MEMBANGUN KEBERSAMAAN

MEMBANGUN KEBERSAMAAN

Ayat kunci : Filipi 2:2

 

Senin –  MEMBANGUN KEBERSAMAAN (Filipi 2:2)

Membangun kebersamaan sebagai satu rumah rohani adalah sesuatu yang sangat penting.

Ada berkat kebersamaan yang tidak bisa diperoleh ketika seorang diri.

Kebersamaan tidak bisa diciptakan tapi perlu dibuat oleh umatNya yang mengerti kehendakNya dan membutuhkan waktu, proses dan harga.

Kebersamaan bukan penyeragaman tetapi keanekaragaman yang dipimpin oleh Roh Tuhan sehingga menghasilkan keharmonisan dalam.pekerjaanNya

Membangun kebersamaan harus dimulai dari kesamaan spirit kasih seperti kasih Kristus, satu jiwa seperti motivasi yg murni dan kesamaan dalam tujuanNya, yaitu membangun kerajaanNya. Saudaraku mari ambil bagian dalam KebersamaanNya. (Sumber : RTM)

 

Selasa – PELAJARAN DARI “KELING” KAPAL TITANIC (Pengkhotbah 4:12)

Para ilmuwan telah sepakat bahwa keling yang cacat merupakan penyebab tenggelamnya kapal Titanic yang “tak dapat tenggelam” itu. Menurut para peneliti yang baru-baru ini menyelidiki bagian-bagian kapal yang berhasil dikumpulkan dari puing-puing Titanic, keling kapal yang terbuat dari besi tempa, bukannya baja, menyebabkan badan kapal terbuka seperti resleting. Nasib Titanic membuktikan bahwa menghabiskan uang untuk peralatan mewah dan promosi publik, tetapi mengabaikan bagian-bagian yang “kecil” adalah tindakan bodoh.

(Keling : paku berkepala dua untuk menyambungkan besi)

Dalam beberapa hal, Organisasi baik yang bersifat profit dan non profit hampir sama seperti kapal, dan banyak orang di dalam organisasi bertindak sebagai keling kapal. Meskipun keling sepertinya tidak penting, merekalah yang menyatukan bagian-bagian kapal dan menjaganya agar tetap mengapung.

Pernahkan anda berperan sebagai “keling” dalam organisasi anda (Keluarga, Gereja Lokal,Komsel atau komunitas social) ?

 

Rabu – JADILAH SAHABAT, BUKAN CUMA PARTNER (1 Samuel 20:1-15)

Tahukah anda arti persahabatan?

Persahabatan banyak terjadi karena orang-orang berada dalam suatu lingkungan yang sama. Memang agak sulit jika persahabatan dihubungkan dengan profesionalitas dalam pekerjaan atau pelayanan. Sungkan dan alasan tidak ingin merusak persahabatan tidak jarang membuat kita kompromi terhadap kesalahan rekan yang juga sahabat kita itu. Jika tidak hati-hati, persahabatan bisa menjadi faktor penghambat dalam kehidupan, khususnya ketika kita tidak melakukan hal yang seharusnya dilakukan karena persahabatan itu.

Mari mulailah merenungkan kembali persahabatan macam apa yang kita miliki. Sahabat adalah seorang yang ingin agar kita mencapai hasil-hasil yang maksimal, dan kita juga ingin hal yang sama terjadi atas diri sahabat kita. Jika kita melakukan kesalahan, seorang sahabat seharusnya malah lebih leluasa untuk menegur, karena itu akan membawa kita berubah ke arah yang lebih baik bukan?

Untuk melanggengkan kebersamaan dan kesatuan anda dalam tim anda , mulailah berpikir dan bersikap kepada rekan dalam tim anda : jadikan rekan anda sebagai sahabat, sebab sahabat mampu menerima baik dan buruk rekannya. Inilah kunci kekokohan hubungan di saat badai datang yang memberikan dukungan bagi kelanggengan kebersamaan kita.

 

Kamis – PERBAIKILAH KERETAKAN HUBUNGAN (Matius 5:23-24)

Selama manusia masih bernafas maka interaksi antar manusia pasti bisa terjadi. Di balik interaksi tentu berpeluang menghasilkan prestasi bersama atau sebaliknya juga interaksi bisa membuka celah konflik. Konflik bisa menjadi strategi belajar untuk menghasilkan 2 kondisi yakni saling menjatuhkan sesame atau saling membangun karakter dan kedewasaan rohani satu dengan orang lain.

