis.  Peperangan yang bagi iblis adalah sebuah “peperangan habis-habisan” karena iblis tahu bahwa waktu Allah (Kedatangan Tuhan) sudah singkat (ayat 12).  Peperangan yang total melibatkan segenap kekuatan iblis.  Iblis sadar bahwa hanya gereja Tuhan yang harus ia kalahkan, karena dengan demikian ia akan menguasai dunia ini.  Iblis menghembuskan dari mulutnya air yang akan menghanyutkan bangsa-bangsa keluar dari rencana Tuhan melalui penyesatan.

Sebagai keturunan orang kudus kita (gereja hari ini) tidak akan pernah luput dengan peperangan ini, peperangan tingkat strategis di alam roh (karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah, penghulu, penguasa roh-roh di udara Ef 6:12) .  Tetapi melalui perkataan kesaksian kita (penginjilan) dan melalui kuasa darah anak domba (Yesus) maka kuasa iblis dikalahkan.  Sudah kita semua siap?  Siapkan kita merobohkan setiap benteng-benteng musuh?

 

SELASA  – PEPERANGAN ROHANI

(1 Petrus 5 : 8B, Yakobus 4;7)

“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;” Efesus 6:11

 Rasul Paulus menggambarkan kehidupan rohani orang Kristen seperti berada di medan peperangan. Selama hidup di dunia ini kita akan terus berperang melawan Iblis.   Bukan peperangan yang bersifat jasmani atau fisik, di mana musuh terlihat dan dapat diukur kekuatannya, melainkan peperangan yang bersifat rohani (spiritual warfare). Jadi musuh kita tidak terlihat secara kasat mata. “Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:12).   Peperangan inilah yang sangat sulit, karena bisa berlangsung kapan saja dalam waktu 24 jam dan di mana saja.  Kita juga tidak tahu secara pasti kapan musuh itu datang dan menyerang kita, yang jelas “…si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.(1 Petrus 5:8b).  Kita tidak boleh lengah sedikit pun dan harus ekstra waspada terhadap segala bentuk serangan iblis, tipu dan intimidasinya karena lengah berarti membuka peluang untuk kalah.

Secara manusia kita tidak akan mampu menang melawan serangan Iblis, tetapi bersama Tuhan (Yakobus 4;7) kita akan dapat mengalahkan Iblis beserta pasukannya. Jadi kita harus kuat di dalam Tuhan, yang artinya kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dan hidup dalam keintimana bersama Dia selalu.  “Jika Tuhan ada dipihakku siapa yang dapat melawanku?  Tidak Ada !!!”

“Tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu”

 

RABU  – IBLIS TIDAK PERNAH MUNDUR

(Lukas 4;1-3, Lukas 10 : 17-20)

 Lukas 4:13 katakan, “Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.” Jadi pengertiannya adalah begini: ketika Saudara dan saya memenangkan peperangan dengan Iblis, Saudara jangan enak-enak. Sebab si iblis mundur untuk menantikan waktu yang baik dan dia akan kembali lagi! Karena itu kadang-kadang ada yang berkata, “Saya sudah menang, sudah saya tengking….tetapi kok kembali lagi!”. Memang demikian! Dan peperangan ini akan terus kita lakukan sampai seumur hidup (sepanjang masa). Dalam peperangan rohani saudara harus mengerti prinsip-prinsip ini, yaitu peperangan rohani akan terus kita lakukan sampai kita dipanggil Tuhan. Pada waktu Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua, di mana kita bersama-sama akan bangkit, barulah peperangan itu selesai. Saya tahu memang kadang-kadang berat, tetapi seperti itulah memang kenyataannya.

Si Iblis tidak akan pernah menyerah dan mundur untuk terus mendakwa atau menipu kita siang dan malam.  Tetapi sama seperti Yesus lakukan, kita pun diberikan kuasaNya untuk mampu mengalahkan iblis dan kemenangan terhadap kuasa setan itu ya dan amin (pasti).  Setiap kita yang percaya padaNya juga memiliki kuasa yang sama untuk mengalahkan kuasa setan (menginjak ular dan kalajengking dan kuasa menahan kekuatan mussuh (Lukas 10:17-19; Markus 16:17). 

 

KAMIS  – HIDUP BERKEMENANGAN

(Markus 2 : 10. Yohanes 8;11)

Hidup berkemenangan  yang diberikan oleh kedatangan Kerajaan Allah bagi setiap orang percaya mencakup tiga hal, yaitu: menang atas kuasa kematian, sebagaimana Kristus telah mengalahkan kuasa maut (Ibrani 2:14); menang atas kuasa dosa,  sebagaimana Kristus telah mengampuni dosa (Markus 2:10; Yohanes 8:11); menang atas kuasa setan, sebagaimana Yesus telah mematahkan kuasa setan (Lukas 10:18).    Ini bukan hanya janji tetapi sesuatu yang otomatis dan pasti diberikan ketika kita hidup di dalam kerajaanNya (menerima Yesus sebagai Tuhan dan Raja), gereja yang berkemenangan adalah gereja yang pasti menang atas maut, dosa dan kuasa setan…Sudahkah Anda percaya?