Pertanyaan penting : Seberapa cepat kita bisa memaafkan orang yang bersalah kepada kita sebagai anak Tuhan? Jawaban bisa 3 jenis yakni lambat, cepat atau apatis (tidak lambat dan tidak juga cepat berespon). Namun disayangkan tidak sedikit anak Tuhan yang meremehkan konflik kecil dengan orang lain tanpa solusi yang jelas atau tanpa perkataan “maaf” kepada pihak yang bersengketa. Setelah itu dengan tanpa merasa bersalah di hati, ibadah bersama dalam gereja lokal seolah-olah menghapuskan konflik tersebut.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

24  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. (Mat 5:23-24)

Ketika terjadi konflik, janganlah dibiarkan tanpa solusi, karena akan menjadi racun ganas yang mematikan persekutuan dengan saudara seiman dan orang-orang non Kristen. Segera selesaikan dengan penuh Kasih Tuhan Yesus Kristus. Hubungan yang rusak dalam jemaat akan cepat dipulihkan jika kita semua setuju untuk mengusahakan pemulihan hubungan dan bersegera membereskan masalah tersebut, bahkan mengusahakannya sebelum kita mempersembahkan korban kepada Tuhan (ibadah).

 

Jumat –  FENOMENA GENERASI X DAN Z (Kisah 13:36)

Generasi X berada dalam Tahun Kelahiran 1961-198. Generasi X cenderung suka akan risiko dan pengambilan keputusan yang matang akibat dari pola asuh dari generasi sebelumnya, Baby Boomers.

Generasi ini terlahir pada masa-masa adanya gejolak dan transisi serta menyaksikan berbagai konflik global seperti Perang Dingin, Perang Vietnam, jatuhnya Tembok Berlin. Generasi ini cenderung lebih toleran, menerima berbagai perbedaan yang ada. Akibat kondisi ini terciptalah generasi yang mandiri, bekerja cepat dan tidak perdulikan masalah, memiliki target kerja yang kuat. Alhasil hampir-hampir melupakan lingkungan sosial. Kebersamaan yang hanya dipusingkan dengan persoalan tanpa daya juang hanya akan membuang waktu buat generasi X. Keturunan generasi X adalah generasi Z (lahir 1995-2010). Didikan orangtua dari generasi X akan berdampak pada anak yang lahir sebagai generasi Z.

Bagaimana Anda menanggapi situasi ini? Kasih adalah seharusnya menjadi landasan kunci jawabannya. Kasih terbaik dan sempurna adalah kasih Bapa. Kasih Bapa menjadi kekuatan orangtua untuk menerima anak yang terjabak dalam zaman egoisme. Penerimaan tanpa batas dan didikan berdasar firman Tuhan akan menjadi tenaga yang sangat kuat untuk menciptakan generasi koorporatif yakni generasi yang penuh kasih satu dengan yang lain.

Bagaimana dengan Anda?

 

Sabtu – MENARA BABEL – KEBERSAMAAN SEMU (Kejadian 11:1-9)

Alkitab sangat jelas menunjukkan bahwa manusia sangat mampu menjalin tali persekutuan satu dengan yang lain. Namun di balik itu ada titik kritis persekutuan yakni tujuan. Tujuan haruslah jelas dalam kehidupan rumah tangga, komunitas Kristen atau gereja lokal atau dalam kesepakatan bisnis. Kesepakatan kualitas apakah yang sedang atau sudah Anda bangun dalam keluarga, komunitas atau bisnis?

Menara babel adalah satu jenis kebersamaan palsu karena tujuan mereka adalah untuk menyaingi Allah. Motif ini sama dengan kesombongan. Kesatuan karena tujuan untuk berjalan dalam keinginan daging hanya menuju pada satu jalan yang berujung pada maut (Roma 8:6).

Buanglah motif dosa dalam kesatuan kita, jika nilai negative tesebut masih bertumbuh. Gantilah dengan motif kesatuan hati untuk menyembah dan memuliakan Tuhan Yesus Kristus.

 

Minggu – KEBERSAMAAN RUMAH ROHANI (Kisah Para Rasul 2:41-47)

Di akhir zaman, Tuhan sedang menata ulang pondasi gereja Tuhan untuk kembali kepada tujuan kelahiran gereja di bumi. Tuhan punya tujuan mendasar (Core Business) dalam gereja yakni melakukan transformasi kehidupan pribadi dan masyarakat melalui anugerah keselamatan sebagai buah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Oleh karena itu kehadiran Yesus di bumi adalah untuk memulihkan hubungan antara Allah dengan manusia berdosa agar terjamin untuk pembangunan kesatuan sejati diantara manusia dan orang percaya yakni gereja Tuhan.

Gambaran satu rumah rohani dapat kita simak kembali dalam kehidupan gereja mula-mula (Kis 2:41-47). Ayo, lakukanlah refleksi diri Anda terhadap gaya hidup rumah rohani mula-mula!

Sudahkah Anda mendapatkan poin-poin penting yang Anda miliki dan yang belum Anda miliki dari model jemaat mula-mula?

Penulis Renungan : Pdt. Santoso S. Hutabarat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan code CAPTCHA

Facebook
Google+
https://sinodegkkd.org/2019/08/03/membangun-kebersamaan">
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
Instagram