Sekalipun kemenangan atas kuasa setan telah diberikan, tidak berarti bahwa setan tidak lagi aktif mencobai umat percaya untuk dibawa pada perbuatan yang berdosa (Matius 13:19; Markus 8:33; Lukas 22:31).  Setiap umat Kristen masih dapat dicobai, sebab itu harus senantiasa memiliki sikap waspada dan berjaga-jaga dengan kuasa kemenangan yang dimilikinya

 

JUMAT  –  PERLENGKAPAN SENJATA BERTAHAN

(Efesus 6; 10-20)

Syukur pada Allah karena Yesus sudah memberikan kemenangan kepada gereja-Nya. Tuhan Yesus sudah berhadapan dan mengalahkan Iblis. Bahkan Tuhan Yesus sudah masuk ke alam maut atau sarang si Iblis. Kini giliran gereja-Nya mengalahkan setan-setan dan penguasa territorial atas setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa.

Ia juga memberikan perlengkapan senjata supaya gereja-Nya dapat bertahan bahkan mengalahkan tipu muslihat setan dan merebut setiap daerah, kota dan masyarakat yang masih terbelenggu oleh roh-roh agamawi, penyembahan berhala, sihir, percabulan dan kebinasaan.  Adapun senjata untuk gereja bertahan antara lain :

  1. Kuasa Darah Yesus (Wahyu 12:11) : Karya salib Yesus memberikan jaminan rasa aman dan keberanian pada kita. Kita menyadari betapa Dia mengasihi kita
  2. Firman Allah Yang Menjadi Ketopong Keselamatan (Efesus 6:17)
  3. Kuasa Pujian dan Penyembahan dalam Roh dan Kebenaran
  4. Berdiri tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan (Efesus 6:14)
  5. Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,

Ketika kita menggunakan perlengkapan bertahan ini maka kita tidak akan pernah bergeser atau diseret oleh kuasa jahat dalam penyesahatannya di akhir zaman.

 

SABTU  – PERLENGKAPAN SENJATA MENYERANG

(Filipi 2 : 9-10)

Selain bertahan Tuhan juga sediakan senjata untuk menyerang.  Apa saja perlengkapan senjata Allah untuk menyerang yang Ia sediakan bagi kita gerejaNya sehingga seseorang atau suatu daerah dapat mengalami pelepasan, kesembuhan, pemulihan dan kebangkitan rohani:

1) Kuasa Nama Yesus (Filipi 2:9-10)  :  Oleh karena nama- Yesus segala penyakit lenyap, begitu juga roh-roh jahat dan semua penguasa teritorial gentar dan takluk

2) Kuasa Doa dan Puasa : Berdoa setiap waktu di dalam Roh untuk segala orang Kudus (Efesus 6:18)

3) Firman Allah Yang Menjadi Pedang Roh (Efesus 6:17)

Setiap perkataan TUHAN yang kita ingat dan menjadi rhema akan menjadi senjata untuk menyerang balik argumentasi setan

4) Berkasutkan Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera (Efesus 6:15)

Kerelaan hati dalam memberitakan Injil mendatangkan Kerajaan Allah. Sama seperti Yesus yang melayani dan memberitakan Injil dengan tulus hati, penuh belas kasihan dan tanpa paksaan.

5) Kuasa Perkataan Kesaksian (Wahyu 12:11)

Ada beberapa kesaksian: a) Kesaksian perubahan hidup orang Kristen karena kasih Yesus; b) Kesaksian karena ketaatan kita pada Firman-Nya; dan c) Kesaksian karena jiwa-jiwa yang diselamatkan.

Demikian senjata menyerang yang harus kita kenakan setiap saat, sudahkah kita siap?

 

MINGGU – BERITA KERAJAAN ALLAH

(Lukas 4  18-19 dan Matius 24 ; 14

Jika kita membaca dan merenungkan akan apa yang Tuhan Yesus lakukan dan sediakan dalam kerajaanNya bagi gereja dari hari senin sampai  sabtu, maka seluruh kedasyatan anugerah kuasa dan janji kerajaan ini hanya akan sampai ke kita (umatNya) jikalau kita tidak hanya diam saja (pasif).  Padahal semua janji ini diberikan kepada gereja, Yesus datang ke dunia  untuk menyatakan rencanaNya yang kekal bahwa KerajaanNya harus dinyatakan (sebagai terang – aktif – dominasi) dibumi dan Tuhan rindu setiap orang mengaku dan percaya bahwa Yesuslah adalah Raja dan hidup sebagai warga yang berkerajaan.

Kerinduan Raja kita adalah agar semua bangsa menjadi muridNya (anggota kerajaanNya), untuk itulah ia mempercayakan kita (gerejanya) sebagai partner yang diberikan kuasa, untuk menyatakan, memberitahukan dan memanifestasikan kuasa kerajaan itu bagi banyak orang.

Sudahkan saudara siap?  Ketika Roh Tuhan ada padamu dan mengurapimu maka Tuhan akan membuat sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan kerajaan atau orang percaya (Lukas 4 : 18-19) dan “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 24:14) Ketika Terang Bangkit dan berkuasa maka kegelapan (kuasa setan) menyingkir.

Selamat Hari Minggu!

Penulis : Pdm.  Ir. Rudi Langitan

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2019/07/20/peperangan-sepanjang-masa">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram